Penggembala Gerar bertengkar dengan hamba Ishak: air itu milik kami! — Ishak menamakan sumur itu Esek
Kejadian 26:20
Sumur-Sumur yang Diperebutkan
“para penggembala Gerar bertengkar dengan hamba-hamba Ishak dan berkata, “Air itu adalah milik kami!” Jadi, Ishak menamakan sumur itu Esek sebab di sana orang-orang bertengkar dengannya.”Kejadian 26:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu bertengkarlah para gembala Gerar dengan para gembala Ishak. Kata mereka: "Air ini kepunyaan kami." Dan Ishak menamai sumur itu Esek, karena mereka bertengkar dengan dia di sana.”Kejadian 26:20 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi para gembala di Gerar bertengkar dengan para gembala Ishak. Kata mereka, "Air ini milik kami." Karena itu Ishak menamakan sumur itu "Pertengkaran".”Kejadian 26:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi penduduk yang menggembalakan domba di lembah Gerar bertengkar dengan gembala-gembala Isak. Mereka berkata, “Air ini milik kami!” Lalu Isak menamai sumur itu Esek, yang berarti ‘sengketa’, karena di tempat itu orang-orang bertengkar dengan para gembalanya.”Kejadian 26:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the herdmen of Gerar did strive with Isaac’s herdmen, saying, The water is ours: and he called the name of the well Esek; because they strove with him.”Kejadian 26:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 26:20?
Para penggembala Gerar bertengkar dengan hamba-hamba Ishak tentang kepemilikan air, sehingga Ishak menamai sumur itu Esek yang berarti pertengkaran. Ini menggambarkan konflik yang muncul akibat rebutan sumber daya.
Latar belakang
Vayye'assequ ro'e Gerar im ro'e Yitzchaq: penggembala Gerar bertengkar dengan penggembala Ishak
'Vayye'assequ ro'e Gerar im ro'e Yitzchaq lemor lanu hamayim vayyiqra shem habe'er Esek ki hit'assequ imo' — dan penggembala-penggembala Gerar bertengkar dengan penggembala-penggembala Ishak dengan berkata: air itu milik kami! Dan dia menamakan sumur itu Esek karena mereka bertengkar dengannya. Nama 'Esek' dari akar 'asaq' = bertengkar, berselisih — Ishak mengabadikan peristiwa ini bukan dengan kemarahan tapi dengan pemberian nama yang jujur: ini adalah sumur yang diperebutkan. Respons yang mengejutkan: Ishak tidak melawan, dia hanya memberi nama dan pindah.
Di mana
Lembah Gerar, di lokasi sumur pertama Ishak
Penggembala Gerar mengklaim sumur yang baru ditemukan hamba Ishak
Kapan
Sekitar 1800 SM
Konflik pertama setelah meninggalkan Gerar — ternyata konflik belum selesai
Yang berbicara
Penggembala Gerar dan Narator
Penggembala yang mengklaim air dengan paksa; narator yang mencatat respons Ishak yang memberi nama bukan membalas
Kepada
Pembaca narasi
Yang menyaksikan bahwa penemuan air hidup langsung memicu konflik — dan Ishak merespons dengan cara yang tidak terduga
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּתְעַשְּׂקוּ
vayye'assequ · bertengkar dengan
Dan mereka bertengkar/berselisih — vayye'assequ (dari asaq = menekan, bertengkar, berselisih; hitpael konsekutif imperfek = dan mereka bertengkar satu sama lain; hitpael menunjukkan tindakan timbal balik = saling bertengkar); subjek adalah penggembala Gerar; kata 'asaq' menggambarkan pertengkaran yang melibatkan tekanan dan pemaksaan, bukan hanya argumen verbal; kata yang sama menjadi nama sumur 'Esek'.
לָנוּ הַמָּיִם
lanu hamayim · air itu milik kami
Air itu milik kami — lanu (milik kami, untuk kami; dari le = kepada, milik + sufiks jamak pertama = milik kami, kepada kami); hamayim (air; dari mayim = air + artikel = air itu; merujuk ke 'mayim chayyim' yang ditemukan hamba Ishak di 26:19); klaim singkat dan langsung: lanu hamayim = milik kami air itu; dua kata yang mengklaim kepemilikan atas penemuan orang lain.
עֵשֶׂק
Esek · Esek
Pertengkaran, perselisihan — Esek (dari asaq = menekan, bertengkar; nama tempat yang Ishak berikan pada sumur pertama yang diperebutkan; 'ki hit'assequ imo' = karena mereka bertengkar dengannya = alasan pemberian nama; nama yang berfungsi sebagai memorial/peringatan historis tentang apa yang terjadi di sana; dalam pola Alkitab, nama tempat sering kali menceritakan sejarah).
