Hemor berkata kepada mereka: jiwa anakku Sikhem terpaut kepada anak perempuanmu — berikanlah dia kepadanya untuk menjadi istrinya
Kejadian 34:8
Dina di Sikhem
“Akan tetapi, Hemor berkata kepada mereka, katanya, “Jiwa anakku, Sikhem, telah terpaut kepada anak perempuanmu. Aku mohon, berikanlah anak perempuanmu itu kepadanya untuk menjadi istrinya.”Kejadian 34:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Berbicaralah Hemor kepada mereka itu: "Hati Sikhem anakku mengingini anakmu; kiranya kamu memberikan dia kepadanya menjadi isterinya”Kejadian 34:8 · TB
Terjemahan Baru
“Kata Hemor kepada Yakub, "Anak saya Sikhem telah jatuh cinta kepada anak Saudara; saya mohon supaya Saudara mengizinkan anak saya kawin dengan dia.”Kejadian 34:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Hemor berkata kepada mereka semua, “Sikem, anak saya, sangat menyukai Dina, anak perempuan keluarga kalian. Karena itu, saya mohon persetujuan kalian supaya dia bisa menikahi Dina.”Kejadian 34:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Hamor communed with them, saying, The soul of my son Shechem longeth for your daughter: I pray you give her him to wife.”Kejadian 34:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 34:8?
Hemor, ayah Sikhem, datang kepada Yakub dan meminta Dina untuk dinikahkan dengan Sikhem. Ia berkata bahwa Sikhem sangat mencintai Dina, namun terjadinya pemerkosaan diabaikan seolah-olah hanya masalah kecil yang bisa diselesaikan dengan pernikahan.
Latar belakang
Vayyedabber Chamor itam lemor Shekhem beni chashqah nafsho bevitkhtem tenu na oto lo le'ishah
'Vayyedabber Chamor itam' = dan Hemor berbicara kepada mereka; 'lemor Shekhem beni chashqah nafsho bevitkhtem' = katanya: Sikhem anakku — jiwanya terpaut/menginginkan anak perempuanmu; 'tenu na oto lo le'ishah' = berikanlah kiranya dia kepadanya untuk menjadi istri. Hemor memulai dengan perasaan anaknya ('chashqah nafsho' = jiwanya menginginkan/terpaut dengan hasrat yang kuat) — tapi tidak menyebut apa yang sudah terjadi. 'Chashaq' = hasrat yang sangat kuat = kata yang lebih intens dari kata-kata cinta biasa; dipakai untuk menggambarkan keterikatan yang dalam. Hemor menyajikan situasi seolah-olah ini adalah permintaan pernikahan biasa yang didorong oleh cinta anak.
Di mana
Kamp Yakub di Sikhem
Negosiasi formal antara Hemor dan keluarga Yakub — Hemor mewakili anaknya, keluarga Yakub mewakili Dina yang tidak hadir
Kapan
Sekitar 1737 SM
Negosiasi pernikahan oleh pihak pelaku — tawaran yang mengabaikan realita kekerasan
Yang berbicara
Hemor
Yang berbicara kepada Yakub dan anak-anaknya dengan tawaran resmi pernikahan — menggunakan bahasa afeksi ('jiwa terpaut') untuk menutupi konteks kekerasan
Kepada
Yakub dan anak-anaknya
Yang mendengar tawaran pernikahan dari ayah pelaku — tawaran yang terdengar seperti permintaan biasa tapi datang setelah kekejian yang baru terjadi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָשְׁקָה נַפְשׁוֹ
chashqah nafsho · jiwanya terpaut
Jiwanya menginginkan/terpaut dengan hasrat — chashqah (dari chashaq = menginginkan dengan hasrat yang sangat kuat, terpaut; qal perfek feminin = jiwanya menginginkan; 'chashaq' lebih intens dari 'ahav' [mencintai] — ini adalah kerinduan yang sangat kuat dan mendalam; dalam Ulangan 7:7 Allah 'chashaq' kepada Israel = Allah memilih Israel dari kecintaan yang mendalam; dalam Ulangan 21:11 digunakan untuk laki-laki yang menginginkan tawanan perang sebagai istri — konteks yang serupa); nafsho (jiwanya; dari nefesh = jiwa, diri; ini adalah 'nefesh' yang menginginkan, bukan sekadar pikiran atau emosi saja — seluruh diri yang terpaut)
Vayyedabber Chamor itam Shekhem beni chashqah nafsho bevitkhtem tenu na oto lo le'ishah (dan Hemor berbicara kepada mereka: Sikhem anakku jiwanya sangat terpaut kepada anak perempuanmu berikanlah kiranya dia kepadanya sebagai istri). Chashqah nafsho — 'jiwanya sangat terpaut': kata hasrat yang paling kuat dalam kosakata Ibrani; Hemor menggunakan kata yang paling kuat untuk afeksi — tanpa menyebut kekerasan yang mendahuluinya. Tenu na — 'berikanlah kiranya': 'na' = permohonan hormat; Hemor memohon, tidak memaksa — tapi Dina sudah dalam kuasa Sikhem.
