Uang Titipan yang Dicuri
Keluaran 22:7
Hukum Keadilan di Padang
“Jika seseorang menitipkan uang kepada temannya untuk disimpan, lalu uang itu dicuri dari rumah orang itu dan pencurinya tertangkap, dia harus membayar ganti rugi sebesar dua kali lipat.”Keluaran 22:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apabila seseorang menitipkan kepada temannya uang atau barang, dan itu dicuri dari rumah orang itu, maka jika pencuri itu terdapat, ia harus membayar ganti kerugian dua kali lipat.”Keluaran 22:7 · TB
Terjemahan Baru
“Umpamanya ada orang yang setuju menyimpan titipan berupa uang atau barang berharga. Tetapi kemudian titipan itu dicuri dari rumahnya. Kalau pencurinya kedapatan, ia harus membayar dua kali lipat.”Keluaran 22:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Jika seseorang menitipkan uang atau barang kepada temannya, dan titipan itu dicuri dari rumah temannya, maka apabila pencuri itu tertangkap, dia harus membayar ganti rugi sebesar dua kali lipat.”Keluaran 22:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If a man shall deliver unto his neighbour money or stuff to keep, and it be stolen out of the man’s house; if the thief be found, let him pay double.”Keluaran 22:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 22:7?
Ayat ini berbicara tentang kasus barang titipan yang dicuri. Jika uang atau barang yang dititipkan dicuri dan pencurinya tertangkap, pencuri harus membayar ganti rugi dua kali lipat kepada pemiliknya. Ini menunjukkan prinsip tanggung jawab dan keadilan restoratif dalam hukum Perjanjian Lama.
Latar belakang
Hukum titipan: siapa bertanggung jawab?
Di zaman kuno tidak ada bank — orang menitipkan barang berharga kepada teman yang dipercaya. Jika barang itu dicuri dan pencurinya tertangkap, pencuri yang bayar dua kali lipat. Penerima titipan tidak salah jika sudah jaga dengan baik.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki Gunung Sinai · komunitas tanpa bank formal
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Allah Israel, menyampaikan hukum lewat Musa
Kepada
Bangsa Israel
Umat Israel yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יִתֵּן
yiten · menitipkan
Memberi atau menitipkan — tindakan mempercayakan sesuatu kepada orang lain
לִשְׁמֹר
lishmor · disimpan
Untuk dijaga atau dipelihara — tanggung jawab aktif menjaga milik orang lain
הַגַּנָּב
haganav · pencuri
Si pencuri — dengan kata sandang 'ha' menunjukkan subjek yang jelas dan bisa diidentifikasi
Kata 'lishmor' (menjaga) menyiratkan tanggung jawab aktif — penerima titipan bukan sekadar 'menyimpan' tapi berkewajiban menjaga. Namun tanggung jawab punya batas: kejahatan pihak ketiga bukan kesalahannya.
Tahukah kamu
Sistem titipan informal di Timur Dekat Kuno
Temuan arkeologi dari Nuzi dan Mari (Mesopotamia, ~1500 SM) menunjukkan kontrak titipan tertulis yang mirip prinsip ini — menandakan ini bukan hukum baru melainkan kodifikasi praktik yang sudah ada.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 22:7
Lukas 12:48
tanggung jawab sesuai kepercayaan
“Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut.”
1 Korintus 4:2
amanah dalam titipan
“Yang dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.”
Matius 25:14-15
kepercayaan dan tanggung jawab
“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 22:7
✕ Sering dikira
"Penerima titipan selalu bertanggung jawab"
✓ Yang sebenarnya
Jika pencuri tertangkap, pencuri yang bayar — penerima titipan tidak otomatis harus menanggung semua
✕ Sering dikira
"Hukum ini hanya tentang uang"
✓ Yang sebenarnya
Prinsip ini berlaku untuk segala barang berharga yang dititipkan, bukan hanya uang
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 22:7
Ketika kita dipercaya menjaga milik orang lain, kita harus bertanggung jawab. Jika terjadi kecurangan, kita harus berani mengakui dan memperbaiki, bahkan lebih dari yang diminta. Ini membangun kepercayaan.
Tuhan, ajarlah kami menjadi penjaga yang setia atas apa yang Engkau percayakan, dan berikan kami keberanian untuk bertanggung jawab atas kesalahan kami. Amin.