Laut kembali menenggelamkan Mesir
Keluaran 14:27
Penyeberangan Laut Teberau
“Musa pun mengulurkan tangannya ke atas laut dan laut berbalik ke keadaan semula ketika pagi menjelang. Orang Mesir berlarian ke air itu dan TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut.”Keluaran 14:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut.”Keluaran 14:27 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu Musa mengacungkan tangannya ke atas laut dan pada waktu fajar merekah, air kembali pada keadaannya yang semula. Orang Mesir berusaha menyelamatkan diri, tetapi TUHAN menenggelamkan mereka ke dalam laut.”Keluaran 14:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka pada waktu fajar sesudah umat Israel menyeberang, Musa mengarahkan tongkatnya ke atas laut, dan air laut menyatu kembali seperti semula. Pasukan Mesir berusaha melarikan diri, tetapi TUHAN menenggelamkan mereka di tengah laut.”Keluaran 14:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Moses stretched forth his hand over the sea, and the sea returned to his strength when the morning appeared; and the Egyptians fled against it; and the LORD overthrew the Egyptians in the midst of the sea.”Keluaran 14:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 14:27?
Saat pagi tiba, Musa mengulurkan tangannya dan air laut kembali menutupi orang Mesir yang sedang berlarian ke arah air. TUHAN menenggelamkan mereka ke tengah laut, menunjukkan kuasa-Nya yang dahsyat dan menjadi pembalasan bagi Israel.
Latar belakang
Akhir dari keangkuhan Firaun
Saat pagi menjelang, Musa mengulurkan tangan dan laut kembali ke keadaan semula. TUHAN 'mencampakkan' (nie-er) orang Mesir ke tengah-tengah laut. Kata 'mencampakkan' mengandung kesan kekerasan dan ketidakberdayaan total — pasukan terkuat di dunia kuno dibuang seperti sampah ke dalam laut.
Di mana
Laut Teberau
Fajar menyingsing · air kembali menghantam pasukan Mesir
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Narator (Musa)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Pembaca Taurat
Umat Israel generasi padang belantara
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיְנַעֵר
vayne'er · mencampakkan
Mengguncang/mencampakkan; seperti mengocok isi kantong — gerakan keras yang membuang semua isinya sekaligus
יָּשָׁב
yashav · berbalik
Kembali ke keadaan semula; laut kembali ke kondisi normalnya seolah keajaiban pembelahan tidak pernah terjadi
נָסִים
nasim · berlarian
Melarikan diri dalam kepanikan; tapi sudah terlambat — mereka berlari ke dalam air yang sudah kembali
Allah 'mencampakkan' (vayne'er — seperti mengguncang kantong) Mesir ke laut yang 'kembali' (yashav) normal — pasukan yang sedang 'melarikan diri' (nasim) tidak punya tempat untuk lari.
Tahukah kamu
Saat pagi: momen simbolis
Laut kembali 'ketika pagi menjelang' (לִפְנוֹת בֹּקֶר). Dalam simbolisme Alkitab, pagi adalah waktu terang, harapan, dan keselamatan baru (Rat. 3:23). Tapi bagi Mesir, fajar justru membawa kehancuran. Momen yang sama bisa berarti sangat berbeda tergantung di pihak mana kamu berdiri.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 14:27
Mazmur 78:53
laut sebagai alat hukuman
“Dia memimpin mereka dengan aman dan tidak ada rasa takut, tetapi laut menenggelamkan musuh-musuh mereka.”
Nehemia 9:11
dicampakkan ke laut
“...dan para pengejarnya Engkau campakkan ke dalam kedalaman bagaikan batu di dalam air yang bergelora.”
Keluaran 15:1
konfirmasi dalam nyanyian
“...Kuda-kuda dan para penunggangnya telah dicampakkan-Nya ke laut.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 14:27
✕ Sering dikira
Orang Mesir berhasil kabur sebelum air kembali
✓ Yang sebenarnya
Teks menyebut mereka 'berlarian ke dalam air' (bukan menjauh) dan kemudian ditenggelamkan
✕ Sering dikira
Musa yang menenggelamkan Mesir dengan kekuatan tongkatnya
✓ Yang sebenarnya
TUHAN yang bertindak — Musa hanya mengulurkan tangan sebagai tanda ketaatan; kuasanya ada pada Allah
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 14:27
Tuhan tidak setengah-setengah menyelamatkan; Dia menyelesaikan sampai tuntas. Ketika kita berserah pada rencana-Nya, kita bisa yakin bahwa Dia akan menuntaskan pekerjaan-Nya, meski mungkin butuh waktu dan kesabaran.
Tuhan, kami bersyukur karena Engkau menyelesaikan apa yang Engkau mulai; sempurnakanlah karya-Mu dalam hidup kami, Amin.