Yusuf memohon lewat istana Firaun
Kejadian 50:4
Pemakaman Yakub dan Pengampunan Yusuf
“Setelah masa berkabung usai, Yusuf berkata kepada seisi istana Firaun, katanya, “Jika aku mendapat kemurahan di matamu, aku mohon, bicaralah di telinga Firaun,”Kejadian 50:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setelah lewat hari-hari penangisan itu, berkatalah Yusuf kepada seisi istana Firaun: "Jika kiranya aku mendapat kasihmu, katakanlah kepada Firaun,”Kejadian 50:4 · TB
Terjemahan Baru
“Setelah habis masa berkabung, berkatalah Yusuf kepada pegawai-pegawai raja, "Sampaikanlah pesan ini kepada raja,”Kejadian 50:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Setelah masa berkabung selesai, Yusuf berkata kepada para pegawai istana, “Kalau kalian bersedia membantu saya, tolong sampaikan pesan ini kepada raja,”Kejadian 50:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when the days of his mourning were past, Joseph spake unto the house of Pharaoh, saying, If now I have found grace in your eyes, speak, I pray you, in the ears of Pharaoh, saying,”Kejadian 50:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 50:4?
Setelah masa berkabung selesai, Yusuf meminta bantuan pegawai istana Firaun untuk menyampaikan permohonannya kepada Firaun, karena mungkin dia tidak bisa langsung menghadap Firaun selama masa berkabung. Ini menunjukkan bahwa Yusuf tetap rendah hati dan menghormati protokol kerajaan.
Latar belakang
Yusuf minta izin untuk menguburkan Yakub di Kanaan
Setelah masa berkabung 70 hari selesai, Yusuf tidak bisa langsung menghadap Firaun karena sedang berkabung — mungkin ada protokol istana yang melarang orang berkabung masuk ke hadapan raja. Maka ia minta para pejabat istana menjadi perantara. Ini menunjukkan Yusuf tahu cara bermain dalam sistem birokrasi sambil tetap menghormati budaya Mesir.
Di mana
Istana Firaun, Mesir
Balai istana · masa berkabung selesai
Kapan
~1806 SM
Masa Patriark di Mesir
Yang berbicara
Yusuf
Perdana menteri Mesir, anak Yakub, ~1806 SM
Kepada
Pejabat istana Firaun
Para pembesar kerajaan Mesir yang menjadi perantara
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חֵן
khen · kemurahan
Kasih karunia atau kebaikan hati — kata yang juga menggambarkan hubungan Allah dengan manusia dalam Alkitab Ibrani.
דַּבֶּר
dabber · memohon
Berbicara atau menyampaikan — di sini berarti mengajukan permohonan secara resmi.
בֵּית פַּרְעֹה
beit par'oh · seisi istana
Secara harfiah "rumah Firaun" — merujuk pada seluruh birokrasi dan staf kerajaan.
Yusuf yang punya kuasa besar tetap menggunakan jalur resmi dan kata-kata sopan — "kemurahan" dan "aku mohon" — menunjukkan ia tetap rendah hati di hadapan sistem kekuasaan.
Tahukah kamu
Protokol istana Mesir kuno
Di Mesir kuno, ada aturan ketat tentang siapa yang boleh menghadap firaun dan dalam kondisi apa. Seseorang dalam keadaan berkabung ritual (termasuk berduka) mungkin dianggap "tidak suci" secara ritual untuk masuk ke hadapan raja yang dianggap ilahi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 50:4
Nehemia 2:5
mohon izin raja
“Aku berkata kepada raja, "Jika raja berkenan dan jika hambamu ini mendapat kemurahan di hadapan raja, izinkanlah aku pergi ke Yehuda."”
Ester 5:8
mohon kasih raja
“Jika aku mendapat kemurahan di mata raja dan jika raja berkenan mengabulkan permintaanku...”
Kejadian 47:29
pesan Yakub terpenuhi
“Ketika hari kematian Israel semakin dekat, dia memanggil anaknya Yusuf dan berkata... berjanjilah kepadaku dengan sumpah bahwa kamu akan menguburkanku bukan di Mesir.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 50:4
✕ Sering dikira
Yusuf takut atau tidak punya kuasa
✓ Yang sebenarnya
Yusuf sangat berkuasa, tapi ia menghormati protokol istana dan menggunakan jalur yang benar — ini kebijaksanaan, bukan kelemahan.
✕ Sering dikira
Firaun tidak tahu tentang ayah Yusuf
✓ Yang sebenarnya
Seluruh Mesir berkabung 70 hari untuk Yakub — mustahil Firaun tidak tahu siapa dia.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 50:4
Kita bisa belajar dari Yusuf untuk meminta bantuan orang lain saat kita membutuhkan, dan melakukannya dengan cara yang sopan dan menghormati aturan yang berlaku.
Ya Tuhan, ajari aku untuk meminta pertolongan dengan rendah hati dan menghormati otoritas yang ada, seperti Yusuf. Amin.