Abimelekh memanggil semua hambanya dan menceritakan mimpinya — mereka semua menjadi sangat takut
Kejadian 20:8
Abraham dan Abimelekh
“Jadi, pagi-pagi sekali, Abimelekh memanggil semua hambanya dan menceritakan tentang semua hal ini di telinga mereka sehingga mereka semua menjadi sangat takut.”Kejadian 20:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Keesokan harinya pagi-pagi Abimelekh memanggil semua hambanya dan memberitahukan seluruh peristiwa itu kepada mereka, lalu sangat takutlah orang-orang itu.”Kejadian 20:8 · TB
Terjemahan Baru
“Keesokan harinya, pagi-pagi, Abimelekh memanggil semua pegawainya dan memberi tahu kepada mereka segala kejadian itu. Mereka menjadi sangat ketakutan.”Kejadian 20:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Besok paginya, Abimelek memanggil semua pejabat kerajaannya dan memberitahu mereka tentang segala hal yang sudah terjadi. Mendengar itu, mereka sangat ketakutan.”Kejadian 20:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Therefore Abimelech rose early in the morning, and called all his servants, and told all these things in their ears: and the men were sore afraid.”Kejadian 20:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 20:8?
Abimelekh bangun pagi-pagi dan memberitahukan mimpi itu kepada seluruh pegawainya, yang menjadi sangat takut. Ini menunjukkan bahwa perkataan Allah melalui mimpi itu sangat serius dan dampaknya dirasakan oleh semua orang di istana.
Latar belakang
Vayyashkem Avimelekh babboqer vayyiqra lekhol avadav vayyedabber et kol hadevarim ha'eleh be'oznehem vayyiru ha'anashim me'od — Abimelekh bangun pagi-pagi dan memanggil semua hambanya dan menceritakan semua hal ini di telinga mereka dan para laki-laki itu sangat takut
Jadi, pagi-pagi sekali, Abimelekh memanggil semua hambanya dan menceritakan tentang semua hal ini di telinga mereka sehingga mereka semua menjadi sangat takut. 'Vayyashkem Avimelekh babboqer' = Abimelekh bangun pagi-pagi — frasa yang sama dengan Abraham di 19:27 dan 22:3. Tindakan yang disengaja dan mendesak. 'Vayyiqra lekhol avadav' = memanggil semua hambanya. 'Vayyedabber et kol hadevarim ha'eleh be'oznehem' = menyampaikan semua hal ini di telinga mereka. 'Vayyiru ha'anashim me'od' = dan para laki-laki itu sangat takut. Abimelekh tidak menyembunyikan mimpinya atau menunda — dia bertindak segera dan transparan terhadap seluruh komunitas istananya.
Di mana
Gerar — istana Abimelekh
Pagi hari setelah mimpi · seluruh istana dalam ketakutan
Kapan
Sekitar 1859 SM
Tindakan cepat setelah mimpi — seluruh komunitas mengetahui situasinya
Yang berbicara
Musa (penulis)
Narator yang mencatat respons Abimelekh yang segera: bangun pagi-pagi, memanggil semua hamba, dan menyampaikan mimpi — dengan akibat bahwa semua orang sangat takut
Kepada
Semua hamba Abimelekh
Yang mendengar laporan raja mereka tentang mimpi ilahi dan menjadi sangat takut
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיַּשְׁכֵּם אֲבִימֶלֶךְ בַּבֹּקֶר
vayyashkem Avimelekh babboqer · bangun pagi-pagi
Dan Abimelekh bangun pagi-pagi — vayyashkem (dari shakam = bangun sebelum waktunya, segera melakukan di pagi hari; hiphil konsekutif imperfek = dan dia bangun pagi-pagi); Avimelekh (nama raja Gerar); babboqer (di pagi hari; dari boqer = pagi + artikel = pagi itu); formula tindakan mendesak yang sama dengan Abraham di 19:27 dan 22:3; respons yang serius dan segera terhadap mimpi ilahi.
