Esau berumur empat puluh tahun dan menikahi Yudit binti Beeri orang Het dan Basmat binti Elon orang Het
Kejadian 26:34
Istri-Istri Esau
“Ketika Esau berumur 40 tahun, dia menikah dengan Yudit anak Beeri, orang Het, dan Basmat anak Elon, orang Het,”Kejadian 26:34 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika Esau telah berumur empat puluh tahun, ia mengambil Yudit, anak Beeri orang Het, dan Basmat, anak Elon orang Het, menjadi isterinya.”Kejadian 26:34 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika Esau berumur empat puluh tahun, ia menikah dengan dua gadis dari suku bangsa Het, yaitu Yudit anak Beeri, dan Basmat anak Elon.”Kejadian 26:34 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika Esau berumur empat puluh tahun, dia menikah dengan dua perempuan dari suku Het, yaitu Yudit anak Beeri dan Basmat anak Elon.”Kejadian 26:34 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Esau was forty years old when he took to wife Judith the daughter of Beeri the Hittite, and Bashemath the daughter of Elon the Hittite:”Kejadian 26:34 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 26:34?
Ayat ini mencatat bahwa Esau menikah dengan dua perempuan Het. Ini menjadi sumber dukacita bagi orang tuanya (ayat berikutnya), karena pernikahan dengan bangsa asing yang tidak percaya kepada Tuhan dianggap tidak tepat.
Latar belakang
Vayyiqach et Yehudit bat Be'eri haChiti ve'et Basmat bat Elon haChiti: dua istri dari orang Het
'Vayyehi Esav ben arba'im shanah vayyiqach ishah et Yehudit bat Be'eri haChiti ve'et Basmat bat Elon haChiti' — dan Esau berumur empat puluh tahun dan mengambil istri Yudit binti Beeri orang Het dan Basmat binti Elon orang Het. Detail yang menonjol: dua istri sekaligus, dan keduanya adalah 'haChiti' = orang Het. Abraham pernah bersusah payah mengutus hambanya ke Mesopotamia untuk mencari istri dari keluarga sendiri bagi Ishak (pasal 24) — justru agar Ishak tidak menikah dengan perempuan Kanaan. Esau mengabaikan prinsip ini sepenuhnya.
Di mana
Kanaan — wilayah orang Het
Esau mengambil istri dari penduduk asli Kanaan, melanggar tradisi yang Abraham jaga ketat
Kapan
Sekitar 1780-1760 SM, sekitar 40 tahun usia Esau
Babak baru: Esau sudah dewasa dan membuat keputusan pernikahan yang akan berdampak panjang
Yang berbicara
Narator
Yang menyisipkan catatan tentang pernikahan Esau tepat setelah penutupan seri Ishak-Abimelekh — kontras yang disengaja
Kepada
Pembaca narasi
Yang merasakan kontras tajam: dari penutupan perjanjian damai yang manis, langsung ke berita yang menyakitkan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּקַּח אִשָּׁה
vayyiqach ishah · mengambil istri
Dan dia mengambil istri — vayyiqach (dari laqach = mengambil; qal konsekutif imperfek = dan dia mengambil; 'laqach ishah' = mengambil perempuan = menikahi; formula standar dalam Alkitab Ibrani untuk pernikahan); ishah (perempuan, istri; dalam konteks 'laqach ishah' = istri; Esau 'mengambil' tanpa ada narasi tentang proses, restu orang tua, atau lamaran — kontras tajam dengan detail panjang pencarian istri Ishak di pasal 24).
הַחִתִּי
haChiti · orang Het
Orang Het, orang Hittit — haChiti (dengan artikel = yang orang Het; dari Chitti = keturunan Chet/Het, anak Kanaan, cucu Nuh; 15:20 menyebut orang Het sebagai salah satu bangsa yang menempati tanah yang dijanjikan kepada Abraham; orang Het = bangsa yang tanahnya akan menjadi warisan keturunan Abraham; kata ini muncul dua kali dalam satu ayat: 'haChiti... haChiti' = kedua istri Esau adalah orang Het).
בֶּן אַרְבָּעִים שָׁנָה
ben arba'im shanah · berumur empat puluh tahun
Anak empat puluh tahun, berumur empat puluh tahun — ben (anak; digunakan untuk umur: 'ben X shanah' = berumur X tahun); arba'im (empat puluh; dari arba = empat); shanah (tahun; dari shana = berulang; shanah = siklus tahunan = tahun); 40 tahun dalam Alkitab sering menandai usia kedewasaan penuh; pernikahan Esau di 40 tahun menandai keputusan yang disengaja dan dewasa — bukan keputusan impulsif remaja.
