Murka Allah yang Membara
Keluaran 22:24
Hukum Keadilan di Padang
“dan murka-Ku akan menyala-nyala, lalu Aku akan membunuhmu dengan pedang sehingga istri-istrimu akan menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim.”Keluaran 22:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim.”Keluaran 22:24 · TB
Terjemahan Baru
“Aku akan marah dan membunuh kamu dalam perang, sehingga istri-istrimu menjadi janda, dan anak-anakmu menjadi yatim.”Keluaran 22:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Aku akan memurkaimu dengan membiarkan kamu dibunuh oleh musuhmu. Istrimu akan menjadi janda dan anak-anakmu akan menjadi yatim.”Keluaran 22:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And my wrath shall wax hot, and I will kill you with the sword; and your wives shall be widows, and your children fatherless.”Keluaran 22:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 22:24?
Ayat ini melanjutkan ancaman bahwa murka Allah akan menyala terhadap orang yang menganiaya janda dan yatim, dengan konsekuensi yang berat: mereka akan mati oleh pedang dan keluarga mereka menjadi janda dan yatim. Ini menekankan bahwa Allah serius melindungi yang lemah.
Latar belakang
Yang menindas akan mengalami nasib yang sama
Konsekuensinya sangat konkret dan berat: si penindas akan mati oleh pedang, lalu istrinya menjadi janda dan anaknya menjadi yatim. Allah menggunakan ironi yang tajam — kamu menciptakan janda dan yatim baru, maka keluargamu pun akan menjadi janda dan yatim.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki Gunung Sinai · peringatan keras kepada seluruh komunitas
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Allah Israel, menyampaikan hukum lewat Musa
Kepada
Bangsa Israel
Umat Israel yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אַפִּי
appi · murka-Ku
Hidungku — dalam bahasa Ibrani, 'murka' secara harfiah adalah 'hidung yang mengembang', menggambarkan amarah yang menggebu
וְחָרָה
vechara · menyala-nyala
Menyala atau membakar — gambaran api untuk amarah yang intens
בַּחֶרֶב
bacherev · pedang
Dengan pedang — alat perang, menunjukkan konsekuensi yang nyata dan tidak bisa dihindari
Metafora 'hidung yang mengembang' ('appi') untuk murka adalah gambaran yang sangat manusiawi — Allah menggambarkan reaksi-Nya terhadap ketidakadilan dengan bahasa yang bisa dimengerti manusia. Kemarahan ilahi atas penindasan adalah nyata.
Tahukah kamu
Retribusi yang simetris
Prinsip ini mirip dengan hukum 'mata ganti mata' (lex talionis) — tapi di sini lebih personal: hukumannya menjadikan keluarga si pelaku berada di posisi yang sama dengan korbannya. Ini mengajarkan empati melalui pengalaman langsung.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 22:24
Mazmur 10:14
Allah bertindak bagi yang tertindas
“Namun Engkau melihatnya, sebab Engkau sendiri melihat kesusahan dan sakit hati, untuk mengambilnya ke dalam tangan-Mu. Kepada-Mulah orang yang malang menyerahkan diri; Engkaulah penolong anak yatim.”
Roma 12:19
murka Allah sebagai keadilan
“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku.”
Amsal 23:10-11
Allah membela anak yatim
“Jangan menggeser batas tanah yang lama, jangan memasuki ladang anak-anak yatim, sebab Penebus mereka itu kuat; Dialah yang akan membela perkara mereka terhadap engkau.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 22:24
✕ Sering dikira
"Allah yang marah berarti Allah yang jahat"
✓ Yang sebenarnya
Murka Allah terhadap penindasan adalah ekspresi keadilan dan kasih-Nya yang aktif membela yang lemah
✕ Sering dikira
"Konsekuensinya hanya ancaman kosong"
✓ Yang sebenarnya
Alkitab penuh contoh di mana penindas jatuh dan keluarganya menanggung akibatnya — ini adalah pola yang nyata dalam sejarah Israel
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 22:24
Jangan remehkan dosa menindas orang lain. Allah sangat membela yang lemah sehingga Ia bertindak tegas. Marilah kita memeriksa sikap kita terhadap orang yang kesulitan dan memilih untuk menunjukkan kasih, bukan penindasan.
Allah yang adil, jauhkanlah aku dari sikap menindas, dan tanamkan dalam hatiku keinginan untuk melindungi dan memberkati orang lain. Amin.