Sara menuntut Abraham mengusir Hagar dan Ismael — anak hamba tidak boleh menjadi ahli waris bersama Ishak
Kejadian 21:10
Abraham Mengusir Hagar dan Ismael
“Sara berkata kepada Abraham, “Usirlah hamba itu bersama anaknya sebab anak laki-laki dari hamba itu tidak akan menjadi ahli waris bersama dengan Ishak, anakku.””Kejadian 21:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."”Kejadian 21:10 · TB
Terjemahan Baru
“Sara melihat hal itu lalu berkata kepada Abraham, "Usirlah hamba wanita itu bersama anaknya. Tidak boleh anak wanita itu menerima bagian dari kekayaanmu yang akan diwarisi anak saya Ishak."”Kejadian 21:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Karena itu, Sara berkata kepada Abraham, “Usirlah perempuan Mesir itu beserta anaknya! Anak budak itu tidak boleh menjadi ahli waris bersama dengan Isak anakku!””Kejadian 21:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Wherefore she said unto Abraham, Cast out this bondwoman and her son: for the son of this bondwoman shall not be heir with my son, even with Isaac.”Kejadian 21:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 21:10?
Sara meminta Abraham untuk mengusir Hagar dan Ismael, dengan alasan agar Ismael tidak menjadi ahli waris bersama Ishak. Permintaan ini didasari oleh kekhawatiran tentang hak waris dan posisi Ishak sebagai anak perjanjian, meskipun tindakan ini tampak kejam secara manusiawi.
Latar belakang
Vatomer le'Avraham garesh ha'amah hazot ve'et benah ki lo yirash ben ha'amah hazot im beni im Yitzhaq — Sara berkata kepada Abraham usirlah hamba ini dan anaknya karena tidak akan mewarisi anak hamba ini bersama anakku bersama Ishak
Sara berkata kepada Abraham, 'Usirlah hamba itu bersama anaknya sebab anak laki-laki dari hamba itu tidak akan menjadi ahli waris bersama dengan Ishak, anakku.' 'Garesh ha'amah hazot ve'et benah' = usirlah hamba ini dan anaknya — kata 'garesh' (usir) adalah kata yang kuat, digunakan untuk pengusiran yang permanen. 'Ki lo yirash ben ha'amah hazot im beni im Yitzhaq' = karena tidak akan mewarisi anak hamba ini bersama anakku bersama Ishak — alasan yang jelas berdasarkan hukum waris. Sara menyebut Hagar dengan 'ha'amah hazot' (hamba ini) bukan dengan namanya — jarak yang sengaja. Dan menyebut Ishak sebagai 'beni' (anakku) — identifikasi personal yang kuat dengan anak perjanjian.
Di mana
Bersyeba — rumah Abraham
Setelah pesta penyapihan · tuntutan yang mengubah struktur keluarga Abraham
Kapan
Sekitar 1855-1856 SM
Sara mengambil tindakan definitif untuk mengamankan garis waris Ishak
Yang berbicara
Sara
Yang mengambil tindakan tegas: tuntutan pengusiran Hagar dan Ismael berdasarkan prinsip hukum waris yang jelas — anak hamba tidak boleh mewarisi bersama anak merdeka
Kepada
Abraham
Yang menerima tuntutan Sara dengan hati yang mendukakan — Ismael adalah anaknya juga
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גָּרֵשׁ
garesh · usirlah
Usirlah — garesh (dari garash = mengusir, mengeluarkan paksa; piel imperatif maskulin tunggal = usirlah!); bentuk piel menunjukkan intensitas; kata yang digunakan untuk pengusiran yang definitif dan permanen; kata yang sama digunakan untuk Allah 'mengusir' Adam dan Hawa dari Eden (3:24: 'vayyegaresh et ha'Adam') dan untuk 'mengusir' bangsa-bangsa dari Kanaan; pengusiran yang bersifat final.
לֹא יִירַשׁ
lo yirash · tidak akan mewarisi
Tidak akan mewarisi — lo (tidak, negasi); yirash (dari yarash = mewarisi, memiliki; qal imperfek orang ketiga maskulin tunggal = akan mewarisi); 'lo yirash' = tidak akan mewarisi/memiliki; hak waris adalah inti argumen Sara: kehadiran Ismael yang berstatus anak Abraham mengancam garis waris Ishak; pengusiran adalah solusi untuk masalah waris, bukan hanya masalah relasi antar ibu.
בְנִי
beni · anakku
Anakku — beni (dari ben = anak laki-laki + sufiks orang pertama = anakku); Sara mengidentifikasi Ishak sebagai 'beni' (anakku) dalam kontras implisit dengan Ismael yang disebutnya sebagai 'ben ha'amah hazot' (anak hamba ini); identifikasi personal yang kuat: Ishak adalah anakku, bukan sekadar 'anak Abraham'; klaim kepemilikan yang mendasari tuntutan hukum warisnya.
