Sara mati di Hebron — Abraham datang meratap dan menangisinya
Kejadian 23:2
Abraham Membeli Tanah untuk Sara
“Dia mati di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan. Lalu, Abraham datang untuk meratapi Sara dan menangisinya di sana.”Kejadian 23:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian matilah Sara di Kiryat- Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya.”Kejadian 23:2 · TB
Terjemahan Baru
“ia meninggal di Hebron di tanah Kanaan. Abraham sedih dan meratapi kematian istrinya itu.”Kejadian 23:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(23:1)”Kejadian 23:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Sarah died in Kirjatharba; the same is Hebron in the land of Canaan: and Abraham came to mourn for Sarah, and to weep for her.”Kejadian 23:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 23:2?
Ayat ini menceritakan kematian Sara dan tangisan Abraham. Sara mati di Hebron, tempat yang kelak menjadi penting bagi Abraham dan keturunannya. Abraham menunjukkan kesedihannya secara terbuka, menunjukkan bahwa duka adalah hal yang wajar.
Latar belakang
Lispod velievkot: meratap dan menangis — duka yang tidak disembunyikan
Abraham datang 'lispod leSarah velievkot' — untuk meratapi Sara dan menangisinya. Dua kata kerja yang berdampingan: 'lispod' (meratap, meraung dalam duka resmi) dan 'livkot' (menangis). Dalam budaya kuno Timur Dekat, duka publik atas seseorang yang penting adalah tindakan yang penuh martabat — bukan kelemahan. Abraham yang baru saja melewati ujian iman terbesar hidupnya kini duduk di hadapan jenazah istrinya dan menangis. Alkitab tidak meminta kita berpura-pura tidak berduka.
Di mana
Kiryat-Arba (Hebron), Kanaan
Tempat kematian Sara · ruang duka sebelum pemakaman
Kapan
Sekitar 1843 SM
Kematian Sara dan duka Abraham yang dalam
Yang berbicara
Musa (penulis)
Narator yang merekam respons Abraham atas kematian Sara dengan dua kata kerja yang mengungkapkan kedalaman duka
Kepada
Pembaca yang menyaksikan kesedihan Abraham
Yang melihat patriark yang baru dinyatakan 'takut akan Allah' di pasal 22 kini menangis untuk istrinya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַתָּמָת שָׂרָה
vattamot Sarah · Sara mati
Dan Sara mati — vattamot (dari mut = mati; qal konsekutif imperfek orang ketiga feminin tunggal = dan dia mati; bentuk feminin karena Sara); Sarah (Sara); kata 'mut' adalah kata Ibrani paling umum untuk kematian; digunakan tanpa hiasan atau eufemisme — Sara mati; kesederhanaan kata ini kontras dengan panjangnya 22:1-19; setelah halaman-halaman yang penuh drama Moria, kematian Sara dinyatakan dengan tiga kata.
לִסְפֹּד
lispod · meratap
Untuk meratap — lispod (dari safad = meratap, berduka keras; qal infinitif konstruktus = untuk meratap); 'safad' menggambarkan duka yang diekspresikan secara publik dan dengan suara — meraung, meratap, memukulkan dada; ini adalah komponen duka yang 'formal' dan 'resmi' dalam budaya Ibrani; 'lispod' menunjukkan Abraham tidak hanya berduka sendiri tapi menjalani ritual duka publik yang layak bagi orang penting.
לִבְכֹּתָהּ
livkotah · menangisinya
Untuk menangisinya — livkotah (dari bakah = menangis; qal infinitif konstruktus + sufiks feminin orang ketiga = untuk menangisinya); 'bakah' adalah kata untuk menangis karena duka emosional yang dalam; digunakan juga untuk Yusuf yang menangis ketika bertemu saudaranya (45:2, 14-15), dan Yesus yang menangis di kubur Lazarus (Yoh. 11:35); sufiks '-ah' menegaskan bahwa tangisan itu tertuju pada Sara spesifik — bukan tangisan umum tapi duka yang personal.
