Abimelekh mengonfrontasi Abraham — kamu telah melakukan yang tidak pantas terhadapku

Kejadian 20:9

Abraham dan Abimelekh

Lalu, Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya, “Apa yang sudah kaulakukan terhadap kami? Kesalahan apa yang telah kulakukan kepadamu sehingga kamu menimpakan dosa yang besar atas diriku dan kerajaanku? Kamu telah melakukan sesuatu yang tidak pantas terhadapku!”

Kejadian 20:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kejadian 20:9?

Abimelekh menegur Abraham dengan keras karena telah membawa dosa besar ke atas kerajaannya. Dia merasa diperlakukan tidak adil, karena Abraham tidak jujur tentang status Sara. Ini menunjukkan konsekuensi dari setengah kebenaran yang dilakukan Abraham.

Latar belakang

Vayyiqra Avimelekh le'Avraham vayyomer lo mah asita lanu umah hhatati lekha ki hevet 'alay ve'al mamlakhti hhata'ah gedolah — Abimelekh memanggil Abraham dan berkata apa yang kamu lakukan kepada kami dan kesalahan apa yang kulakukan kepadamu sehingga kamu membawa dosa yang besar atasku dan kerajaanku

Lalu, Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya, 'Apa yang sudah kaulakukan terhadap kami? Kesalahan apa yang telah kulakukan kepadamu sehingga kamu menimpakan dosa yang besar atas diriku dan kerajaanku? Kamu telah melakukan sesuatu yang tidak pantas terhadapku!' Tiga pertanyaan retoris dari Abimelekh: (1) 'Mah asita lanu?' = Apa yang kamu lakukan kepada kami? (2) 'Umah hhatati lekha?' = Kesalahan apa yang kulakukan kepadamu? (3) 'Ki hevet 'alay... hhata'ah gedolah' = Sehingga kamu membawa dosa besar atasku. Dan penutup: 'ma'asim asher lo ye'asu imakh' = tindakan yang tidak pantas dilakukan kepadamu. Abimelekh yang tidak bersalah menghakimi Abraham yang bersalah. Situasi yang terbalik dari yang sering diasumsikan.

Di mana

Gerar — ruang pertemuan Abimelekh

Pagi hari · konfrontasi langsung

Kapan

Sekitar 1859 SM

Akuntabilitas — Abraham yang bersalah dikonfrontasi oleh Abimelekh yang tidak bersalah

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Abimelekh memberitahu semua hambanya (20:8)
Abimelekh bertanya apa yang dimaksud Abraham (20:10)
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Abimelekh

Yang mengonfrontasi Abraham dengan serangkaian pertanyaan yang mengungkapkan betapa beratnya penilaian moral yang jatuh pada tindakan Abraham — dari seorang raja non-Israel kepada nabi Allah

A

Kepada

Abraham

Yang kini harus menghadapi konsekuensi dari kebohongannya — bukan dari Allah tapi dari korbannya yang tidak bersalah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מָה עָשִׂיתָ לָּנוּ

mah 'asita lanu · apa yang kamu lakukan kepada kami

Apa yang telah kamu lakukan kepada kami — mah (apa; interogativa = apa); 'asita (kamu telah melakukan; dari 'asah; qal perfek orang kedua maskulin tunggal = kamu telah melakukan); lanu (kepada kami; dari le + nu = kepada kami); pertanyaan retoris pembuka konfrontasi; 'lanu' (kepada kami) bukan hanya Abimelekh tapi seluruh kerajaannya — tindakan Abraham berdampak kolektif.

חֲטָאָה גְדֹלָה

hhata'ah gedolah · dosa yang besar

Dosa yang besar — hhata'ah (dosa, kesalahan; dari hata' = berdosa, meleset; kata benda feminin = dosa/kesalahan); gedolah (besar; dari gadol = besar; kata sifat feminin = yang besar); 'hhata'ah gedolah' = dosa yang besar; Abimelekh menyebut tindakan yang hampir dilakukannya (tanpa sadar, karena ditipu Abraham) sebagai 'dosa yang besar'; penilaian moral yang serius atas situasi yang hampir terjadi.

מַעֲשִׂים אֲשֶׁר לֹא יֵעָשׂוּ

ma'asim 'asher lo ye'asu · tidak pantas

Tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan — ma'asim (tindakan-tindakan; jamak dari ma'aseh = tindakan, perbuatan); 'asher (yang; relatif pronoun); lo ye'asu (tidak sepatutnya dilakukan; dari 'asah = melakukan; niphal imperfek = tidak sepatutnya dilakukan); frasa yang menandai kategori tindakan yang melanggar norma moral universal; muncul di 34:7 dan 39:9 dalam konteks pelanggaran seksual atau penipuan yang serius.

