Israel menangis dalam perbudakan, seruan naik kepada Allah
Keluaran 2:23-25
Allah Mengingat Perjanjian-Nya
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Kematian Firaun bukan kelegaan, tapi Israel tetap berseru
Raja Mesir mati — momen yang seharusnya memberi harapan. Tapi pengganti Firaun rupanya tidak mengubah nasib Israel. Mereka masih dalam perbudakan, dan kini seruan mereka 'naik kepada Allah.' Kata 'naik' ini penting — doa mereka tidak cuma bicara kepada udara kosong, tapi benar-benar sampai kepada Allah yang mendengar.
Di mana
Gosyen, Mesir
Kamp perbudakan di Mesir · tangisan yang telah lama tertahan akhirnya meledak
Kapan
~1446 SM
Penderitaan Israel Mencapai Puncak
Yang berbicara
Musa (penulis)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Generasi yang keluar dari Mesir
Arti tiap ayat
Penjelasan Keluaran 2:23-25 Ayat per Ayat
Keluaran 2:23
Raja Mesir yang lama mati, tetapi bangsa Israel masih menderita dan berseru kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa penderitaan mereka berlangsung lama, dan mereka mulai berteriak meminta tolong kepada Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Keluaran 2:24
Allah mendengar erangan Israel dan mengingat perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. Ini menunjukkan bahwa Allah setia pada janji-Nya dan tidak melupakan umat-Nya, bahkan ketika mereka menderita.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Keluaran 2:25
Ayat ini menegaskan bahwa Allah mendengar jeritan bangsa Israel yang tertindas di Mesir. Meskipun mereka sudah lama menderita, Allah tetap ingat akan perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. Ini menunjukkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →