Mengutuk orang tua berakibat mati
Keluaran 21:17
Hukum-Hukum Kehidupan Sehari-hari
“Siapa pun yang mengutuk ayahnya atau ibunya harus dihukum mati.”Keluaran 21:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya, ia pasti dihukum mati.”Keluaran 21:17 · TB
Terjemahan Baru
“Siapa yang mengutuk ayah atau ibunya, harus dihukum mati.”Keluaran 21:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Siapa pun yang menyumpahi ayah atau ibunya harus dihukum mati.”Keluaran 21:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he that curseth his father, or his mother, shall surely be put to death.”Keluaran 21:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 21:17?
Ayat ini menjelaskan bahwa mengutuk orang tua juga membawa hukuman mati. Ini menunjukkan bahwa bukan hanya kekerasan fisik, tetapi juga kata-kata yang kasar dan penghinaan terhadap orang tua sangat serius di mata Allah. Menghormati orang tua mencakup cara kita berbicara tentang mereka.
Latar belakang
Apa yang terjadi di sini?
Mengutuk orang tua bukan sekadar kata-kata kasar — dalam budaya Ibrani, kutukan adalah doa yang memohon kekuatan supernatural untuk menghancurkan seseorang. Mengucapkan kutukan kepada orang tua adalah tindakan spiritual yang merusak tatanan ilahi keluarga. Yesus mengutip hukum ini langsung dalam Markus 7:10.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki Sinai · padang belantara Sinai
Kapan
~1446 SM
Pemberian Hukum Taurat
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Allah Israel berbicara langsung kepada Musa
Kepada
Bangsa Israel
Bekas budak yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מְקַלֵּל
m'qalel · mengutuk
Yang mengutuki atau meremehkan — kebalikan dari 'kabed' (memuliakan), secara aktif merendahkan otoritas orang tua
אָבִיו
aviv · ayahnya
Ayahnya — otoritas keluarga yang mewakili tatanan sosial yang Allah tetapkan
אִמּוֹ
immo · ibunya
Ibunya — keduanya disebutkan secara eksplisit, tidak ada diskriminasi gender dalam perlindungan orang tua
Memuliakan ('kabed') versus mengutuki ('qalal') — keduanya bukan sekadar perasaan internal, tapi tindakan aktif yang membangun atau menghancurkan tatanan. Hukum ini menempatkan kata-kata kita pada level yang sangat serius.
Tahukah kamu
Tahukah kamu?
Kata 'qalal' (mengutuk) memiliki akar yang berarti 'membuat ringan' atau 'meremehkan'. Jadi mengutuk orang tua secara harafiah adalah 'meringankan' atau merendahkan mereka — kebalikan dari 'memuliakan' (kabed, yang artinya 'membuat berat/serius') di Perintah Kelima.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 21:17
Markus 7:10
Yesus mengutip hukum ini
“Sebab Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.”
Amsal 20:20
akibat mengutuk orang tua
“Siapa mengutuki ayah atau ibunya, lampunya akan padam pada waktu gelap gulita.”
Efesus 6:2-3
perintah menghormati
“Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 21:17
✕ Sering dikira
Mengutuk orang tua sama dengan tidak setuju dengan mereka
✓ Yang sebenarnya
'Qalal' adalah tindakan aktif merendahkan atau mendoakan kejahatan atas mereka, jauh lebih dari sekadar ketidaksetujuan
✕ Sering dikira
Yesus menghapus hukum ini
✓ Yang sebenarnya
Yesus justru mengutipnya secara positif di Markus 7:10 sebagai standar yang benar yang dilanggar oleh tradisi Farisi
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 21:17
Perkataan kita memiliki kuasa yang besar. Mengutuk atau berkata buruk tentang orang tua adalah dosa yang serius. Mari kita jaga lidah kita agar tidak mengucapkan hal-hal yang menyakitkan, terutama kepada orang yang telah berjasa dalam hidup kita.
Ya Tuhan, kendalikanlah lidahku agar aku hanya mengucapkan kata-kata yang membangun dan penuh kasih kepada orang tuaku. Amin.