Vayye'assequ ro'e Gerar im ro'e Yitzchaq lemor lanu hamayim vayyiqra shem habe'er Esek ki hit'assequ imo (penggembala Gerar bertengkar dengan penggembala Ishak berkata air itu milik kami dan Ishak menamakan sumur itu Esek karena mereka bertengkar dengannya). Lanu hamayim — klaim paksa dua kata; vayye'assequ = tekanan dan pemaksaan. Vayyiqra Esek — Ishak merespons bukan dengan perlawanan tapi dengan pemberian nama yang jujur dan pergi.
Tahukah kamu
Esek, Sitna, Rehobot: tiga nama sumur yang membentuk narasi mini tentang konflik dan resolusi
Tiga nama sumur dalam 26:20-22 membentuk sebuah narasi yang utuh: Esek (pertengkaran) → Sitna (permusuhan/tuduhan) → Rehobot (keleluasaan). Ini seperti tiga babak dalam satu drama kecil. Yang menarik: Ishak tidak menamakan sumur-sumur ini dengan nama kemenangan atau keluhan — dia memberi nama yang menggambarkan realitas apa yang terjadi di sana. Nama adalah dokumentasi sejarah. Dan ketiga nama itu mengikuti sebuah lintasan: dari konflik menuju keleluasaan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 26:20
Kejadian 13:7-9
konflik antara penggembala Ishak dan penggembala Gerar (26:20) menggemakan konflik antara penggembala Abraham dan penggembala Lot (13:7-9); dalam kedua kasus, respon pewaris perjanjian adalah kemunduran sukarela bukan eskalasi; dari Abraham ke Ishak, pola menghindari konflik pastoral ini berulang
“Dan terjadilah perkelahian antara gembala-gembala Abram dengan gembala-gembala Lot... Abraham berkata kepada Lot: 'Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau...'”
Yakobus 4:1-2
penggembala Gerar yang bertengkar memperebutkan sumur Ishak (26:20) adalah contoh konkrit dari pertengkaran yang Yakobus 4:1-2 gambarkan sebagai berakar dari 'hawa nafsu yang saling berjuang'; mereka memperebutkan apa yang bukan milik mereka karena menginginkan apa yang ada pada orang lain
“Dari manakah datangnya pertengkaran dan pertikaian di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?”
Amsal 17:14
Ishak yang merespons pertengkaran dengan mundur dan pindah (26:20) mencontohkan kebijaksanaan Amsal 17:14 'sebelum persengketaan meletus, mundurlah'; daripada eskalasi menjadi konflik terbuka, Ishak memberi nama sumur itu Esek dan mencari tempat lain
“Memulai pertengkaran adalah seperti membuka pintu air; sebelum persengketaan meletus, mundurlah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 26:20
✕ Sering dikira
"Penggembala Gerar yang mengklaim sumur Ishak sedang mengklaim sumur yang memang milik nenek moyang mereka — jadi klaim mereka sah secara historis."
✓ Yang sebenarnya
Narasi tidak mendukung klaim penggembala Gerar. Sumur itu digali oleh hamba Ishak (26:19) di lembah Gerar — tanah yang masih dalam wilayah Abimelekh memang, tapi pekerjaan penggalian dilakukan oleh pihak Ishak. Dalam etika pastoral kuno, orang yang menggali sumur memiliki hak atas sumur tersebut. Klaim 'lanu hamayim' adalah pemaksaan, bukan klaim historis yang sah.
✕ Sering dikira
"Ishak yang tidak melawan menunjukkan bahwa dia menerima bahwa sumur itu memang bukan haknya."
✓ Yang sebenarnya
Ishak tidak melawan bukan karena mengakui klaim penggembala Gerar sah — tapi karena dia memilih menghindari konflik. Buktinya: dia memberi nama sumur itu 'Esek' (= pertengkaran), yang menggambarkan apa yang dilakukan penggembala Gerar kepadanya, bukan apa yang Ishak lakukan. Dia mendokumentasikan ketidakadilan itu, tapi memilih tidak melanjutkan pertengkaran.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 26:20
Dalam hidup, sering terjadi perselisihan karena hal-hal duniawi seperti harta atau sumber daya. Kita dipanggil untuk mengalah dan mencari damai, percaya bahwa Tuhan punya rencana yang lebih baik.
Tuhan, beri aku hati yang rela mengalah dan tidak mudah bertengkar demi hal-hal dunia. Bimbing aku untuk selalu mencari damai dan mengandalkan Engkau di tengah konflik. Amin.