Vayyehi Esav ben arba'im shanah vayyiqach ishah et Yehudit bat Be'eri haChiti ve'et Basmat bat Elon haChiti (dan Esau berumur empat puluh tahun dan mengambil istri Yudit binti Beeri orang Het dan Basmat binti Elon orang Het). Vayyiqach ishah — 'mengambil' tanpa restu orang tua yang tercatat; kontras dengan proses panjang pencarian istri Ishak (pasal 24). HaChiti... haChiti — kata yang diulang dua kali: kedua istri dari bangsa yang sama, bangsa yang tanahnya adalah warisan perjanjian.
Tahukah kamu
Mengapa menikahi orang Het sangat signifikan: Abraham menolak tanah Het tapi tidak menikahi mereka
Orang Het (Hittit) adalah salah satu bangsa Kanaan yang tinggal di tanah yang dijanjikan Allah kepada Abraham (15:18-21). Abraham beli tanah dari Efron orang Het (23:3-18) dengan harga yang layak dan tanpa konflik — tapi tidak pernah mengintervensi secara pernikahan. Ketika Esau mengambil dua istri orang Het, dia tidak hanya melanggar tradisi keluarga tapi juga menciptakan hubungan kekeluargaan dengan bangsa yang tanahnya kelak harus diwarisi keturunannya. Ini adalah komplikasi teologis yang serius.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 26:34
Kejadian 24:3-4
Abraham yang bersusah payah memastikan Ishak tidak menikah dengan perempuan Kanaan (24:3-4) kontras dengan Esau yang justru menikahi dua perempuan Het/Kanaan (26:34); apa yang Abraham takuti dan cegah untuk Ishak, justru dilakukan Esau — menunjukkan betapa Esau mengabaikan nilai-nilai warisan keluarga
“Bersumpahlah demi TUHAN, Allah langit dan bumi, bahwa engkau tidak akan mengambil istri untuk anakku dari antara anak-anak perempuan orang Kanaan yang ada di tengah-tengahku; melainkan engkau akan pergi ke negeriku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil istri bagi anakku Ishak.”
Kejadian 28:1-2
respons Ishak terhadap pernikahan Esau yang menyakitkan (26:35) terlihat dalam tindakannya kemudian: Ishak secara eksplisit memerintahkan Yakub untuk TIDAK menikah dengan perempuan Kanaan (28:1-2) dan menikah dari keluarga Ribka; pengalaman pahit pernikahan Esau langsung mempengaruhi instruksi Ishak kepada Yakub
“Ishak memanggil Yakub dan memberkatinya, lalu memesankan kepadanya: 'Janganlah kawin dengan perempuan Kanaan. Pergilah ke Padan-Aram...'”
Kejadian 36:2-3
pernikahan Esau dengan orang Het di 26:34 berkembang menjadi fondasi dari masyarakat Edom (pasal 36); dari keputusan pernikahan Esau yang melanggar tradisi keluarga, lahirlah garis keturunan yang menjadi bangsa Edom yang sering berkonflik dengan Israel; pilihan di 26:34 memiliki konsekuensi yang panjang
“Esau mengambil istrinya dari anak-anak perempuan Kanaan: Ada anak Elon, orang Het, Oholibama anak Anah...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 26:34
✕ Sering dikira
"Pernikahan Esau dengan orang Het adalah normal karena di zaman itu menikahi penduduk setempat adalah biasa."
✓ Yang sebenarnya
Mungkin 'normal' dalam konteks budaya umum, tapi sangat tidak normal dalam konteks keluarga Abraham. Abraham menghabiskan banyak upaya (mengutus hamba ke Mesopotamia, pasal 24) untuk memastikan Ishak menikah dari keluarga sendiri bukan dari Kanaan. Esau mengabaikan nilai keluarga yang penting ini — dan narasi mencatat dampaknya: mendukakan hati kedua orang tua (26:35).
✕ Sering dikira
"Esau menikahi dua istri sekaligus karena itu adalah tradisi budaya yang lumrah di Timur Dekat Kuno."
✓ Yang sebenarnya
Poligami memang ada dalam budaya kuno, tapi Alkitab selalu mencatat komplikasi yang ditimbulkannya. Abraham punya Sara dan Hagar — komplikasi serius (pasal 16-21). Yakub punya Lea dan Rahel — komplikasi panjang (pasal 29-30). Esau yang mengambil dua istri sekaligus tanpa proses yang terdokumentasi menambahkan lapisan kompleksitas yang narasi catat berdampak pada 'kepahitan roh' orang tuanya (26:35).
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 26:34
Pilihan hidup, terutama soal pasangan, sangat penting. Kita perlu bijak memilih teman hidup yang seiman dan sejalan dengan nilai-nilai kita, supaya tidak menimbulkan dukacita bagi orang tua dan merusak hubungan keluarga.
Tuhan, berikan kami hikmat dalam membuat pilihan hidup, terutama dalam hal pernikahan. Bimbinglah kami agar pilihan kami membawa berkat dan bukan dukacita. Amin.