Istri Yehuda mati, Yehuda pergi ke Timna
Kejadian 38:12
Yehuda dan Tamar
“Setelah beberapa waktu, istri Yehuda, yaitu anak Syua, mati. Ketika Yehuda sudah terhibur, dia pergi kepada orang-orang yang mencukur bulu domba-dombanya di Timna, dia bersama temannya, Hira, orang Adulam itu.”Kejadian 38:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setelah beberapa lama matilah anak Syua, isteri Yehuda. Habis berkabung pergilah Yehuda ke Timna, kepada orang-orang yang menggunting bulu domba-dombanya, bersama dengan Hira, sahabatnya, orang Adulam itu.”Kejadian 38:12 · TB
Terjemahan Baru
“Beberapa waktu kemudian istri Yehuda meninggal. Setelah habis masa berkabung, Yehuda mengajak Hira, temannya dari Adulam itu, pergi ke Timna, tempat domba-dombanya digunting bulunya.”Kejadian 38:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Beberapa waktu kemudian, istri Yehuda, anak Syua, meninggal dunia. Sesudah Yehuda melalui masa perkabungannya, dia pergi ke Timna bersama Hira, sahabatnya dari Adulam, untuk mengawasi orang-orang yang bekerja menggunting bulu domba-dombanya.”Kejadian 38:12 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And in process of time the daughter of Shuah Judah’s wife died; and Judah was comforted, and went up unto his sheepshearers to Timnath, he and his friend Hirah the Adullamite.”Kejadian 38:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 38:12?
Setelah istri Yehuda mati, ia pergi ke Timna untuk mencukur bulu domba-domanya, ditemani sahabatnya Hira. Ini adalah latar untuk pertemuan antara Yehuda dan Tamar, yang akan mengubah hidup mereka. Masa berkabung berlalu, dan Yehuda melanjutkan aktivitasnya.
Latar belakang
Setelah berduka, Yehuda pergi ke pesta pencukuran domba
Setelah istrinya meninggal dan masa berkabungnya selesai, Yehuda pergi bersama temannya Hira ke Timna untuk mengawasi pencukuran domba-dombanya. Musim pencukuran domba di dunia kuno adalah perayaan besar — penuh sukacita, makan-minum, dan keramaian.
Di mana
Timna, Kanaan
Musim pencukuran domba · masa berduka yang usai
Kapan
~1790 SM
Era Patriark
Yang berbicara
Musa
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat Israel di padang gurun Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּנָּחֶם
wayyinnahem · terhibur
Dihibur atau masa berkabungnya usai — menunjukkan periode duka yang formal telah selesai
תִּמְנָתָה
Timnah · Timna
Kota di perbukitan Yehuda, kelak menjadi lokasi kisah Simson dalam Hakim-hakim
גֹּזֲזֵי צֹאנוֹ
gozazei tzono · mencukur bulu domba
Pencukur domba-dombanya — musim pencukuran adalah perayaan panen besar di dunia pastoral kuno
Timing penting: baru setelah Yehuda 'terhibur' (masa berkabung usai), dia pergi keluar. Dan Tamar langsung mengambil kesempatan ini. Teks menyusun alur dengan cermat — kematian istri Yehuda membuka celah untuk rencana Tamar.
Tahukah kamu
Pencukuran domba adalah festival sosial besar
Di Timur Tengah Kuno, musim pencukuran domba setara dengan panen raya — ada pesta, makan bersama, dan pertemuan sosial besar. Nabal dalam 1 Samuel 25 juga sedang mengadakan pesta besar saat musim ini. Wajar jika banyak orang berkumpul.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 38:12
1 Samuel 25:2-4
pesta pencukuran domba
“Nabal sedang mencukur domba-dombanya... dan Daud mendengar di padang gurun bahwa Nabal sedang mencukur domba-dombanya.”
Hakim-hakim 14:1
lokasi Timna dalam Alkitab
“Simson pergi ke Timna dan di Timna ia melihat seorang perempuan dari anak-anak perempuan orang Filistin.”
Pengkhotbah 3:4
waktu berduka berlalu
“Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 38:12
✕ Sering dikira
Yehuda tidak patut pergi bersenang-senang setelah istrinya baru meninggal
✓ Yang sebenarnya
Teks mencatat bahwa Yehuda baru pergi setelah masa berkabung selesai ('terhibur') — ini sesuai protokol berkabung yang normal
✕ Sering dikira
Timna adalah kota yang sama dengan tempat Simson dalam Hakim-hakim
✓ Yang sebenarnya
Mungkin kota yang sama atau berbeda — ada beberapa kota bernama Timna di wilayah Kanaan
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 38:12
Hidup terus berjalan setelah dukacita. Tuhan bisa memakai momen-momen biasa dalam kehidupan kita untuk membawa perubahan besar. Tetaplah berharap dan percaya bahwa rencana-Nya indah.
Ya Allah, dalam suka dan duka, tuntunlah langkahku. Aku percaya Engkau bekerja dalam setiap musim hidupku. Amin.