Allah yang cemburu membalas penyembahan berhala
Keluaran 20:5
Sepuluh Perintah Allah
“Janganlah kamu menyembah atau beribadah kepadanya sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalas kesalahan ayah kepada anak-anaknya sampai keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.”Keluaran 20:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,”Keluaran 20:5 · TB
Terjemahan Baru
“Jangan menyembah patung semacam itu, karena Akulah TUHAN Allahmu, dan Aku tak mau disamakan dengan apa pun. Orang-orang yang membenci Aku, Kuhukum sampai kepada keturunan yang ketiga dan keempat.”Keluaran 20:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jangan bersujud kepada dewa apa pun, dan jangan melayani mereka, karena Aku, TUHAN Allahmu, akan cemburu. Siapa pun yang menentang Aku dengan melakukan itu akan Aku hukum sampai generasinya yang ketiga dan keempat.”Keluaran 20:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Thou shalt not bow down thyself to them, nor serve them: for I the LORD thy God am a jealous God, visiting the iniquity of the fathers upon the children unto the third and fourth generation of them that hate me;”Keluaran 20:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 20:5?
Ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah 'Allah yang cemburu', yang menuntut kesetiaan tunggal. Ia memperingatkan konsekuensi dosa yang menjalar hingga generasi berikutnya, tetapi juga menjanjikan kasih setia bagi yang mengasihi-Nya.
Latar belakang
Konsekuensi penyembahan berhala
Allah menyebut diri-Nya 'Allah yang cemburu' — bukan sebagai emosi negatif, melainkan sebagai ungkapan komitmen perjanjian yang penuh. Seperti suami yang tidak mau berbagi istrinya dengan pria lain, Allah tidak mau berbagi umat-Nya dengan ilah lain. Konsekuensinya nyata dan serius.
Di mana
Gunung Sinai
Gunung suci · hadirat Allah yang menggentarkan
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Pencipta dan pemberi hukum Israel
Kepada
Bangsa Israel
Bekas budak Mesir di kaki Gunung Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קַנָּא
qanna · cemburu
Cemburu dalam arti eksklusivitas perjanjian; kata ini hanya dipakai untuk Allah — menunjukkan keseriusan komitmen-Nya terhadap umat
פֹּקֵד
poked · membalas
Mengunjungi atau memperhitungkan; bukan sekadar 'menghukum' — Allah terlibat aktif memperhatikan dan merespons tindakan manusia
שֹׂנְאָי
son'ai · membenci
Orang-orang yang membenci-Ku; merujuk pada mereka yang secara aktif menolak dan melawan Allah, bukan sekadar yang lemah imannya
Kecemburuan Allah bukan kerapuhan — itu adalah ekspresi kasih perjanjian yang dalam dan tuntutan loyalitas total.
Tahukah kamu
"Cemburu" Allah berbeda dari cemburu manusia
Kata Ibrani 'qanna' (קַנָּא) untuk cemburu Allah hanya digunakan untuk Allah — bukan kata biasa untuk cemburu manusia. Ini adalah istilah teknis yang menggambarkan komitmen perjanjian yang eksklusif dan protektif.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 20:5
Ulangan 4:24
Allah yang cemburu
“Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.”
Yehezkiel 18:20
tanggung jawab pribadi
“Orang yang berbuat dosa, dialah yang harus mati; anak tidak akan menanggung kesalahan ayahnya...”
2 Korintus 11:2
kecemburuan rohani
“Sebab aku cemburu kepada kamu dengan kecemburuan ilahi...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 20:5
✕ Sering dikira
Anak-anak dihukum karena dosa orang tua mereka
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menggambarkan pola dampak dosa lintas generasi, bukan hukuman sewenang-wenang; Yehezkiel 18 memperjelas tanggung jawab pribadi
✕ Sering dikira
"Keturunan ketiga dan keempat" berarti hukuman ada batasnya
✓ Yang sebenarnya
Ini bukan batas waktu hukuman, melainkan penggambaran betapa jauhnya dampak negatif dosa bisa mempengaruhi generasi
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 20:5
Kecemburuan Allah bukan seperti kecemburuan manusia yang iri, melainkan keinginan yang membara untuk melindungi relasi eksklusif dengan umat-Nya. Ini mengingatkan kita bahwa dosa memiliki dampak melampaui diri sendiri; mari hidup setia untuk memberkati generasi mendatang.
Tuhan, aku tahu Engkau cemburu karena kasih-Mu yang mau memelihara hubungan kami. Tolong aku setia kepada-Mu dan menjauhkan diri dari dosa, agar generasiku juga diberkati. Amin.