Anak-anak Allah melihat anak-anak perempuan manusia — dan mengambil
Kejadian 6:2
Manusia Menjadi Jahat
“anak-anak Allah melihat bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik, lalu mereka mengambil istri-istri yang mereka pilih untuk diri mereka sendiri.”Kejadian 6:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.”Kejadian 6:2 · TB
Terjemahan Baru
“makhluk-makhluk ilahi melihat bahwa gadis-gadis itu cantik-cantik. Lalu mereka mengawini gadis-gadis yang mereka sukai.”Kejadian 6:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(6:1)”Kejadian 6:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“That the sons of God saw the daughters of men that they were fair; and they took them wives of all which they chose.”Kejadian 6:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 6:2?
Ayat ini menceritakan bahwa 'anak-anak Allah' (yang beberapa tafsir menganggap sebagai keturunan Set atau malaikat) melihat kecantikan anak-anak perempuan manusia dan mengambil mereka sebagai istri. Ini menunjukkan penyimpangan dari rencana Tuhan, karena mereka memilih pasangan berdasarkan kecantikan fisik saja tanpa memperhatikan kehendak Tuhan.
Latar belakang
Siapakah 'anak-anak Allah'? — tiga tafsiran utama
Ayat ini adalah salah satu yang paling diperdebatkan dalam seluruh Kejadian. 'Anak-anak Allah' (bene ha'Elohim) ada tiga tafsiran utama: (1) Malaikat yang jatuh/makhluk surgawi yang mengambil tubuh dan menikahi perempuan manusia; (2) Keturunan Set (garis Allah) yang menikah dengan keturunan Kain (garis dunia); (3) Raja-raja/penguasa yang menyebut diri 'anak Allah' dan mengambil perempuan seenaknya (poligami paksa oleh penguasa). Ketiga tafsiran ini masih diperdebatkan para teolog.
Di mana
Seluruh bumi pra-air bah
Percampuran yang merusak antara 'anak-anak Allah' dan 'anak-anak perempuan manusia'
Kapan
Menjelang air bah
Kerusakan moral yang memicu respons Allah
Yang berbicara
Musa (penulis)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Israel di padang gurun
Umat yang perlu memahami kedalaman kerusakan moral sebelum air bah — dan kontroversi 'anak-anak Allah'
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בְּנֵי הָאֱלֹהִים
bene ha'Elohim · anak-anak Allah
Anak-anak Allah — frasa yang sama di Ayub 1:6, 2:1 (makhluk surgawi); tapi di sini konteks dan tafsiran masih diperdebatkan antara malaikat, keturunan Set, atau penguasa.
וַיִּרְאוּ
wayyir'u · melihat
Dan mereka melihat — ra'ah (melihat); pola yang sama dengan Hawa yang 'melihat' buah itu baik (3:6) dan Kain yang 'melihat' persembahannya tidak diterima. Melihat → mengambil adalah pola dosa dalam Kejadian.
וַיִּקְחוּ לָהֶם
wayyiqkhu lahem · mengambil
Dan mereka mengambil untuk diri mereka — laqach (mengambil) + lahem (untuk diri mereka); pola 'ambil untuk diri sendiri' yang sama dengan Kain, Lamekh, dan Hawa yang mengambil buah terlarang.
Bene ha'Elohim wayyir'u (melihat) ki tovot (bahwa cantik) benot ha'adam (anak-anak perempuan manusia) wayyiqkhu lahem nashim (dan mengambil untuk diri mereka istri). Pola dosa Kejadian yang berulang: lihat → nilai (cantik/baik) → ambil untuk diri sendiri. Dari Hawa, Kain, Lamekh — kini skala lebih besar lagi.
Tahukah kamu
Bene ha'Elohim dalam Ayub — selalu merujuk malaikat
Frasa 'bene ha'Elohim' (anak-anak Allah) muncul juga di Ayub 1:6 dan 2:1, di mana konteksnya jelas merujuk makhluk surgawi yang datang ke hadapan Allah. Septuaginta (terjemahan Yunani awal) menerjemahkan ayat ini sebagai 'malaikat Allah'. Kitab 1 Henokh (apokrif, abad ke-3 SM) juga menafsirkan ini sebagai malaikat. Tapi Perjanjian Baru (Yudas 1:6, 2 Petrus 2:4) hanya menyebut malaikat yang jatuh tanpa mengaitkan eksplisit ke Kejadian 6:2.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 6:2
Kejadian 3:6
pola yang sama: melihat → menilai → mengambil; dosa yang berulang dalam skala yang semakin besar
“Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya... ia mengambilnya dan memakannya.”
Ayub 1:6
bene ha'Elohim di Ayub jelas merujuk makhluk surgawi — konteks yang paling dekat secara linguistik
“Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.”
2 Petrus 2:4
Petrus menyebut malaikat yang jatuh dalam konteks yang sama dengan air bah (2:5)
“Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 6:2
✕ Sering dikira
"'Anak-anak Allah' pasti berarti malaikat — tafsiran lain salah."
✓ Yang sebenarnya
Tafsiran malaikat paling populer secara historis, tapi tafsiran 'keturunan Set' dan 'penguasa yang sombong' juga punya basis teks yang kuat. Tidak ada konsensus final. Yang semua tafsiran sepakati: ini menggambarkan kerusakan moral yang mendalam yang mendorong Allah ke respons dalam ayat 5-8.
✕ Sering dikira
"Ayat ini membuktikan Alkitab mengajarkan bahwa malaikat bisa menikah dan punya anak."
✓ Yang sebenarnya
Yesus berkata malaikat 'tidak menikah' di surga (Mat. 22:30). Jika tafsiran malaikat di sini benar, ini adalah pelanggaran yang luar biasa dari tatanan ciptaan — bukan norma. Dan 2 Petrus 2:4 dan Yudas 1:6 menunjukkan Allah menghukum keras tindakan ini.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 6:2
Kita perlu berhati-hati dalam memilih pasangan hidup atau teman dekat. Jangan hanya terpaku pada penampilan luar, tetapi perhatikan karakter dan hubungan pribadi dengan Tuhan. Pastikan keputusan kita sesuai dengan kehendak-Nya.
Tuhan, berikanlah aku hikmat dalam memilih pergaulan dan pasangan hidup, agar aku tidak jatuh ke dalam pencobaan seperti ini. Amin.