Vattamot Sarah beKiryat Arba hi Chevron be'eretz Kena'an vayyavo Avraham lispod leSarah velivkotah (Sara mati di Kiryat-Arba yaitu Hebron di tanah Kanaan dan Abraham datang untuk meratapi Sara dan menangisinya). Vattamot — kematian yang dinyatakan langsung, tanpa ornamen. Lispod — meratap resmi dan publik, penghormatan kepada yang pergi. Livkotah — menangisinya, duka personal yang mendalam kepada Sara yang spesifik.
Tahukah kamu
Hebron dan Kiryat-Arba: nama ganda yang menyimpan sejarah
'Kiryat-Arba' secara harfiah berarti 'kota empat' dalam bahasa Ibrani. Tradisi Yahudi menafsirkan ini sebagai 'kota empat pasang suami-istri' yang dikuburkan di sana — Adam-Hawa, Abraham-Sara, Ishak-Ribka, Yakub-Lea. Gua Makhpela di Hebron menjadi makam keluarga yang mencakup tiga generasi patriark. Sementara nama 'Hebron' (dari khever = persatuan, persekutuan) menggambarkan karakter kota itu sebagai tempat pertemuan dan perjanjian. Dua nama, dua lapisan sejarah yang keduanya disimpan dalam satu tempat yang paling kudus dalam tradisi Yahudi setelah Yerusalem.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 23:2
Yohanes 11:35
Abraham yang menangisi Sara (livkotah, 23:2) bergema dengan Yesus yang menangis di kubur Lazarus (Yoh. 11:35) — dua momen pendek tapi berat ketika seseorang yang kuat secara iman menunjukkan duka yang nyata; menangis bukan tanda lemahnya iman tapi tanda dalamnya kasih
“Yesus menangis.”
Yeremia 31:15
'Lispod' (meratap) Abraham di 23:2 adalah pola duka yang terulang dalam tradisi Ibrani — di Yer. 31:15, Rahel meratap untuk anak-anaknya; duka yang diekspresikan keras bukan tanda ketidakpercayaan tapi cara manusiawi untuk menghormati yang pergi dan mengakui kedalaman kehilangan
“Beginilah firman TUHAN: 'Dalam Rama kedengaran ratapan dan tangisan yang pedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan menolak dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi.'”
Rut 1:14
duka Naomi dan menantu-menantunya di Rut 1:14 menggunakan pola 'menangis keras' yang serupa dengan duka Abraham; dalam tradisi Israel, duka diekspresikan secara terbuka dan bersama — bukan disembunyikan; kisah-kisah duka dalam Alkitab menormalkan dan menghormati ekspresi kesedihan manusiawi
“Lalu keduanya menangis keras lagi; kemudian Orpa mencium mertuanya itu, tetapi Rut tetap berpaut padanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 23:2
✕ Sering dikira
"'Abraham datang untuk meratap' berarti dia tidak ada ketika Sara meninggal dan baru datang setelahnya — mereka terpisah saat itu."
✓ Yang sebenarnya
Kalimat 'Abraham datang (vayyavo) untuk meratap' tidak harus berarti dia absen saat Sara meninggal. 'Vayyavo' (datang) di sini lebih mungkin merujuk ke tindakan formalnya masuk ke ruang duka dan memulai ritual meratap — tindakan yang formal dan resmi, bukan sekadar tiba di tempat yang belum pernah dia kunjungi.
✕ Sering dikira
"Abraham menangis menunjukkan bahwa imannya goyah setelah kematian Sara."
✓ Yang sebenarnya
Alkitab tidak pernah menyebut duka atau tangisan sebagai tanda kurangnya iman. Yesus sendiri menangis (Yoh. 11:35) dan Paulus menyebut mereka yang berduka 'tidak tanpa pengharapan' (1 Tes. 4:13) — bukan 'tidak berduka'. Iman tidak menghapus duka; iman memberikan konteks untuk duka yang tetap nyata.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 23:2
Menangis bukanlah tanda kurang iman, melainkan ekspresi kasih. Saat berduka, kita bisa datang kepada Tuhan dan orang-orang terdekat, sama seperti Abraham.
Tuhan, saat aku berduka, biarlah aku boleh menangis dan merasa dekat dengan-Mu, seperti Abraham. Amin.