Mereka menggali sumur yang lain — tapi juga diperebutkan orang-orang itu. Ishak menamakan sumur itu Sitna
Kejadian 26:21
Sumur-Sumur yang Diperebutkan
“Kemudian, mereka menggali sumur yang lain, tetapi orang-orang itu juga mempertengkarkannya sehingga Ishak menamakan sumur itu Sitna.”Kejadian 26:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian mereka menggali sumur lain, dan mereka bertengkar juga tentang itu. Maka Ishak menamai sumur itu Sitna.”Kejadian 26:21 · TB
Terjemahan Baru
“Hamba-hamba Ishak menggali sumur yang lain lagi, maka terjadilah pertengkaran mengenai sumur itu juga. Karena itu, Ishak menamakan sumur itu "Permusuhan".”Kejadian 26:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Para budak Isak menggali sumur yang lain, tetapi lagi-lagi terjadi pertengkaran memperebutkan sumur itu. Maka Isak menamai sumur itu Sitna, yang berarti ‘permusuhan’.”Kejadian 26:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they digged another well, and strove for that also: and he called the name of it Sitnah.”Kejadian 26:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 26:21?
Mereka menggali sumur lain dan juga dipertengkarkan, sehingga dinamai Sitna yang berarti permusuhan. Ini menunjukkan bahwa Ishak menghadapi perlawanan berulang dari orang Filistin, melambangkan ujian yang terus-menerus.
Latar belakang
Vayyachperu be'er acheret vayyerivvu gam aleha: menggali lagi — diperebutkan lagi
'Vayyachperu be'er acheret vayyerivvu gam aleha vayyiqra shema Sitnah' — dan mereka menggali sumur yang lain dan orang-orang itu bertengkar juga tentang itu, dan Ishak menamakan namanya Sitna. Eskalasi yang signifikan: dari 'Esek' (bertengkar) ke 'Sitna' (permusuhan, tuduhan, akusasi). 'Sitnah' dari akar 'sitan' = memusuhi, menuduh — akar yang sama dengan 'Satan' (si pendakwa, si musuh). Konflik yang kedua ini terasa lebih intens, lebih personal. Tapi respons Ishak tetap sama: beri nama dan pindah.
Di mana
Lembah Gerar, lokasi sumur kedua
Setelah meninggalkan sumur Esek, Ishak menggali lagi di tempat baru — hasilnya sama
Kapan
Sekitar 1800 SM
Konflik kedua — pola yang sama berulang di tempat yang berbeda
Yang berbicara
Narator
Yang mencatat pola yang berulang: sumur kedua juga diperebutkan, nama yang diberikan semakin tajam
Kepada
Pembaca narasi
Yang melihat eskalasi: dari Esek (pertengkaran) ke Sitna (permusuhan), tapi Ishak tetap pindah bukan membalas
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בְּאֵר אַחֶרֶת
be'er acheret · sumur yang lain
Sumur yang lain/berbeda — be'er (sumur; dari hafar = menggali; lubang yang digali untuk mengakses air bawah tanah); acheret (yang lain, yang berbeda; dari acher = lain, berbeda; feminin karena be'er adalah feminin dalam Ibrani); 'be'er acheret' = sumur yang lain = lokasi penggalian baru; Ishak tidak memperjuangkan sumur lama tapi mencari lokasi baru; pola yang akan berulang sampai menemukan Rehobot.
וַיָּרִיבוּ גַּם עָלֶיהָ
vayyerivvu gam aleha · bertengkar juga tentang itu
Dan mereka bertengkar juga tentang itu — vayyerivvu (dari riv = bertengkar, berseteru, berperkara; qal konsekutif imperfek jamak = dan mereka bertengkar; 'riv' adalah kata untuk perselisihan hukum atau pertengkaran yang lebih formal dari 'asaq'; kadang digunakan untuk perkara di pengadilan); gam (juga, pun; partikel penambahan = juga, sama seperti sebelumnya); aleha (tentang/atasnya; sufiks feminin = tentang sumur itu).
שִׂטְנָה
Sitnah · Sitna
Permusuhan, tuduhan, akusasi — Sitnah (dari sitan = memusuhi, menuduh, mendakwa; nama yang Ishak berikan pada sumur kedua; akar yang sama dengan 'Satan' = si pendakwa, si musuh; 'ki ravu imo' = karena mereka bertengkar dengannya; eskalasi dari 'Esek' = pertengkaran ke 'Sitna' = permusuhan sistematis; nama yang menggambarkan intensitas konflik yang semakin mendalam).
