Pembunuhan berencana tidak bisa berlindung
Keluaran 21:14
Hukum-Hukum Kehidupan Sehari-hari
“Namun, jika seseorang naik darah terhadap sesamanya, lalu membunuhnya secara licik, kamu harus mengambil orang itu dari mazbah-Ku untuk dihukum mati.”Keluaran 21:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi apabila seseorang berlaku angkara terhadap sesamanya, hingga ia membunuhnya dengan tipu daya, maka engkau harus mengambil orang itu dari mezbah-Ku, supaya ia mati dibunuh.”Keluaran 21:14 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi kalau seseorang naik darah dan dengan sengaja membunuh orang lain, kemudian lari ke mezbah-Ku untuk mendapat perlindungan, orang itu harus diambil dari mezbah dan dihukum mati.”Keluaran 21:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Namun, apabila seseorang dengan sengaja membunuh sesamanya, dia harus ditangkap sekalipun berlindung di mezbah-Ku, dan harus dihukum mati.”Keluaran 21:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But if a man come presumptuously upon his neighbour, to slay him with guile; thou shalt take him from mine altar, that he may die.”Keluaran 21:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 21:14?
Ayat ini menegaskan bahwa pembunuhan yang direncanakan atau dilakukan dengan licik tidak dapat ditoleransi. Bahkan jika pelaku berlindung di mezbah, ia tetap harus dihukum mati. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak menerima pengorbanan atau perlindungan bagi orang yang berbuat jahat dengan sengaja.
Latar belakang
Apa yang terjadi di sini?
Berbeda dari ayat 13, pembunuhan yang disengaja dan direncanakan tidak mendapat perlindungan — bahkan jika si pembunuh berlindung di dekat mezbah Allah. Ini adalah prinsip keras: tempat suci bukan tempat pelarian bagi yang bersalah. Bahkan kesakralan tempat ibadah tidak mengalahkan keadilan.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki Sinai · padang belantara Sinai
Kapan
~1446 SM
Pemberian Hukum Taurat
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Allah Israel berbicara langsung kepada Musa
Kepada
Bangsa Israel
Bekas budak yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָזִד
yazid · naik darah
Bertindak dengan sombong/berencana — dari 'zud' (mendidih), menyiratkan amarah yang direncanakan, bukan spontan
בְּעָרְמָה
be'ormah · licik
Dengan tipu daya atau dengan kelicikan — menambahkan unsur perencanaan jahat yang memperburuk kejahatan
מֵעִם מִזְבְּחִי
me'im mizbakhi · mazbah-Ku
Dari dekat mezbah-Ku — mezbah (altar) biasanya dianggap tempat suci yang memberikan perlindungan
'Yazid be'ormah' — bertindak dengan sengaja dan licik. Dua kata ini bersama menggambarkan pembunuhan yang paling tidak bisa dimaafkan: ada niat, ada perencanaan, dan ada kelicikan. Tempat kudus bukan tempat bersembunyi dari akibat dosa yang terencana.
Tahukah kamu
Tahukah kamu?
Kasus nyata dari ayat ini terjadi di 1 Raja-raja 2:28-34, ketika Yoab yang telah melakukan pembunuhan berencana lari ke Kemah Suci dan memegang tanduk mezbah. Raja Salomo memerintahkan dia dibunuh di sana juga — persis sesuai hukum ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 21:14
1 Raja-raja 2:29-31
penerapan hukum ini
“...Maka pergilah Raja Salomo dan membunuh dia di sana di tempat kudus...”
Bilangan 35:16
pembunuhan berencana
“Tetapi jika seseorang memukul orang lain dengan besi sehingga orang itu mati, dia adalah pembunuh...”
Matius 5:21-22
niat sebagai dosa
“Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh... Aku berkata kepadamu... siapa yang marah kepada saudaranya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 21:14
✕ Sering dikira
Berlindung di gereja atau tempat ibadah melindungi dari hukuman
✓ Yang sebenarnya
Kesakralan tempat ibadah tidak menghalangi keadilan bagi pembunuh berencana — Allah sendiri yang memerintahkan ini
✕ Sering dikira
'Naik darah' berarti semua tindakan dalam kemarahan
✓ Yang sebenarnya
Kata 'yazid' menyiratkan tindakan yang terencana, bukan sekadar impulsif karena emosi sesaat
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 21:14
Kita tidak bisa bersembunyi di balik ritual keagamaan untuk menutupi dosa kita. Allah melihat hati dan motivasi kita. Jika kita berbuat salah dengan sengaja, kita perlu bertanggung jawab dan bertobat, bukan mencari-cari alasan.
Tuhan, mampukan aku untuk hidup jujur dan bertanggung jawab, serta jauhkan aku dari segala kejahatan yang terencana. Amin.