Israel menangis dalam perbudakan, seruan naik kepada Allah
Keluaran 2:23
Allah Mengingat Perjanjian-Nya
“Beberapa lama berselang, Raja Mesir pun mati. Namun, keturunan Israel masih mengerang karena perbudakan, lalu mereka pun berseru-seru, dan seruan mereka karena perbudakan itu naik kepada Allah.”Keluaran 2:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah.”Keluaran 2:23 · TB
Terjemahan Baru
“Bertahun-tahun kemudian raja Mesir meninggal. Tetapi bangsa Israel masih mengeluh karena mereka diperbudak, sehingga mereka berteriak minta tolong. Jeritan mereka sampai kepada Allah.”Keluaran 2:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Waktu pun berlalu, dan raja Mesir itu meninggal dunia. Namun, di bawah pemerintahan raja baru, bangsa Israel tetap saja sengsara dan ditindas sebagai budak. Mereka berseru meminta tolong karena perbudakan itu, dan seruan mereka sampai kepada Allah.”Keluaran 2:23 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And it came to pass in process of time, that the king of Egypt died: and the children of Israel sighed by reason of the bondage, and they cried, and their cry came up unto God by reason of the bondage.”Keluaran 2:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 2:23?
Raja Mesir yang lama mati, tetapi bangsa Israel masih menderita dan berseru kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa penderitaan mereka berlangsung lama, dan mereka mulai berteriak meminta tolong kepada Tuhan.
Latar belakang
Kematian Firaun bukan kelegaan, tapi Israel tetap berseru
Raja Mesir mati — momen yang seharusnya memberi harapan. Tapi pengganti Firaun rupanya tidak mengubah nasib Israel. Mereka masih dalam perbudakan, dan kini seruan mereka 'naik kepada Allah.' Kata 'naik' ini penting — doa mereka tidak cuma bicara kepada udara kosong, tapi benar-benar sampai kepada Allah yang mendengar.
Di mana
Gosyen, Mesir
Kamp perbudakan di Mesir · tangisan yang telah lama tertahan akhirnya meledak
Kapan
~1446 SM
Penderitaan Israel Mencapai Puncak
Yang berbicara
Musa (penulis)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Generasi yang keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיֵּאָנְחוּ
vayyeanakhu · mengerang
Mengerang atau mendesah dalam kesakitan — bunyi dari orang yang sudah kehabisan kata-kata tapi tubuhnya masih berteriak.
וַיִּזְעָקוּ
vayyiz'aku · berseru-seru
Berseru keras-keras kepada Allah — ini bukan doa yang tenang tapi teriakan dari kedalaman penderitaan.
וַתַּעַל
vatta'al · naik
Naik ke atas — gambaran doa yang 'terbang' ke hadirat Allah; tidak ada dinding yang bisa menghentikannya.
Dari 'mengerang' yang tersembunyi ke 'berseru' yang keras hingga 'naik' ke hadirat Allah — tiga kata menggambarkan eskalasi doa yang akhirnya mencapai telinga Allah.
Tahukah kamu
Kematian Firaun mana yang dimaksud?
Para ahli memperkirakan Firaun yang mati di sini adalah Thutmosis III (w. 1425 SM) atau Amenhotep II. Terlepas dari perdebatan ini, yang penting secara teologis adalah: pergantian penguasa tidak mengubah penderitaan — hanya Allah yang bisa mengubahnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 2:23
Mazmur 34:18
Allah dekat yang menderita
“TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwa.”
Lukas 18:7
berseru siang malam
“Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?”
Wahyu 8:4
doa naik ke Allah
“Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 2:23
✕ Sering dikira
Dengan matinya Firaun, masalah Israel selesai
✓ Yang sebenarnya
Firaun baru atau sistem yang sama — penindasan berlanjut. Hanya intervensi Allah sendiri yang bisa mengubah situasi ini.
✕ Sering dikira
Israel baru berseru kepada Allah setelah Firaun mati saja
✓ Yang sebenarnya
Kemungkinan mereka sudah lama berseru — tapi penulis merangkumnya di sini sebagai konteks untuk respons Allah yang akan datang.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 2:23
Jangan menyerah ketika pergumulan berlarut-larut. Seruanmu kepada Tuhan tidak sia-sia; Ia mendengar dan akan bertindak pada waktu-Nya.
Tuhan, aku berseru kepada-Mu dalam kesesakanku. Tolonglah aku, dan berikan kelepasan sesuai dengan waktu-Mu. Amin.