Vayyiqra Avimelekh le'Avraham vayyomer lo mah 'asita lanu umah hhata'ti lekha ki hevet 'alay ve'al mamlakhti hhata'ah gedolah ma'asim 'asher lo ye'asu 'asita 'imadi (Abimelekh memanggil Abraham dan berkata apa yang kamu lakukan kepada kami dan apa dosaku kepadamu sehingga kamu membawa dosa besar atasku dan kerajaanku tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan kamu lakukan kepadaku). Mah asita lanu — apa yang kamu lakukan kepada kami, pertanyaan pertanggungjawaban. Hhata'ah gedolah — dosa yang besar, evaluasi moral yang serius. Ma'asim lo ye'asu — tindakan yang tidak sepatutnya, kategori etika universal.

Tahukah kamu

Ma'asim asher lo ye'asu: 'tindakan yang tidak sepatutnya' sebagai kategori etika universal

Frasa 'ma'asim asher lo ye'asu' (tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan, tindakan yang tidak pantas) adalah kategori etika yang muncul beberapa kali dalam Kejadian untuk menandai tindakan yang melanggar norma moral universal — bukan hanya hukum khusus Israel. Di 20:9 Abimelekh mengatakan Abraham melakukan 'ma'asim asher lo ye'asu' kepadanya. Di 34:7 dicatat bahwa Sikhem 'melakukan hal yang tidak sepatutnya di Israel' (nabalah be'Yisrael). Di 39:9 Yusuf menyebut zinah sebagai 'ma'asim asher lo ye'asu'. Frasa ini menunjukkan bahwa ada standar moral universal yang diakui bahkan oleh non-Israel — sesuatu yang tidak bisa dilakukan terlepas dari hukum khusus mana pun.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 20:9

Kejadian 12:18-19

konfrontasi Firaun kepada Abraham (12:18-19) dengan serangkaian pertanyaan 'mengapa' menggemakan konfrontasi Abimelekh (20:9) — Abraham dikonfrontasi dua kali oleh dua raja asing karena kebohongan yang sama; dalam kedua kasus, orang yang tidak bersalah menghakimi orang yang bersalah

Firaun memanggil Abram, lalu berkata: 'Mengapa engkau berbuat demikian terhadap aku? Mengapa engkau tidak memberitahukan kepadaku, bahwa dia istrimu? Mengapa engkau berkata: Dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi istriku?'

Kejadian 34:7

frasa 'ma'asim asher lo ye'asu' (tindakan yang tidak sepatutnya, 20:9) menggemakan 'nabalah be'Yisrael... ki ken lo ye'aseh' (34:7: hal yang tidak patut dilakukan); formula etika universal yang menyebut kategori tindakan yang melampaui batas moral, diakui bahkan tanpa hukum tertulis yang spesifik

Ketika anak-anak laki-laki Yakub itu datang dari padang... mereka merasa sangat marah karena orang itu melakukan hal yang tidak senonoh di Israel, yaitu bersetubuh dengan anak perempuan Yakub, karena hal yang demikian tidak patut dilakukan.

Roma 2:14-15

Abimelekh yang menghakimi Abraham dengan kategori 'tindakan yang tidak sepatutnya' (20:9) adalah contoh naratif dari prinsip yang Paulus uraikan di Roma 2:14-15: orang non-Yahudi yang secara alamiah mengetahui standar moral, menunjukkan bahwa hukum tertulis di hati mereka

Apabila orang-orang bukan Yahudi yang tidak memiliki hukum Taurat, secara kodrat melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka mereka ini... adalah hukum bagi dirinya sendiri. Sebab mereka menunjukkan bahwa pekerjaan hukum Taurat tertulis di dalam hati mereka...

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kejadian 20:9

✕  Sering dikira

"Abimelekh marah kepada Abraham karena kehormatan dirinya sebagai raja tersinggung, bukan karena alasan moral."

✓  Yang sebenarnya

Abimelekh secara eksplisit menggunakan bahasa moral dalam konfrontasinya: 'dosa yang besar' (hhata'ah gedolah), 'tindakan yang tidak sepatutnya' (ma'asim lo ye'asu). Konfrontasinya bukan hanya tentang martabat raja yang tersinggung tapi tentang standar etis yang dilanggar. Bahwa seorang raja non-Israel menggunakan bahasa moral yang kuat ini adalah catatan naratif yang penting.

✕  Sering dikira

"Abraham tidak perlu mendengarkan konfrontasi Abimelekh karena Abimelekh adalah orang kafir."

✓  Yang sebenarnya

Allah sendiri yang mengirim Abimelekh untuk mengonfrontasi Abraham (secara tidak langsung — Allah mengakui ketidaksalahan Abimelekh di 20:6 dan memerintahkan pengembalian Sara). Konfrontasi yang datang dari 'orang luar' tidak kehilangan validitasnya karena sumber luarnya — seperti yang ditunjukkan Allah sendiri dengan memvalidasi pembelaan Abimelekh.

Renungan

Renungan Singkat Kejadian 20:9

Kejujuran adalah fondasi hubungan yang sehat. Kebohongan kecil pun bisa berdampak besar pada orang lain. Mari kita berkomitmen untuk berkata benar, meskipun itu sulit, agar tidak mencelakakan orang lain.

Tuhan, jauhkan aku dari ketidakjujuran dan berikan aku keberanian untuk selalu berkata benar, apa pun risikonya. Amin.