Gigi budak tanggal: ia merdeka
Keluaran 21:27
Hukum-Hukum Kehidupan Sehari-hari
“Jika dia memukul budaknya laki-laki dan budaknya perempuan sampai giginya tanggal, dia harus membiarkan budaknya merdeka karena giginya itu.”Keluaran 21:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan jika ia menumbuk sampai tanggal gigi budaknya laki-laki atau gigi budaknya perempuan, maka ia harus melepaskan budak itu sebagai orang merdeka pengganti kehilangan giginya itu.”Keluaran 21:27 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau seseorang memukul budaknya sampai patah giginya, budak itu harus dibebaskannya sebagai tebusan untuk giginya itu."”Keluaran 21:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jika majikan memukul gigi budaknya laki-laki atau perempuan sehingga patah, dia harus membebaskan budak itu sebagai ganti giginya yang patah.”Keluaran 21:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And if he smite out his manservant’s tooth, or his maidservant’s tooth; he shall let him go free for his tooth’s sake.”Keluaran 21:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 21:27?
Sama seperti ayat sebelumnya, jika seorang tuan memukul budaknya hingga giginya tanggal, budak itu harus dimerdekakan. Ini menegaskan prinsip bahwa kerusakan fisik yang serius terhadap seorang budak mengakibatkan kebebasan, sebagai bentuk keadilan restoratif.
Latar belakang
Apa yang terjadi di sini?
Prinsip ayat 26 diperluas: bahkan gigi yang tanggal karena pukulan tuan memberikan kemerdekaan kepada budak. Gigi mungkin tampak sepele dibanding mata, tapi bagi seseorang yang hidupnya bergantung pada kesehatan fisik untuk bekerja, kehilangan gigi adalah cacat serius. Hukum ini tidak membuat hierarki kepentingan bagian tubuh.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki Sinai · padang belantara Sinai
Kapan
~1446 SM
Pemberian Hukum Taurat
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Allah Israel berbicara langsung kepada Musa
Kepada
Bangsa Israel
Bekas budak yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יַכֶּה
yakkeh · memukul
Memukul — tindakan aktif dan sengaja, bukan kecelakaan; menunjukkan kekerasan yang disengaja oleh tuan
שֵׁן עַבְדּוֹ
shen avdo · giginya tanggal
Gigi budaknya — secara harfiah 'gigi hambanya', kerusakan permanen pada orang yang bergantung kepadanya
לְחָפְשִׁי
l'hofshi · merdeka
Menjadi merdeka — kata yang sama di ay. 26, menegaskan konsistensi prinsip perlindungan budak
Dua ayat ini (26-27) bersama membentuk prinsip yang revolusioner: setiap cedera permanen yang disengaja tuan kepada budak menghasilkan kemerdekaan. Tubuh budak dilindungi hukum dengan cara yang paling efektif — dengan membebaskan mereka.
Tahukah kamu
Tahukah kamu?
Para rabi dalam Talmud (Kiddushin 24b-25a) mendiskusikan hukum ini secara panjang lebar dan menyimpulkan bahwa prinsipnya berlaku untuk 24 bagian tubuh yang 'tidak kembali tumbuh' — termasuk jari, telinga, dan hidung. Dua ayat ini menjadi fondasi bagi perlindungan fisik budak yang sangat luas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 21:27
Keluaran 21:26
prinsip yang sama untuk mata
“Jika seseorang memukul mata budak laki-lakinya atau mata budak perempuannya dan merusaknya, dia harus membiarkan budaknya merdeka karena matanya itu.”
Ayub 31:13-15
tanggung jawab moral terhadap budak
“Jika aku menolak hak hamba laki-laki atau perempuanku...”
Kolose 3:25
konsekuensi kekerasan
“Sebab barangsiapa berbuat salah, ia akan menanggung kesalahannya sendiri, dan Tuhan tidak memandang muka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 21:27
✕ Sering dikira
Hanya cedera 'besar' yang memberikan kemerdekaan
✓ Yang sebenarnya
Bahkan gigi yang tampak kecil sudah cukup — prinsipnya adalah cedera permanen yang disengaja, bukan ukuran kerusakannya
✕ Sering dikira
Tuan harus memberikan kompensasi finansial, bukan kemerdekaan
✓ Yang sebenarnya
Hukum secara eksplisit menyatakan kemerdekaan ('hofshi'), bukan denda uang, sebagai kompensasi
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 21:27
Kita belajar bahwa setiap tindakan yang merugikan orang lain memiliki konsekuensi. Dalam kehidupan modern, ini bisa berarti kita harus bertanggung jawab atas kesalahan kita dan berusaha memulihkan mereka yang kita sakiti, bukan hanya mencari keuntungan sendiri.
Tuhan, beri kami keberanian untuk mengakui kesalahan kami dan memulihkan hubungan yang rusak, sebagaimana Engkau memulihkan kami. Amin.