Mata budak dirusak: ia merdeka
Keluaran 21:26
Hukum-Hukum Kehidupan Sehari-hari
“Jika seseorang memukul mata budak laki-lakinya atau mata budak perempuannya dan merusaknya, dia harus membiarkan budaknya merdeka karena matanya itu.”Keluaran 21:26 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apabila seseorang memukul mata budaknya laki-laki atau mata budaknya perempuan dan merusakkannya, maka ia harus melepaskan budak itu sebagai orang merdeka pengganti kerusakan matanya itu.”Keluaran 21:26 · TB
Terjemahan Baru
“Siapa yang memukul mata budaknya sampai buta, harus membebaskan budak itu sebagai tebusan untuk matanya.”Keluaran 21:26 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Jika majikan memukul mata budaknya laki-laki atau perempuan sehingga buta, dia harus membebaskan budak itu sebagai ganti matanya yang rusak.”Keluaran 21:26 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And if a man smite the eye of his servant, or the eye of his maid, that it perish; he shall let him go free for his eye’s sake.”Keluaran 21:26 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 21:26?
Jika seorang tuan memukul budaknya hingga merusak matanya, budak itu harus dibebaskan sebagai kompensasi atas kehilangan yang dialaminya. Ini menunjukkan bahwa meskipun perbudakan diizinkan, perlakuan kejam yang menyebabkan cacat permanen tidak dapat ditoleransi dan harus dihukum dengan pembebasan.
Latar belakang
Apa yang terjadi di sini?
Lex talionis untuk budak berbeda: bukan 'mata ganti mata' tapi kemerdekaan. Jika tuan merusak mata budaknya, budak itu mendapat kebebasan sebagai kompensasi. Ini adalah aplikasi kreatif yang luar biasa dari prinsip keadilan: karena tuan tidak bisa diambil matanya (itu akan tidak adil dalam arah lain), budak menerima kemerdekaan — harta paling berharga — sebagai gantinya.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki Sinai · padang belantara Sinai
Kapan
~1446 SM
Pemberian Hukum Taurat
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Allah Israel berbicara langsung kepada Musa
Kepada
Bangsa Israel
Bekas budak yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וְשִׁחֲתָהּ
v'shikhatah · merusaknya
Dan merusaknya — dari 'shakhat' (merusak/menghancurkan), menunjukkan kerusakan permanen bukan hanya cedera sementara
לְחָפְשִׁי
l'hofshi · merdeka
Menjadi merdeka — kemerdekaan sebagai kompensasi atas kehilangan yang tidak bisa dikembalikan
תַּחַת עֵינוֹ
takhat eino · karena matanya
Sebagai ganti matanya — 'takhat' (sebagai ganti) adalah kata yang sama dalam lex talionis, menghubungkan prinsip
Kemerdekaan diberikan 'takhat eino' — sebagai ganti matanya. Ini adalah lex talionis yang dimodifikasi dengan kecerdikan: keadilan tercapai bukan dengan merusak mata tuan, tapi dengan memberikan budak sesuatu yang nilainya lebih tinggi dari mata.
Tahukah kamu
Tahukah kamu?
Ini adalah satu-satunya hukum dalam Alkitab dan di seluruh dunia kuno di mana cedera fisik secara otomatis memberikan kebebasan kepada budak. Tidak ada paralel dalam Kode Hammurabi, hukum Asyur, atau Hukum Het — ini benar-benar unik dalam sejarah hukum kuno.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 21:26
Keluaran 21:27
prinsip sama untuk gigi
“Jika dia memukul budaknya laki-laki dan budaknya perempuan sampai giginya tanggal, dia harus membiarkan budaknya merdeka karena giginya itu.”
Imamat 25:10
kemerdekaan sebagai nilai tertinggi
“...kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh tahun itu dan memaklumkan kemerdekaan di seluruh negeri bagi semua penduduknya...”
Galatia 5:1
tema kemerdekaan
“Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau tunduk lagi kepada kuk perhambaan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 21:26
✕ Sering dikira
Hukum ini membolehkan tuan melukai budak asal tidak mati
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya — konsekuensi otomatis kemerdekaan budak memberi tuan insentif kuat untuk tidak melukai budaknya
✕ Sering dikira
Hanya mata yang memberikan kemerdekaan, bukan bagian tubuh lain
✓ Yang sebenarnya
Ayat 27 menunjukkan prinsip ini berlaku juga untuk gigi — dan tradisi Yahudi meluaskannya ke semua cedera permanen
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 21:26
Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap orang, betapapun rendahnya status sosial mereka, memiliki martabat yang harus dihormati. Dalam pekerjaan atau relasi kita, kita harus berhati-hati untuk tidak menyakiti orang lain, terutama mereka yang lebih lemah.
Tuhan, mampukan kami untuk memperlakukan setiap orang dengan hormat dan kasih, terutama mereka yang tidak berdaya. Amin.