Sikhem Memperkosa Dina

Kejadian 34:2

Kisah Dina dan Sikhem

Ketika Sikhem, anak Hemor, orang Hewi, pemimpin negeri itu, melihat Dina, dia membawanya dan menidurinya, lalu memerkosanya.

Kejadian 34:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kejadian 34:2?

Sikhem, putra Hemor, seorang pemimpin Hewi, melihat Dina, lalu menangkapnya dan memperkosanya. Ini adalah tindakan kekerasan yang keji dan melanggar kehendak Allah, yang menciptakan manusia dalam kesetaraan dan hormat.

Latar belakang

Tindakan Kekerasan Sikhem

Sikhem, putra pangeran setempat, melihat Dina, lalu menangkapnya dan memperkosanya. Tindakannya merusak kehormatan Dina dan keluarganya.

Di mana

Sikhem

Di kota Sikhem

Kapan

~1700 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Dina pergi mengunjungi
Sikhem mencintai Dina
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis

Tradisi Yahudi mengaitkan Kitab Kejadian dengan Musa, yang menulis sekitar 1400 SM.

P

Kepada

Pembaca

Orang Israel yang menerima tradisi nenek moyang.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

וַיַּרְא

vayar · melihat

ia melihat; memandang

וַיִּקַּח

vayikach · membawanya

ia mengambil; menangkap

וַיִּשְׁכַּב

vayishkav · menidurinya

ia berbaring; tidur dengan

Urutan kata 'melihat, mengambil, berbaring' menggambarkan sikap posesif dan agresif yang menempatkan Dina sebagai objek, bukan subjek.

Tahukah kamu

Orang Hewi

Orang Hewi adalah salah satu kelompok penduduk Kanaan yang disebut dalam Alkitab; mereka sering dianggap sebagai orang yang tinggal di pegunungan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 34:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kejadian 34:2

✕  Sering dikira

Sikhem hanya 'meniduri' tanpa kekerasan.

✓  Yang sebenarnya

Kata Ibrani menunjukkan tindakan paksa; teks jelas menyebut 'memerkosanya'.

✕  Sering dikira

Dina terlibat secara suka sama suka.

✓  Yang sebenarnya

Teks tidak pernah memberi indikasi persetujuan; yang ada adalah pemaksaan.

Renungan

Renungan Singkat Kejadian 34:2

Kekerasan seksual adalah dosa besar yang menghancurkan korban dan melukai hati Tuhan. Kita harus berbicara dan bertindak untuk melindungi yang lemah, bukan menjadi pelaku atau pembiarnya.

Tuhan, tolong aku menjadi pribadi yang menjunjung tinggi kesucian dan hormat terhadap sesama, serta berani membela yang tertindas. Amin.