TUHAN memutuskan untuk memusnahkan — hukuman yang menyeluruh
Kejadian 6:7
Manusia Menjadi Jahat
“Karena itu, TUHAN berfirman, “Aku akan memusnahkan manusia yang telah Kuciptakan dari muka bumi; baik manusia dan binatang, yang merayap dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal telah menjadikan mereka.””Kejadian 6:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang- binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."”Kejadian 6:7 · TB
Terjemahan Baru
“sehingga berkata, "Akan Kubinasakan manusia yang telah Kuciptakan itu, dan juga segala burung dan binatang lainnya, sebab Aku menyesal telah menciptakan mereka."”Kejadian 6:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Berkatalah TUHAN, “Aku akan memusnahkan seluruh manusia, binatang berkaki empat, binatang melata, binatang merayap, dan burung-burung. Tidak akan ada satu pun yang tertinggal dari segala yang masih hidup di atas bumi. Aku sangat menyesal karena sudah menciptakan semua makhluk hidup itu.””Kejadian 6:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the LORD said, I will destroy man whom I have created from the face of the earth; both man, and beast, and the creeping thing, and the fowls of the air; for it repenteth me that I have made them.”Kejadian 6:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 6:7?
Tuhan memutuskan untuk menghapuskan manusia dan hewan dari bumi karena penyesalan-Nya telah menciptakan mereka. Ini menunjukkan betapa seriusnya dosa manusia, tetapi juga membuka jalan bagi rencana penyelamatan melalui Nuh.
Latar belakang
Hukuman yang menyeluruh: manusia, binatang, yang merayap, dan burung
Allah tidak hanya memutuskan untuk memusnahkan manusia — tapi juga binatang, yang merayap, dan burung. Mengapa binatang dihukum karena dosa manusia? Ini mencerminkan prinsip yang berlaku dari Kejadian 3: dosa manusia memiliki dampak kosmis pada seluruh ciptaan. Tanah dikutuk karena Adam (3:17), dan kini seluruh ciptaan terkena dampak dari kerusakan manusia. Dosa manusia tidak pernah hanya berdampak pada manusia saja.
Di mana
Seluruh bumi pra-air bah
Keputusan ilahi yang paling berat: memusnahkan yang sudah diciptakan
Kapan
Menjelang air bah
Keputusan Allah untuk menghukum dengan air bah
Yang berbicara
TUHAN Allah
Allah yang memutuskan tindakan hukuman setelah melihat kerusakan total manusia
Kepada
Seluruh manusia pra-air bah
Generasi yang tidak disampaikan keputusan ini secara langsung — tapi Nuh yang akan mendengar dan memperingatkan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֶמְחֶה
'emkheh · Aku akan memusnahkan
Aku akan menghapus — makhah (menghapus, memusnahkan, menghilangkan); kata yang dipakai untuk menghapus tulisan dari gulungan. Allah akan 'menghapus' manusia dari bumi seperti menghapus tulisan dari permukaan.
אֲשֶׁר בָּרָאתִי
'asher bara'ti · yang telah Kuciptakan
Yang telah Kuciptakan — bara' yang sama dengan Kejadian 1:1; Allah yang menciptakan (bara') kini akan memusnahkan. Ini keputusan yang berat bagi Sang Pencipta sendiri.
כִּי נִחַמְתִּי
ki nikhamti · menyesal
Karena Aku menyesal — nakham lagi; ini konfirmasi dari Allah sendiri tentang perasaan yang penulis nyatakan di ayat 6. Penyesalan yang mendorong tindakan.
'Emkheh (Aku akan menghapus) et ha'adam asher bara'ti (manusia yang Aku ciptakan) me'al peney ha'adamah (dari atas permukaan tanah). Bara' (ciptakan) bertemu emkheh (hapus) — Pencipta memusnahkan ciptaan-Nya. Ki nikhamti (karena Aku menyesal) asitam (membuatnya). Penyesalan yang paling berat: ketika yang dihapus adalah yang kita ciptakan sendiri.
Tahukah kamu
'Aku menyesal telah menjadikan mereka' — diulang dari ayat 6
Dalam ayat 6, penulis berkata TUHAN 'menyesal' (nakham). Dalam ayat 7, TUHAN sendiri berkata 'Aku menyesal telah menjadikan mereka'. Pengulangan ini disengaja — penulis pertama menyatakan perasaan Allah, lalu Allah sendiri mengkonfirmasinya dalam keputusan-Nya. Ini bukan hanya duka pasif tapi duka yang mendorong tindakan. Allah yang berduka adalah Allah yang bertindak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 6:7
Roma 8:20-22
seluruh ciptaan terkena dampak dosa manusia — yang sudah terjadi di Kej. 6:7 (binatang juga dihapus)
“Sebab ciptaan telah ditaklukkan kepada kesia-siaan... ciptaan sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan...”
2 Petrus 3:7
hukuman melalui air ini adalah pola untuk hukuman melalui api yang akan datang
“Tetapi langit dan bumi yang ada sekarang... dipelihara untuk api, untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.”
Wahyu 21:5
pembaruan total yang akan datang adalah kebalikan dari penghapusan di Kej. 6:7 — bukan penghapusan tapi pembaruan
“Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: 'Lihatlah, Aku menjadikan semua hal baru!'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 6:7
✕ Sering dikira
"Allah memusnahkan binatang berarti binatang ikut berdosa dan layak dihukum."
✓ Yang sebenarnya
Binatang tidak bisa berdosa dalam arti moral. Pemusnahan mereka mencerminkan prinsip bahwa dosa manusia memiliki dampak kosmis pada seluruh ciptaan — bukan hukuman moral bagi binatang. Bahtera Nuh justru melestarikan binatang, menunjukkan binatang adalah korban situasi, bukan pelaku.
✕ Sering dikira
"Keputusan Allah untuk memusnahkan menunjukkan Allah mudah marah dan tidak sabaran."
✓ Yang sebenarnya
Teks mencatat kesabaran Allah yang panjang: Nuh adalah 'pemberita kebenaran' (2 Ptr. 2:5) selama 120 tahun sebelum air bah (Kej. 6:3). Allah memberi waktu yang sangat panjang. Keputusan memusnahkan datang setelah kondisi 'setiap pikiran semata-mata jahat sepanjang waktu' (6:5) — bukan amarah tergesa.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 6:7
Pernahkah kita merasa menyesal atas keputusan yang kita buat? Ayat ini mengingatkan bahwa Tuhan menanggapi dosa dengan serius, tetapi kasih-Nya tetap menyediakan jalan keluar. Mari periksa hidup kita, apakah ada yang perlu diubah sebelum terlambat.
Tuhan, mampukan aku untuk hidup sesuai kehendak-Mu dan menjauhi hal-hal yang mendukakan hati-Mu. Amin.