Tahukah kamu
Hemor tidak menyebutkan sama sekali apa yang dilakukan Sikhem kepada Dina dalam seluruh pidatonya (34:8-10) — dia memulai dengan 'jiwa anakku terpaut' dan langsung ke tawaran intermarriage dan hak bermukim; ketiadaan pengakuan atau permintaan maaf dalam pidato Hemor adalah bagian dari narasi yang membuat pembaca merasakan ketidakseimbangan moral yang ekstrem
Pidato Hemor (34:8-10) adalah tiga ayat tanpa satu pun pengakuan kesalahan: 'jiwa anakku terpaut... berikanlah anak perempuanmu... marilah kita saling berbesan... tinggallah bersama kami, berdagang, dan kumpulkan harta.' Tawaran yang sangat menguntungkan secara ekonomi — hak bermukim, hak berdagang, integrasi sosial. Tapi semua ini diucapkan seolah-olah ini adalah negosiasi normal, bukan respons terhadap kekerasan. Narasi mencatat ketiadaan ini dan membiarkan pembaca merasakan absurditasnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 34:8
Ulangan 21:11-13
Hukum dalam Ulangan 21:11-13 menggunakan kata 'chashaq' yang sama (tertarik kepada tawanan) dan mengatur prosedur pernikahan yang sah; konteks Hemor-Dina (34:8) mirip tapi terjadi sebelum hukum ini ada; ironi: proses yang diwajibkan hukum Musa justru terbalik di sini
“dan engkau melihat di antara tawanan itu seorang perempuan yang cantik, dan engkau tertarik kepadanya dan mau mengambil dia sebagai isterimu: maka haruslah engkau membawa dia ke dalam rumahmu... sesudah itu barulah engkau menghampirinya dan menjadi suaminya dan dia menjadi isterimu.”
Ulangan 7:7
'Chashaq' yang Hemor gunakan untuk afeksi Sikhem (34:8) adalah kata yang sama dengan pilihan Allah atas Israel (Ul. 7:7); kontras yang mengejutkan: dari 'chashaq' Sikhem yang lahir dari penyitaan dan kekerasan ke 'chashaq' Allah yang lahir dari kasih yang bebas dan memilih
“Bukan karena kamu lebih banyak dari bangsa mana pun juga TUHAN berkeinginan [chashaq] pada kamu dan memilih kamu...”
Hosea 2:19
Kontras dengan tawaran Hemor-Sikhem (34:8): Hosea 2:19 menggambarkan 'pernikahan' Allah dengan Israel dalam 'kebenaran dan keadilan' (tsedek umishpat); pernikahan sejati dibangun di atas keadilan, bukan kekerasan yang kemudian ditutup dengan tawaran formal
“Aku akan menjadikan engkau istri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau istri-Ku dalam kebenaran dan keadilan, dalam kasih setia dan kasih sayang.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 34:8
✕ Sering dikira
"Hemor memulai dengan afeksi anaknya berarti dia tidak tahu apa yang sudah terjadi."
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada indikasi Hemor tidak tahu. Sikhem yang meminta Hemor mendapatkan Dina (34:4) mungkin sudah menceritakan situasinya. Lebih mungkin bahwa Hemor memilih untuk tidak menyebut kekerasan itu dalam negosiasi resmi — strategi retorika yang menempatkan diskusi pada kerangka yang paling menguntungkan bagi pihaknya.
✕ Sering dikira
"Tawaran Hemor adalah tawaran yang adil karena dia menawarkan banyak hal."
✓ Yang sebenarnya
Tawaran ekonomi yang menggiurkan (bermukim, berdagang, mengumpulkan harta, 34:10) tidak menghapus kejahatan yang mendahuluinya. Negosiasi yang baik secara materi bisa tetap bermasalah secara moral. Anak-anak Yakub menjawab 'dengan tipu daya' (34:13) karena mereka merasakan ketidakadilan fundamental dalam situasi ini.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 34:8
Terkadang kita mencoba memperbaiki kesalahan besar dengan solusi yang dangkal tanpa mengakui keparahan masalah. Kejujuran dan pertobatan sejati lebih penting daripada sekadar menutupi kesalahan.
Ya Tuhan, mampukan aku untuk mengakui kesalahan dengan jujur dan mencari pemulihan yang sungguh-sungguh, bukan sekadar solusi yang menenangkan. Amin.