Jangan melawan yang jahat — sodorkan pipi lainnya
Matius 5:39
Khotbah di Bukit: Cara Hidup Kerajaan
“Namun, Aku mengatakan kepadamu jangan melawan yang jahat, melainkan siapa yang menamparmu pada pipi kanan, sodorkan kepadanya pipimu yang lain juga.”Matius 5:39 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.”Matius 5:39 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu: jangan membalas dendam terhadap orang yang berbuat jahat kepadamu. Sebaliknya kalau orang menampar pipi kananmu, biarkanlah dia menampar pipi kirimu juga.”Matius 5:39 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah melawan orang yang berbuat jahat kepadamu. Kalau seseorang menampar pipi kananmu, berikanlah juga pipi kirimu.”Matius 5:39 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But I say unto you, That ye resist not evil: but whosoever shall smite thee on thy right cheek, turn to him the other also.”Matius 5:39 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 5:39?
Yesus mengajarkan untuk tidak melawan orang jahat dengan cara yang sama. Jika ditampar pipi kanan, berikan pipi kiri. Ini bukan berarti pasif, tetapi memilih untuk tidak membalas dendam dan menunjukkan kekuatan moral yang lebih tinggi.
Latar belakang
Cara ketiga yang melampaui pembalasan dan kepatuhan
Yesus tidak mengajarkan dua pilihan — membalas atau diam pasif. Menyodorkan pipi kanan (setelah pipi kanan ditampar) bukan penyerahan diri; ini pernyataan aktif yang menantang pelaku untuk mempertimbangkan tindakannya. Di konteks Yahudi di bawah Roma, ini adalah cara bertahan yang kreatif dan bermartabat.
Di mana
Bukit di dekat Kapernaum, Galilea
Lereng bukit di Galilea
Kapan
~30 M
Awal pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Nazaret, sedang mengajar di bukit
Kepada
Murid-murid dan orang banyak
pendengar yang hidup di bawah kekuasaan Roma
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
μὴ ἀντιστῆναι
mē antistēnai · jangan melawan
Jangan melawan/menentang dengan cara yang sama — bukan pasivitas total, tapi menolak merespons dengan kekerasan yang setara.
ῥαπίζει σε
rhapizei se · menamparmu
Menampar dengan punggung tangan — penghinaan yang menegaskan hierarki; bukan serangan fisik biasa.
στρέψον
strephon · sodorkan
Perintah aorist — toleh/putar; tindakan aktif dan disengaja, bukan pasivitas.
Mē antistēnai (jangan membalas dengan cara yang sama) bukan perintah untuk pasif — strephon (sodorkan) adalah tindakan aktif yang memilih cara ketiga: bukan pembalasan, bukan kepatuhan buta, tapi respons yang bermartabat.
Tahukah kamu
Tamparan pipi kanan adalah penghinaan, bukan serangan
Untuk menampar pipi kanan seseorang dengan tangan kanan, si penampar harus menggunakan punggung tangan — dalam budaya kuno, itu adalah tamparan penghinaan yang diberikan atasan kepada bawahan, bukan pukulan setara. Menyodorkan pipi kiri adalah tindakan yang mengatakan: 'Perlakukan aku sebagai setara.'
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 5:39
Roma 12:17
prinsip tidak membalas kejahatan
“Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang.”
1 Petrus 2:23
Yesus sebagai teladan tidak membalas
“Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki...”
Amsal 25:21-22
respons aktif dan mengejutkan terhadap musuh
“Jika seterumu lapar, berilah dia roti untuk dimakan...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 5:39
✕ Sering dikira
'Sodorkan pipi berarti kita harus diam saja menerima semua perlakuan buruk'
✓ Yang sebenarnya
Ini bukan pengajaran tentang pasivitas — ini tentang menolak siklus pembalasan dengan cara yang aktif dan kreatif. Yesus sendiri mempertanyakan ketidakadilan saat ditampar (Yohanes 18:23), tidak hanya diam.
✕ Sering dikira
'Yesus melarang semua bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan'
✓ Yang sebenarnya
Yesus melarang pembalasan pribadi yang sama-sama jahat — tapi seluruh hidupnya menunjukkan perlawanan terhadap ketidakadilan melalui cara yang tidak menggunakan kekerasan dan manipulasi.
Renungan
Renungan Singkat Matius 5:39
Ketika kita diperlakukan tidak adil, kita bisa memilih untuk tidak membalas. Ini bukan kelemahan, melainkan keberanian untuk memutus siklus kekerasan. Dalam praktik, kita bisa merespon dengan tenang dan tidak memperkeruh suasana.
Tuhan, berikan aku kekuatan untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi merespon dengan kasih dan kesabaran. Amin.