Tumpukan batu perjanjian

Kejadian 31:46

Perjanjian antara Yakub dan Laban

Yakub berkata kepada saudara-saudaranya, “Kumpulkanlah batu-batu.” Lalu, mereka mengambil batu-batu dan membuat satu tumpukan. Setelah itu, mereka makan di sana, di dekat tumpukan itu.

Kejadian 31:46 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kejadian 31:46?

Yakub dan Laban mengumpulkan batu-batu dan membuat timbunan, lalu makan bersama sebagai tanda persekutuan dan perjanjian. Makan bersama melambangkan damai dan kesepakatan.

Latar belakang

Membangun monumen perjanjian

Setelah bertengkar, Laban mengusulkan perjanjian. Yakub mengambil batu dan mendirikannya sebagai tugu, lalu mengajak saudara-saudaranya mengumpulkan batu menjadi tumpukan. Mereka makan bersama di dekat tumpukan itu sebagai tanda kesepakatan.

Di mana

Gilead

Di pegunungan Gilead, dekat perkemahan

Kapan

~1700 SM

Zaman para leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Laban mengejar Yakub
Perjanjian dibuat
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator

Penulis kitab Kejadian, tradisi Musa, ~1400 SM

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat Israel yang menerima tradisi nenek moyang

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אֲבָנִים

avanim · batu-batu

batu-batu yang dikumpulkan menjadi tumpukan

גַּל

gal · tumpukan

gundukan atau timbunan batu

אָכַל

akhal · makan

memakan, melambangkan persekutuan dan perjanjian

Kata 'gal' (tumpukan) menjadi nama tempat 'Galed' (Ayat 47-48), dan tindakan makan bersama menegaskan bahwa perjanjian ini bukan sekadar kata-kata, tetapi dirayakan dalam kebersamaan nyata.

Tahukah kamu

Tumpukan batu sebagai saksi

Di Timur Dekat kuno, tumpukan batu sering menjadi monumen peringatan atau perjanjian. Makan bersama juga merupakan bagian penting dari ritual perjanjian, melambangkan ikatan dan persekutuan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 31:46

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kejadian 31:46

✕  Sering dikira

Menganggap tumpukan batu itu memiliki kekuatan magis atau menjadi tempat pemujaan.

✓  Yang sebenarnya

Batu-batu itu bukan objek penyembahan, melainkan monumen peringatan yang menjadi saksi perjanjian.

✕  Sering dikira

Mengira makan bersama adalah sekadar acara santai, padahal dalam konteks perjanjian, makan bersama adalah tindakan sakral yang mengikat kedua pihak.

✓  Yang sebenarnya

Makan bersama menegaskan ikatan perjanjian dan persekutuan di hadapan Allah.

Renungan

Renungan Singkat Kejadian 31:46

Berbagi makanan adalah cara yang indah untuk membangun hubungan dan mengatasi perbedaan. Luangkan waktu untuk bersekutu dengan orang lain, terutama dalam suasana damai.

Tuhan, mampukanlah aku untuk menjadi pembawa damai dan menikmati kebersamaan dengan sesama. Amin.