Vatomer le'Avraham garesh ha'amah hazot ve'et benah ki lo yirash ben ha'amah hazot im beni im Yitzhaq (Sara berkata kepada Abraham usirlah hamba ini dan anaknya karena tidak akan mewarisi anak hamba ini bersama anakku bersama Ishak). Garesh — usirlah, pengusiran yang definitif dan final. Lo yirash — tidak akan mewarisi, argumen hukum waris sebagai dasar tuntutan. Beni — anakku, identifikasi personal Sara dengan Ishak sebagai anak yang dilindungi.
Tahukah kamu
Hukum waris dalam dunia kuno dan anak dari istri vs. anak dari hamba
Tuntutan Sara di 21:10 memiliki dasar dalam hukum kuno Timur Dekat. Kode Hammurabi (hukum Babilonia dari sekitar abad ke-18 SM, kira-kira sezaman dengan Abraham) mengatur secara eksplisit status anak dari hamba perempuan: mereka bisa mendapat kebebasan tapi tidak bisa mewarisi setara dengan anak dari istri sah jika istri sah sudah memiliki anak. Teks hukum Nuzi (abad ke-15 SM) juga mengatur situasi serupa: ketika istri memberikan hambanya untuk melahirkan anak, anak itu tidak menggeser posisi anak kandung jika kemudian lahir. Sara memanggil prinsip hukum ini ketika menuntut pengusiran Hagar dan Ismael — bukan tindakan arbitrary tapi klaim hak hukum yang diakui dalam budaya zamannya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 21:10
Kejadian 16:1-3
Sara yang menawarkan Hagar kepada Abraham di 16:1-3 adalah Sara yang sama yang kini menuntut pengusiran Hagar dan anaknya di 21:10; situasi yang Sara ciptakan sendiri (memberikan hambanya kepada Abraham) menghasilkan konflik yang kini Sara ingin selesaikan dengan pengusiran; keputusan 16:3 membawa konsekuensi yang tak terduga
“Sara, istri Abram, tidak melahirkan anak baginya. Sara mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir bernama Hagar. Berkatalah Sara kepada Abram... 'Cobalah masuk kepada hambaku; mungkin oleh dia aku dapat memperoleh seorang anak.'”
Galatia 4:30
Paulus di Gal. 4:30 mengutip langsung tuntutan Sara di 21:10 dan menggunakannya sebagai dasar alegori: 'usirlah hamba itu' = singkirkan 'keselamatan oleh hukum' (sistem Sinai/Hagar) dan pertahankan 'keselamatan oleh anugerah' (sistem perjanjian/Sara); kutipan langsung yang menunjukkan betapa pentingnya teks ini bagi teologi Paulus
“Tetapi apakah yang dikatakan oleh Kitab Suci? 'Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka.'”
Roma 9:6-8
prinsip yang Sara terapkan secara pratikis (anak dari hamba tidak mewarisi bersama anak dari janji, 21:10) adalah prinsip yang Paulus uraikan secara teologis di Rm. 9:6-8: tidak semua keturunan fisik Abraham adalah 'anak Abraham' dalam pengertian teologis; Ishak = 'anak perjanjian' yang Paulus maksud
“Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel. Dan juga tidak semua yang merupakan keturunan Abraham adalah anak Abraham... yang artinya bukan anak-anak daging yang adalah anak-anak Allah, melainkan anak-anak perjanjian yang dianggap sebagai keturunan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 21:10
✕ Sering dikira
"Sara bertindak dengan jahat dan tidak peduli pada nasib Hagar dan Ismael."
✓ Yang sebenarnya
Allah sendiri mendukung tindakan Sara di 21:12 ('lakukanlah semua yang dikatakan Sara kepadamu') dan menjamin perlindungan Hagar dan Ismael (21:13: 'juga dari anak hamba perempuanmu akan Kujadikan suatu bangsa'). Tindakan Sara memang keras, tapi Allah tidak mengkategorikannya sebagai dosa. Dalam konteks hukum waris kuno, tuntutan Sara memiliki dasar yang sah.
✕ Sering dikira
"Tuntutan pengusiran Sara adalah tentang kebencian personal kepada Hagar, bukan tentang hak waris."
✓ Yang sebenarnya
Sara secara eksplisit menyatakan alasan hukum: 'karena anak hamba ini tidak akan mewarisi bersama anakku Ishak.' Ini adalah argumen hukum waris yang jelas dan valid dalam konteks hukum kuno Timur Dekat. Bahwa ada ketegangan personal antara Sara dan Hagar sejak pasal 16 tidak berarti alasan yang Sara nyatakan adalah salah atau tidak valid.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 21:10
Kadang kita dihadapkan pada keputusan sulit yang melibatkan konflik antara kasih dan kebenaran. Sebelum mengambil tindakan drastis, penting untuk mencari kehendak Tuhan dan memastikan keputusan kita sesuai dengan rencana-Nya, bukan sekadar emosi atau keinginan pribadi.
Bapa, berikan aku hikmat dalam mengambil keputusan yang sulit. Tolong aku untuk selalu mengutamakan kebenaran dan kasih, serta setia kepada kehendak-Mu. Amin.