Abraham sangat berduka — Ismael juga adalah anaknya
Kejadian 21:11
Abraham Mengusir Hagar dan Ismael
“Hal ini sangat mendukakan dalam pandangan Abraham karena Ismael juga adalah anaknya.”Kejadian 21:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.”Kejadian 21:11 · TB
Terjemahan Baru
“Abraham sama sekali tidak senang dengan usul itu, karena Ismael adalah anaknya juga.”Kejadian 21:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Hal itu membuat Abraham sedih, karena biar bagaimana pun, Ismael adalah anaknya juga.”Kejadian 21:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the thing was very grievous in Abraham’s sight because of his son.”Kejadian 21:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 21:11?
Abraham sangat bersedih karena harus mengusir Ismael, anaknya sendiri. Ayat ini menunjukkan sisi kemanusiaan Abraham: meskipun Ishak adalah anak perjanjian, cintanya kepada Ismael tetap dalam, sehingga keputusan itu terasa berat dan menyakitkan.
Latar belakang
Vayyera hadavar me'od be'eney Avraham al odot beno — Dan hal itu sangat mendukakan di mata Abraham karena anaknya
Hal ini sangat mendukakan dalam pandangan Abraham karena Ismael juga adalah anaknya. 'Vayyera hadavar me'od be'eney Avraham' = dan hal itu sangat tidak menyenangkan/mendukakan di mata Abraham. 'Al odot beno' = karena anaknya — Ismael, yang disebutkan secara implisit tapi jelas. Narator tidak mengatakan Abraham menolak tuntutan Sara atau mematuhinya dengan langsung — hanya mencatat respons emosional: 'sangat mendukakan.' Ini adalah salah satu momen paling manusiawi dalam narasi Abraham: bapa yang mengasihi kedua anaknya, dihadapkan pada situasi di mana mengikuti satu berarti kehilangan yang lain. Dan Allah akan menjawab kedukaan ini dengan cara yang khas.
Di mana
Bersyeba — rumah Abraham
Setelah tuntutan Sara · Abraham berduka dalam diam
Kapan
Sekitar 1855-1856 SM
Abraham antara tuntutan Sara dan kasihnya kepada Ismael
Yang berbicara
Musa (penulis)
Narator yang mencatat respons batin Abraham terhadap tuntutan Sara: sangat mendukakan, bukan karena keberatan terhadap Sara, tapi karena dia mencintai Ismael sebagai anaknya
Kepada
Pembaca yang mengikuti konflik keluarga Abraham
Yang menyaksikan Abraham di antara dua sisi: kesetiaan kepada Sara dan Ishak, dan kasih kepada Ismael dan Hagar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיֵּרַע הַדָּבָר מְאֹד
vayyera hadavar me'od · sangat mendukakan
Dan hal itu sangat mendukakan — vayyera (dari ra'a' = buruk, mendukakan, tidak menyenangkan; qal konsekutif imperfek orang ketiga maskulin = dan hal itu menjadi tidak baik/mendukakan); hadavar (hal itu, perkara itu; dari davar = perkara, hal); me'od (sangat; penguat); 'vayyera hadavar me'od' = hal itu sangat tidak menyenangkan/mendukakan; respons emosional yang kuat yang narator rekam sebelum mencatat tindakan.
בְּעֵינֵי אַבְרָהָם
be'eyney Avraham · di mata Abraham
Di mata Abraham — be'eyney (dalam mata-mata; dari ayin = mata; jamak konstruktus dengan be = dalam mata-mata dari); Avraham (Abraham); 'be'eynav/be'eyney' adalah idiom Ibrani untuk perspektif, penilaian, atau perasaan seseorang: 'di matanya' = dari sudut pandangnya, dalam penilaiannya; Abraham menilai ini sebagai sangat mendukakan.
עַל אֹדוֹת בְּנוֹ
al odot beno · karena anaknya
Karena anaknya — al odot (karena, tentang, dalam perkara; dari odot = alasan, sebab; dengan al = karena; preposisi yang menunjukkan alasan atau objek perhatian); beno (anaknya; dari ben = anak + sufiks orang ketiga maskulin = anaknya); 'al odot beno' = karena anaknya; kata 'beno' tanpa nama menunjuk ke Ismael secara implisit; kasih bapa kepada anak yang tidak dinominasikan dengan nama tapi diakui sebagai 'anaknya'.
