Firaun memohon tafsiran dari Yusuf
Kejadian 41:15
Mimpi Firaun dan Naiknya Yusuf
“Firaun berkata kepada Yusuf, “Aku bermimpi sebuah mimpi dan tidak ada yang mampu menafsirkannya. Namun, aku telah mendengar tentangmu, bahwa kamu dapat mendengar sebuah mimpi untuk menafsirkannya.””Kejadian 41:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Aku telah bermimpi, dan seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya, tetapi telah kudengar tentang engkau: hanya dengan mendengar mimpi saja engkau dapat mengartikannya."”Kejadian 41:15 · TB
Terjemahan Baru
“Kata raja kepadanya, "Aku telah bermimpi, dan tak seorang pun dapat menerangkan artinya. Ada yang mengabarkan kepadaku bahwa engkau dapat menerangkan mimpi."”Kejadian 41:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kata raja kepada Yusuf, “Saya bermimpi, tetapi tidak ada seorang pun yang dapat mengartikannya. Saya sudah mendengar bahwa kamu dapat mengartikan mimpi.””Kejadian 41:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Pharaoh said unto Joseph, I have dreamed a dream, and there is none that can interpret it: and I have heard say of thee, that thou canst understand a dream to interpret it.”Kejadian 41:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 41:15?
Firaun menjelaskan bahwa ia bermimpi dan tidak ada yang bisa menafsirkannya, tetapi ia mendengar bahwa Yusuf memiliki kemampuan untuk menafsirkan mimpi. Firaun berharap Yusuf dapat membantunya memahami mimpinya.
Latar belakang
Raja berbicara langsung dengan mantan narapidana
Firaun menjelaskan situasinya: ada mimpi yang tidak bisa ditafsirkan siapapun, tapi dia mendengar bahwa Yusuf bisa menafsirkan. Ini momen luar biasa — raja terkuat di dunia memohon bantuan seorang budak muda orang asing.
Di mana
Mesir (istana Firaun)
Ruang audiensi kerajaan · pertemuan yang menentukan
Kapan
~1886 SM
Yusuf di Mesir
Yang berbicara
Firaun
Raja Mesir yang gelisah karena mimpi
Kepada
Yusuf
Orang Ibrani, mantan budak dan narapidana
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁמַעְתִּי
shama'ti · mendengar
Aku mendengar; tapi dalam Ibrani 'shama' lebih dari sekadar mendengar — ini mencakup mendengar dan merespons dengan serius.
לִפְתֹּר
liftor · menafsirkan
Menafsirkan, memecahkan; dari akar yang sama dengan kata Mesir kuno 'ptr' yang berarti mengurai atau membuka.
תִּשְׁמַע חֲלֹום
tishma chalom · mendengar sebuah mimpi
Mendengar mimpi untuk menafsirkannya; ungkapan idiomatis yang berarti menerima dan memahami makna mimpi.
Frasa 'mendengar mimpi untuk menafsirkannya' adalah idiom Ibrani yang unik — bukan sekadar mendengar cerita, tapi benar-benar mampu 'mendengar' apa yang dimaksud Allah di balik simbol-simbol mimpi.
Tahukah kamu
Firaun mengakui keterbatasannya
Dalam budaya Mesir kuno, Firaun dianggap setengah dewa — dia tidak pernah mengakui ketidaktahuannya kepada publik. Bahwa Firaun berkata 'tidak ada yang mampu menafsirkan' adalah pengakuan kelemahan yang sangat tidak biasa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 41:15
Daniel 2:25-26
orang buangan menafsirkan mimpi raja
“Ariokh segera membawa Daniel menghadap raja dan berkata kepadanya: 'Aku telah menemukan seorang dari antara orang-orang buangan Yehuda yang dapat memberitahukan kepada raja tafsiran itu.'”
Amsal 21:1
Allah kendalikan raja
“Hati raja ada di tangan TUHAN seperti saluran air; Dia mengarahkannya ke mana pun Dia berkenan.”
Kisah Para Rasul 7:10
hikmat Yusuf di hadapan Firaun
“dan menyelamatkannya dari segala kesusahannya, dan mengaruniakan kepadanya kasih karunia dan hikmat di hadapan Firaun, raja Mesir.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 41:15
✕ Sering dikira
"Firaun memanggil Yusuf karena putus asa"
✓ Yang sebenarnya
Firaun memang putus asa, tapi itu adalah bagian dari rencana Allah — keputusasaan Firaun membuka jalan bagi Yusuf untuk tampil.
✕ Sering dikira
"Yusuf dianggap setara ahli sihir Mesir"
✓ Yang sebenarnya
Yusuf dianggap berbeda — bukan ahli sihir biasa, tapi seseorang yang bisa 'mendengar mimpi' dengan cara yang lain sama sekali.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 41:15
Ketika orang lain datang kepada kita dengan masalah, tanggapan pertama kita haruslah rendah hati dan bersandar pada Allah, bukan pada kemampuan diri sendiri.
Bapa, jadikan aku saluran berkat-Mu. Beri aku kebijaksanaan untuk menolong orang lain, sambil tetap mengandalkan-Mu. Amin.