Vayyachperu be'er acheret vayyerivvu gam aleha vayyiqra shema Sitnah (dan mereka menggali sumur yang lain dan orang-orang itu bertengkar juga tentang itu dan Ishak menamakan namanya Sitna). Vayyerivvu gam aleha — 'juga tentang itu'; konflik berulang tanpa eskalasi dari pihak Ishak. Sitnah — nama yang semakin tajam dari Esek: dari pertengkaran ke permusuhan sistematis; tapi pola respons Ishak tetap sama: beri nama, pindah.
Tahukah kamu
Sitna dari akar 'sitan': akar kata yang sama dengan 'Satan' si pendakwa dalam Ayub 1
'Sitnah' (permusuhan, tuduhan, akusasi) dari akar 'sitan' = menuduh, memusuhi, mendakwa. Akar yang sama menghasilkan kata 'Satan' (si penuduh, si pendakwa) yang muncul dalam Ayub 1-2 dan Zakharia 3:1. Ketika Ishak menamakan sumur kedua 'Sitna', dia menggambarkan apa yang dilakukan penggembala Gerar kepadanya bukan sekadar pertengkaran biasa tapi sebuah permusuhan yang lebih dalam, lebih sistematis. Penggembala Gerar tidak hanya bertengkar sekali — mereka aktif memusuhi dan mendakwa Ishak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 26:21
Ayub 1:6-7
nama sumur 'Sitnah' (26:21) dari akar 'sitan' yang sama dengan 'Satan' (ha-Satan = si pendakwa); dalam Ayub 1, ha-Satan adalah yang aktif memusuhi dan mendakwa Ayub; penggembala Gerar yang aktif memusuhi dan mendakwa Ishak menjalankan pola yang sama; Ishak menamakan tempatnya dengan tepat
“Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis (ha-Satan). Lalu TUHAN berkata kepada Iblis: 'Dari mana engkau?' Iblis menjawab: 'Dari mengembara di bumi...'”
Roma 8:31
Ishak yang terus diganggu di sumur pertama (Esek) dan sumur kedua (Sitnah) tapi tidak menyerah dan terus menggali menggambarkan keyakinan Roma 8:31 — meski ada yang melawan terus, Ishak tetap bergerak; dan akhirnya di Rehobot (26:22), TUHAN sendiri yang memberikan keleluasaan
“Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”
Mazmur 56:2-3
Ishak yang diganggu di sumur kedua (Sitnah = permusuhan) tanpa melawan (26:21) menggambarkan kondisi Mazmur 56 — diserang berulang-ulang tapi tidak balik menyerang; jawaban Ishak adalah terus bergerak sampai menemukan tempat yang TUHAN sediakan
“Orang-orang meremehkan aku sepanjang hari; banyak yang memerangi aku dengan sombong. Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 26:21
✕ Sering dikira
"Ishak yang tidak melawan di sumur kedua (Sitna) menunjukkan bahwa dia sudah ketakutan sepenuhnya kepada orang Filistin."
✓ Yang sebenarnya
Pola Ishak bukan ketakutan yang melumpuhkan — dia terus menggali sumur baru setelah setiap konflik. Ketakutan yang melumpuhkan akan membuat seseorang berhenti menggali sama sekali. Ishak justru terus mencari dan menggali — dari Esek ke Sitna ke akhirnya Rehobot. Ini adalah keteguhan yang memilih menghindari konflik, bukan ketakutan yang membeku.
✕ Sering dikira
"Nama 'Sitna' yang Ishak berikan menunjukkan bahwa Ishak melihat penggembala Gerar sebagai iblis/setan yang harus dilawan secara spiritual."
✓ Yang sebenarnya
Ishak memberikan nama yang menggambarkan pengalaman nyata, bukan label teologis pada lawannya. 'Sitnah' menggambarkan karakter tindakan orang-orang itu — permusuhan yang sistematis — bukan identitas metafisik mereka. Narasi tidak mengindikasikan bahwa Ishak melakukan perlawanan spiritual; dia hanya mendokumentasikan konflik dan memilih pindah.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 26:21
Kadang kita menghadapi masalah yang datang berulang kali, dan itu bisa melelahkan. Namun, Jangan menyerah; teruslah melangkah dengan iman, karena Tuhan tetap menyertai dan punya tujuan dalam setiap ujian.
Ya Tuhan, ketika masalah datang berulang, kuatkan imanku untuk tidak putus asa. Ajari aku untuk tetap setia dan mengandalkan Engkau dalam setiap kesulitan. Amin.