Lea berkata: Allah memberikan upahku karena aku memberikan hambaku kepada suamiku — dia menamakannya Isakhar

Kejadian 30:18

Persaingan Lea dan Rahel

Lea berkata, “Allah memberikan upah kepadaku karena aku telah memberikan hambaku kepada suamiku.” Jadi, dia menamainya Isakhar.

Kejadian 30:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kejadian 30:18?

Lea menamai anaknya Isakhar, yang berarti 'ada upah', karena ia merasa Allah memberikan upah atas perbuatannya memberikan Zilpa kepada Yakub. Ini menunjukkan bahwa Lea menghubungkan kelahiran anak dengan upah ilahi atas tindakannya.

Latar belakang

Vatomer Leah natan Elohim sekhari asher natatti shifchati le'ishi vatiqra shmo Yisakhar

'Vatomer Leah natan Elohim sekhari asher natatti shifchati le'ishi vatiqra shmo Yisakhar' — dan Lea berkata: Allah telah memberikan upahku karena aku memberikan hambaku kepada suamiku. Dan dia menamakannya Isakhar. Kata 'sekar' = upah/bayaran — dari akar yang sama dengan 'sakar' (menyewa) di 30:16! Lea melihat kelahiran Isakhar sebagai 'upah' (sekar) Allah atas tindakannya 'menyewakan' (sakor) Yakub dari Rahel. Permainan kata yang sangat hati-hati: Lea yang 'menyewa' Yakub mendapat 'upah' dari Allah — hubungan transaksional yang Lea artikan dalam kerangka teologis.

Di mana

Rumah Yakub, Haran

Pemberian nama Isakhar — Lea menginterpretasikan kelahiran ini sebagai balasan Allah atas tindakannya

Kapan

Sekitar 1745 SM

Lea menamai Isakhar — pengakuan upah dari Allah; anak keenam dari Lea (biologis kelima)

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Allah mendengar Lea dan dia mengandung (30:17)
Lea melahirkan Zebulon anak keenam biologis (30:19)
Kamu di sini
L

Yang berbicara

Lea

Yang menamai anak kelimanya dengan pengakuan bahwa Allah membalas tindakannya memberikan Zilpa

S

Kepada

Semua yang mendengar

Yang menyaksikan Lea mengaitkan kelahiran ini dengan keputusannya memberikan Zilpa kepada Yakub

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָתַן אֱלֹהִים שְׂכָרִי

natan Elohim sekhari · Allah memberikan upahku

Allah memberikan upahku — natan (dari natan = memberikan; qal perfek = telah memberikan; Allah sebagai pemberi yang aktif); Elohim (Allah; nama yang menekankan kuasa; sebagai pemberi upah yang adil); sekhari (upahku; dari sakar = bayaran, upah + sufiks = upahku; 'sekar' dari akar yang sama dengan 'sakar' = menyewa [30:16]; Lea melihat anak ini sebagai 'upah' Allah atas tindakannya; permainan kata: Yakub 'disewa' [sakor sekartikhha], dan Lea mendapat 'upah' [sekhar] dari Allah — dua sisi dari akar kata yang sama).

אֲשֶׁר נָתַתִּי שִׁפְחָתִי לְאִישִׁי

asher natatti shifchati le'ishi · karena aku memberikan hambaku kepada suamiku

Karena aku memberikan hambaku kepada suamiku — asher (yang/karena; konjungsi kausatif = alasan dari upah Allah); natatti (dari natan = memberikan; qal perfek orang pertama = aku memberikan; Lea menyebut dirinya sebagai pelaku yang memberi); shifchati (hambaku; dari shifchah + sufiks = hambaku = Zilpa yang diberikan Lea kepada Yakub di 30:9); le'ishi (kepada suamiku; dari ish + sufiks = suamiku = Yakub; Lea menyebut Yakub 'suamiku' — pengakuan relasi hukum yang terus Lea pertahankan meski secara emosional Yakub lebih dekat dengan Rahel).

Natan Elohim sekhari asher natatti shifchati le'ishi vatiqra shmo Yisakhar (Allah memberikan upahku karena aku memberikan hambaku kepada suamiku dan dia menamakannya Isakhar). Natan Elohim sekhari — Allah sebagai pemberi upah; Lea menginterpretasikan kelahiran ini sebagai balasan atas tindakannya memberikan Zilpa. Shifchati le'ishi — Lea terus mengidentifikasi Yakub sebagai 'suamiku'; sebuah klaim yang menyentuh dari perempuan yang merindukan kasih suaminya.

Tahukah kamu

Isakhar: dari 'yesh sakar' = ada upah/bayaran — atau dari 'ish sakar' = laki-laki bayaran; nama yang terhubung dengan 'sakar' = menyewa dari 30:16; Lea yang 'membeli' malam dengan dudaim menamai anaknya sebagai 'upah'

Nama Isakhar (Yisakhar) kemungkinan dari 'yesh sakar' = ada upah/ada bayaran, atau 'ish sakar' = orang yang diupah. Hubungannya dengan kata 'sakor sekartikhha' (aku menyewamu, 30:16) dari akar yang sama ('sakar') adalah permainan kata yang sangat halus dan disengaja narator. Lea yang 'membeli' malam bersama Yakub dengan dudaim, menamai anak yang lahir dari malam itu sebagai 'upah' (sekar). Allah mengubah 'transaksi manusia' menjadi 'berkat ilahi' — dan Lea menangkap ironi ini dalam nama anaknya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 30:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kejadian 30:18

✕  Sering dikira

"Lea berpikir bahwa Allah memberi upah karena dia berbuat baik dengan memberikan Zilpa — pemahaman yang transaksional tentang Allah."

✓  Yang sebenarnya

Pemahaman Lea adalah pemahaman teologis dari zamannya — melihat berkat sebagai respons Allah terhadap tindakan yang benar. Ini bukan pemahaman yang sepenuhnya salah tapi juga tidak sepenuhnya tepat (Allah memberi berkat bukan hanya karena kita berbuat baik). Yang penting adalah Lea mengakui Allah sebagai sumber berkat, meski kausalitasnya mungkin lebih kompleks dari yang Lea bayangkan.

✕  Sering dikira

"'Shifchati le'ishi' (hambaku kepada suamiku) menunjukkan Lea bangga dengan tindakannya memberikan Zilpa."

✓  Yang sebenarnya

Lea menyebut tindakannya sebagai alasan pemberian Allah, tapi narator tidak mengkonfirmasi bahwa ini adalah penafsiran yang tepat. Allah mungkin memberi karena Allah mendengar (30:17) — bukan karena tindakan memberikan Zilpa. Lea menginterpretasikan pengalamannya dengan cara yang masuk akal baginya; tapi penafsiran manusia tentang mengapa Allah bertindak tidak selalu akurat.

Renungan

Renungan Singkat Kejadian 30:18

Kita mungkin tidak selalu mengerti mengapa Tuhan memberkati kita, tetapi kita bisa belajar untuk melihat kasih karunia-Nya dalam setiap berkat. Jangan lupa bersyukur atas setiap kebaikan yang kita terima.

Allah, buka mataku untuk melihat upah dan berkat-Mu dalam hidupku, dan jadikan hatiku penuh syukur. Amin.