Perkelahian yang tidak mematikan
Keluaran 21:18
Hukum-Hukum Kehidupan Sehari-hari
“Jika ada orang yang bertengkar, dan yang satu memukul yang lainnya dengan batu atau dengan tinjunya, tetapi dia tidak mati dan harus terbaring di tempat tidur,”Keluaran 21:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apabila ada orang bertengkar dan yang seorang memukul yang lain dengan batu atau dengan tinjunya, sehingga yang lain itu memang tidak mati, tetapi terpaksa berbaring di tempat tidur,”Keluaran 21:18 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau dalam suatu perkelahian seseorang memukul orang lain dengan batu atau dengan tinjunya, tetapi tidak membunuhnya, ia tidak akan dihukum. Kalau orang yang dipukul itu sampai harus berbaring akibat pukulan itu,”Keluaran 21:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Jika dua orang bertengkar dan yang seorang memukul lawannya dengan batu, atau meninjunya, sehingga lawannya tidak bisa bangun dari tempat tidur, tetapi tidak mati,”Keluaran 21:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And if men strive together, and one smite another with a stone, or with his fist, and he die not, but keepeth his bed:”Keluaran 21:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 21:18?
Ayat ini berbicara tentang pertengkaran yang mengakibatkan cedera, tetapi tidak menyebabkan kematian. Jika korban bisa pulih, pelaku tidak dihukum mati, tetapi harus membayar ganti rugi atas waktu kerja yang hilang dan biaya pemulihan. Ini menekankan prinsip pertanggungjawaban atas tindakan yang merugikan orang lain.
Latar belakang
Apa yang terjadi di sini?
Hukum ini berurusan dengan perkelahian yang menyebabkan cedera serius tapi tidak kematian. Jika seseorang memukul orang lain dengan batu atau tinju sampai terbaring sakit, ini berbeda dari pembunuhan. Kasus ini memerlukan kompensasi, bukan hukuman mati.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki Sinai · padang belantara Sinai
Kapan
~1446 SM
Pemberian Hukum Taurat
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Allah Israel berbicara langsung kepada Musa
Kepada
Bangsa Israel
Bekas budak yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יְרִיבֻן
yerivun · bertengkar
Berkelahi atau berselisih — dari 'rib', perselisihan atau konflik yang eskalasi menjadi fisik
בְּאֶבֶן
b'even · batu
Dengan batu — senjata sehari-hari yang tersedia, menunjukkan ini adalah perkelahian spontan, bukan pembunuhan terencana
וְנָפַל לְמִשְׁכָּב
v'nafal l'mishkav · terbaring di tempat tidur
Jatuh ke tempat tidur — ungkapan untuk terluka parah sampai tidak bisa bangun
'Nafal l'mishkav' — jatuh ke tempat tidur. Ini adalah frasa konkret yang menggambarkan akibat nyata: seseorang yang dulu aktif sekarang tidak bisa bangun. Hukum Allah peduli pada dampak nyata, bukan hanya niat.
Tahukah kamu
Tahukah kamu?
Hukum Romawi kuno (Lex Aquilia) yang muncul sekitar 287 SM juga mengatur ganti rugi atas cedera fisik, tapi hanya untuk kerusakan harta benda, bukan cedera manusia langsung. Hukum Israel sudah lebih maju dalam melindungi manusia sebagai nilai utama.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 21:18
Keluaran 21:19
kelanjutan kasus ini
“jika dia dapat bangun kembali dan berjalan dengan tongkatnya, orang yang memukulnya itu bebas dari hukuman...”
Imamat 24:19-20
hukum pembalasan
“Apabila seseorang menyebabkan cacat pada sesamanya, maka seperti yang dilakukannya harus dilakukan kepadanya...”
Matius 5:39
prinsip Yesus tentang kekerasan
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 21:18
✕ Sering dikira
Perkelahian dengan batu otomatis berarti hukuman mati
✓ Yang sebenarnya
Hukuman mati hanya berlaku jika korban meninggal — jika pulih, kasusnya berbeda (ganti rugi)
✕ Sering dikira
Hukum ini membolehkan kekerasan selama korban tidak mati
✓ Yang sebenarnya
Hukum ini mengatur konsekuensi kekerasan, bukan membolehkannya — kekerasan tetap memerlukan pertanggungjawaban
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 21:18
Ketika kita terlibat dalam konflik, kita perlu bertanggung jawab atas tindakan kita. Jika kita melukai orang lain, baik secara fisik maupun emosional, kita harus berusaha memperbaiki kerusakan yang kita sebabkan. Ini adalah bagian dari hidup dalam kasih dan keadilan.
Tuhan, berikanlah aku kebijaksanaan untuk menyelesaikan konflik dengan damai, dan jika aku bersalah, berilah aku keberanian untuk memperbaiki kesalahanku. Amin.