Vayyera hadavar me'od be'eyney Avraham 'al odot beno (Dan hal itu sangat mendukakan di mata Abraham karena anaknya). Vayyera hadavar me'od — sangat mendukakan, respons emosional yang kuat dan tulus. Be'eyney Avraham — di mata Abraham, perspektif dan penilaian pribadi. Al odot beno — karena anaknya, kasih bapa yang tulus kepada Ismael yang tidak disebutkan namanya tapi jelas tersirat.
Tahukah kamu
Abraham mengasihi Ismael: hubungan yang sering dilupakan
Ismael lahir ketika Abraham berusia 86 tahun (16:16). Abraham menunggu 14 tahun sejak Ismael lahir hingga Ishak lahir (100 tahun, 21:5). Selama 14 tahun itu, Ismael adalah satu-satunya anak Abraham. Di 17:18, Abraham berdoa: 'Kiranya Ismael hidup di hadapan-Mu!' — satu kalimat doa yang mengungkapkan kasih mendalam seorang bapa. Di 17:23, Abraham menyunat Ismael bersama dirinya sendiri di hari yang sama ketika perjanjian diperbarui. Kedukaan Abraham di 21:11 ('hal ini sangat mendukakan karena anaknya') bukan sentimentalisme dadakan tapi ekspresi dari kasih bapa yang sudah berkembang selama 14+ tahun. Menarik: Allah yang merespons dengan menenangkan Abraham (21:12) tidak mengabaikan kedukaan ini — Allah menjanjikan masa depan yang baik bagi Ismael juga (21:13).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 21:11
Kejadian 17:18
doa Abraham di 17:18 ('kiranya Ismael hidup di hadapan-Mu') mengungkapkan kasih mendalam yang sama yang muncul sebagai kedukaan di 21:11; Abraham yang berdoa untuk Ismael di 17:18 dan Abraham yang sangat berduka ketika Ismael akan diusir di 21:11 adalah satu orang yang sama dengan kasih bapa yang konsisten kepada kedua anaknya
“Abraham berkata kepada Allah: 'Kiranya Ismael dapat hidup di hadapan-Mu!'”
2 Samuel 18:33
kedukaan Abraham atas Ismael (21:11) menggemakan kedukaan Daud atas Absalom (2 Sam. 18:33); keduanya adalah bapa yang mengasihi anak yang harus dilepaskan karena situasi yang kompleks; keduanya mengekspresikan kasih bapa yang melampaui kesalahan atau situasi sulit anak
“Raja gemetar dan pergi ke atas kamar di atas pintu gerbang sambil menangis. Sementara ia berjalan, ia berkata demikian: 'Anakku Absalom, anakku, anakku Absalom! Ah, sekiranya aku mati menggantikan engkau, Absalom, anakku, anakku!'”
Lukas 15:20
gambaran bapa dalam perumpamaan anak yang hilang (Luk. 15:20) yang 'tergerak oleh belas kasih' atas anaknya menggemakan Abraham yang 'sangat berduka karena anaknya' (21:11); keduanya adalah gambaran kasih bapa yang tidak berhenti meskipun anak harus 'pergi'
“Maka bangunlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergerak oleh belas kasih. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 21:11
✕ Sering dikira
"Kedukaan Abraham menunjukkan bahwa dia tidak setuju dengan tuntutan Sara dan ingin mempertahankan Ismael."
✓ Yang sebenarnya
Narator hanya mencatat kedukaan Abraham, bukan penolakan atau argumen balik. Bahwa Abraham kemudian mematuhi arahan Allah (21:14) dan bukan memperdebatkan tuntutan Sara menunjukkan bahwa kedukaan bukan sama dengan penolakan. Seorang bisa sangat sedih oleh keputusan yang benar dan tetap melaksanakannya.
✕ Sering dikira
"Abraham berduka karena dia takut kehilangan Hagar, bukan karena kasihnya kepada Ismael."
✓ Yang sebenarnya
Teks secara eksplisit menyebut alasan kedukaan: 'al odot beno' = karena anaknya (Ismael), bukan karena Hagar. Hubungan Abraham dengan Hagar sudah cukup rumit sejak konflik Sara-Hagar di pasal 16. Fokus kedukaan Abraham secara eksplisit adalah pada Ismael sebagai anaknya.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 21:11
Tuhan memahami perasaan kita ketika harus melepaskan sesuatu yang kita sayangi, meskipun itu adalah bagian dari rencana-Nya. Jangan ragu untuk mengungkapkan kesedihanmu kepada Tuhan, karena Dia peduli dan akan memberi kekuatan di tengah pergumulan.
Tuhan, Engkau mengenal hatiku yang mungkin sedang berduka. Aku percaya Engkau hadir dalam setiap pergumulanku dan akan memberikan jalan keluar yang terbaik. Amin.