Anak Musa lahir dan dinamai 'pendatang di negeri asing'
Keluaran 2:22
Musa Lari ke Midian
“Kemudian, perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan Musa menamainya Gersom, sebab katanya, “Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing.””Keluaran 2:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, maka Musa menamainya Gersom, sebab katanya: "Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing."”Keluaran 2:22 · TB
Terjemahan Baru
“Zipora melahirkan seorang anak laki-laki. Anak itu diberi nama Gersom, karena Musa berpikir, "Aku seorang asing di sini."”Keluaran 2:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sipora melahirkan anak laki-laki dan Musa menamainya Gersom, karena dia berkata, “Aku sudah menjadi pendatang di negeri asing.””Keluaran 2:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And she bare him a son, and he called his name Gershom: for he said, I have been a stranger in a strange land.”Keluaran 2:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 2:22?
Musa menamai anaknya Gersom, yang berarti 'pendatang di negeri asing'. Ini mencerminkan perasaannya sebagai orang asing di Midian, dan juga mengingatkannya akan perjalanan hidupnya.
Latar belakang
Nama yang mengungkap perasaan terdalam Musa
Zipora melahirkan anak laki-laki dan Musa menamainya Gersom — dari kata Ibrani 'ger' (pendatang/orang asing) dan 'sham' (di sana). Nama ini adalah pengakuan jujur Musa tentang kondisinya: ia adalah orang asing di Midian. Ia bukan milik Mesir, bukan milik Midian — jiwanya masih di antara dua dunia.
Di mana
Midian, Semenanjung Sinai
Rumah Musa dan Zipora di Midian · kelahiran anak pertama di tanah asing
Kapan
~1485 SM
Musa di Midian
Yang berbicara
Musa (penulis)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Generasi yang keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַתֵּלֶד
vateled · perempuan itu
Melahirkan — kata kerja yang selalu menandai kelahiran tokoh penting dalam Alkitab.
גֵּרְשֹׁם
Gershom · Gersom
Dari 'ger' (orang asing) dan 'sham' (di sana) — namanya menjadi kesaksian hidup Musa sebagai pendatang.
גֵר
ger · pendatang
Orang asing yang tinggal sementara di negeri orang lain — status rentan yang kemudian menjadi dasar perintah Allah untuk mengasihi orang asing (Im 19:34).
Nama 'Gersom' mengabadikan perasaan Musa sebagai 'pendatang' — dan kata 'ger' ini kelak menjadi landasan etika sosial Israel: ingat kamu pernah menjadi pendatang di Mesir.
Tahukah kamu
Nama anak sebagai jurnal hidup
Di budaya kuno, nama anak sering mencerminkan kondisi atau perasaan orang tua saat kelahiran. Yakub menamakan anak sulungnya berdasarkan pergumulannya (Kejadian 29-30). Musa melakukan hal yang sama: Gersom adalah catatan hati seorang pengungsi yang belum menemukan tanah airnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 2:22
Keluaran 22:21
Israel ingat sebagai pendatang
“Janganlah kamu menindas atau menyengsarakan orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.”
Ulangan 10:19
perintah mengasihi pendatang
“Sebab itu haruslah kamu mengasihi orang asing, karena kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.”
Ibrani 11:13
orang asing di bumi ini
“Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya melihatnya dari jauh dan melambai-lambaikan tangan kepada-Nya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 2:22
✕ Sering dikira
Musa sudah merasa nyaman dan bahagia sepenuhnya di Midian
✓ Yang sebenarnya
Nama Gersom justru menunjukkan Musa masih merasakan dirinya sebagai orang asing — ada kerinduan yang belum terpuaskan.
✕ Sering dikira
Gersom artinya 'diusir dari sana' bukan 'pendatang di sana'
✓ Yang sebenarnya
Secara teknis bisa keduanya, tapi penjelasan Musa sendiri ('aku telah menjadi seorang pendatang') menunjukkan makna 'pendatang' yang ia maksud.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 2:22
Pengalaman menjadi 'asing' bisa terasa sulit, tetapi itu juga bisa mengingatkan kita bahwa rumah sejati kita adalah di dalam Tuhan. Renungkan identitasmu sebagai anak Allah, bukan hanya di dunia ini.
Bapa, ketika aku merasa asing dan sendirian, ingatkanlah bahwa aku warga Kerajaan-Mu, dan di dalam-Mu aku pulang. Amin.