Mereka juga mengambil seluruh kekayaan, anak-anak, dan istri-istri — menjarah semua yang ada di rumah
Kejadian 34:29
Dina di Sikhem
“seluruh kekayaannya, semua anaknya, dan istri-istrinya, bahkan menjarah segala sesuatu yang ada di dalam rumah.”Kejadian 34:29 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“segala kekayaannya, semua anaknya dan perempuannya ditawan dan dijarah mereka, juga seluruhnya yang ada di rumah-rumah.”Kejadian 34:29 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka mengambil semua barang yang berharga, menawan semua wanita dan anak-anak, dan merampas segala isi rumah-rumah di kota itu.”Kejadian 34:29 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mereka mengambil semua kekayaan dan harta benda dari rumah-rumah, serta menawan anak-anak kecil dan para perempuan.”Kejadian 34:29 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And all their wealth, and all their little ones, and their wives took they captive, and spoiled even all that was in the house.”Kejadian 34:29 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 34:29?
Mereka menjarah seluruh kekayaan, anak-anak, dan istri-istri penduduk Sikhem, menjadikan mereka sebagai tawanan. Ini adalah puncak dari pembalasan yang kejam, menghancurkan seluruh komunitas.
Latar belakang
Eskalasi penjarahan: perempuan dan anak-anak sebagai tawanan
Penjarahan melampaui harta dan hewan: mereka mengambil 'seluruh kekayaan' (cheil), 'anak-anak kecil mereka' (tapam), dan 'istri-istri mereka' (nasheihem). Ini adalah eskalasi yang sangat mengkhawatirkan: perempuan dan anak-anak yang sama sekali tidak terlibat dalam kekerasan terhadap Dina kini menjadi tawanan. Narasi mencatat ini tanpa komentar — tapi detail ini adalah salah satu yang membuat Yakub kemudian mengkritik tindakan anak-anaknya.
Di mana
Dalam rumah-rumah kota Sikhem
Anak-anak Yakub masuk ke dalam setiap rumah dan mengambil semua yang ada
Kapan
~1737 SM
Peristiwa Dina di Sikhem
Yang berbicara
Narasi
Penulis Kejadian yang merinci eskalasi penjarahan: dari hewan ke manusia
Kepada
Pembaca
Yang membaca dengan ngeri: penjarahan yang dimulai dari hewan kini mencakup perempuan dan anak-anak yang tidak bersalah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וְאֶת כָּל חֵילָם
ve'et kol cheilam · seluruh kekayaannya
Dan seluruh kekayaan/kekuatan mereka — ve'et kol (dan semua; kol = semua, seluruh); cheilam (dari chayil = kekuatan, kekayaan, pasukan; sufiks = mereka; 'chayil' adalah kata yang sangat kaya: kekuatan fisik, kemampuan, kekayaan, pasukan; 'kol cheilam' = seluruh kekuatan/kekayaan mereka = semua aset yang ada; Hemor dan Sikhem telah menawarkan kekayaan ini kepada keluarga Yakub sebagai iming-iming [34:21-23] — tapi yang terjadi adalah sebaliknya)
וְאֶת טַפָּם
ve'et tapam · anak-anaknya
Dan anak-anak kecil mereka — ve'et (dan + partikel objek); tapam (dari taf = anak-anak kecil; sufiks = mereka; 'taf' adalah kata spesifik untuk anak-anak yang masih kecil dan bergantung; anak-anak yang tidak punya pilihan dan tidak terlibat dalam keputusan apapun; pengambilan 'taf' sebagai tawanan adalah konsekuensi yang sangat menyakitkan dari tindakan Simeon dan Lewi)
וְאֶת נְשֵׁיהֶם
ve'et nasheihem · istri-istrinya
Dan istri-istri mereka — ve'et (dan + partikel objek); nasheihem (dari nashim = perempuan, istri; sufiks = mereka; 'nasheihem' = istri-istri mereka = perempuan-perempuan kota yang menjadi janda setelah pembantaian suami-suami mereka, kini menjadi tawanan; ironi yang menyakitkan: tindakan yang dimulai untuk 'memulihkan' kehormantan perempuan [Dina] kini menciptakan kondisi serupa bagi perempuan-perempuan Sikhem)
Tiga yang diambil: 'kol cheilam' (seluruh kekayaan) + 'tapam' (anak-anak kecil) + 'nasheihem' (istri-istri). Penjarahan yang dimulai dari hewan (34:28) kini mencakup manusia. Perempuan dan anak-anak Sikhem — yang tidak terlibat dalam kekerasan terhadap Dina — kini mengalami situasi yang bisa dianalogikan dengan situasi Dina: kehilangan kendali atas hidup mereka karena tindakan laki-laki.
Tahukah kamu
Pengambilan perempuan dan anak sebagai tawanan adalah praktik perang kuno yang kemudian diatur ketat hukum Musa
Ulangan 20:14 mengatur pengambilan tawanan dalam perang yang diperintahkan Allah: 'Istri-istri, anak-anaknya, ternak dan segala yang ada di kota itu, segala jarahan perang, boleh kamu ambil bagimu sendiri.' Tapi ini adalah perang yang diperintahkan Allah melawan kota yang tidak menyerah. Di sini, tidak ada perintah ilahi. Anak-anak Yakub mengikuti pola perang kuno tanpa otoritas ilahi di belakangnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 34:29
Ulangan 20:14
hukum tawanan perang yang kemudian dikodifikasikan
“Tetapi istri-istri, anak-anaknya, ternak dan segala yang ada di kota itu, segala jarahan perang, boleh kamu ambil bagimu sendiri...”
Bilangan 31:17-18
nasib perempuan dalam perang kuno
“Maka sekarang bunuhlah semua anak laki-laki di antara anak-anak itu, dan bunuhlah juga semua perempuan yang sudah tidur dengan laki-laki. Tetapi semua anak-anak perempuan yang belum tidur dengan laki-laki, biarkanlah mereka hidup bagimu.”
Ayub 1:15
penjarahan yang mengambil manusia sekaligus harta
“...lalu datanglah orang Seba dan merampasnya. Bahkan hamba-hamba itu dibunuh dengan pedang; hanya aku seorang diri yang terluput, sehingga dapat memberitahukannya kepadamu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 34:29
✕ Sering dikira
"Mengambil istri dan anak-anak adalah konsekuensi wajar dari perang yang adil."
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada perintah ilahi atau deklarasi perang yang resmi dalam konteks ini. Tindakan Simeon dan Lewi adalah aksi pembalasan pribadi, bukan perang yang diperintahkan Allah. Mengambil perempuan dan anak-anak yang tidak bersalah sebagai tawanan adalah eskalasi yang bahkan Yakub kritik (34:30).
✕ Sering dikira
"Perempuan dan anak-anak Sikhem diambil untuk dilindungi setelah pembantaian suami/ayah mereka."
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menyebut motif perlindungan. Kata 'vayyivzu' (menjarah) yang digunakan menunjukkan ini adalah pengambilan sebagai harta rampasan, bukan sebagai tindakan humanitarian. Konteks keseluruhan adalah penjarahan perang, bukan penyelamatan.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 34:29
Kekerasan hanya melahirkan kekerasan. Jika kita terus memelihara dendam, kita bisa menghancurkan banyak hal yang seharusnya kita lindungi.
Ya Tuhan, kendalikanlah hati kami agar tidak jatuh dalam siklus kekerasan yang merusak sesama, Amin.