בְּאָזְנֵיהֶם
be'oznehem · di telinga mereka
Di telinga mereka — be'oznehem (dari 'ozen = telinga + sufiks orang ketiga maskulin jamak = di telinga mereka; dengan be = dalam); idiom Ibrani untuk 'di hadapan mereka' atau 'menyampaikan kepada mereka secara langsung'; 'dibber be'ozney' = berbicara di telinga seseorang = menyampaikan secara langsung dan personal; Abimelekh tidak menyebarkan berita secara tidak langsung tapi menyampaikan kepada setiap orang secara langsung.
וַיִּירְאוּ הָאֲנָשִׁים מְאֹד
vayyiru ha'anashim me'od · sangat takut
Dan para laki-laki itu sangat takut — vayyiru (dari yara' = takut; qal konsekutif imperfek orang ketiga maskulin jamak = dan mereka takut); ha'anashim (para laki-laki/orang; dengan artikel = para laki-laki itu, yaitu hamba-hamba Abimelekh); me'od (sangat; penguat); ketakutan yang muncul setelah mendengar mimpi ilahi tentang kematian adalah respons yang wajar dan bahkan tepat dalam konteks ini.
Vayyashkem Avimelekh babboqer vayyiqra lekhol 'avadav vayyedabber et kol hadevarim ha'eleh be'oznehem vayyiru ha'anashim me'od (Abimelekh bangun pagi-pagi dan memanggil semua hambanya dan menyampaikan semua hal ini di telinga mereka dan para laki-laki sangat takut). Vayyashkem babboqer — bangun pagi-pagi, tindakan serius dan segera. Be'oznehem — di telinga mereka, transparansi penuh kepada seluruh istana. Vayyiru me'od — sangat takut, respons yang tepat terhadap peringatan ilahi.
Tahukah kamu
Vayyashkem babboqer: Abimelekh dan Abraham berbagi formula tindakan mendesak yang sama
Frasa 'vayyashkem babboqer' (bangun pagi-pagi, melakukan tindakan mendesak lebih awal dari biasanya) digunakan untuk Abimelekh di 20:8, Abraham di 19:27 (ketika pergi melihat asap Sodom) dan 22:3 (ketika berangkat untuk mempersembahkan Ishak). Formula yang sama digunakan untuk tindakan-tindakan yang sangat berbeda dari karakter yang berbeda — tapi semuanya menandai keseriusan dan keteguhan niat. Menarik: Abimelekh yang non-Israel menggunakan formula tindakan mendesak yang sama dengan Abraham, dan tindakannya (segera memanggil semua hamba dan bersikap transparan) bisa dikatakan lebih bijaksana dari Abraham yang mencoba menyembunyikan kebenaran.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 20:8
Kejadian 22:3
frasa 'vayyashkem babboqer' yang digunakan Abimelekh (20:8) adalah formula yang sama dengan Abraham di 22:3 ketika berangkat untuk mempersembahkan Ishak; formula tindakan mendesak yang penting dipakai untuk keduanya — baik raja non-Israel yang taat pada perintah ilahi maupun bapa iman yang mendengar suara Allah
“Abraham bangun pagi-pagi, menyediakan keledainya...”
Yunus 3:5-6
raja Niniwe yang segera merespons peringatan ilahi (Yun. 3:5-6) dengan tindakan kolektif menggemakan Abimelekh yang bangun pagi-pagi dan mengumpulkan semua hambanya setelah mimpi ilahi (20:8); dua raja non-Israel yang merespons peringatan ilahi dengan serius dan segera
“Orang-orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mengenakan kain kabung... Hal itu disampaikan kepada raja Niniwe... maka ia pun berdirilah dari singgasananya, menanggalkan jubahnya...”
Amsal 1:7
ketakutan hamba-hamba Abimelekh ('vayyiru ha'anashim me'od', 20:8) setelah mendengar tentang peringatan ilahi adalah contoh dari 'takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan' (Ams. 1:7) — respons yang tepat terhadap realitas ilahi adalah rasa takut yang mendorong tindakan yang benar
“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan; hanya orang bodoh yang menghina hikmat dan didikan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 20:8
✕ Sering dikira
"Dengan memberitahu semua hamba tentang mimpinya, Abimelekh mempermalukan diri sendiri sebagai raja."
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya: transparansi Abimelekh kepada seluruh komunitas istananya tentang peringatan ilahi menunjukkan kepemimpinan yang bertanggung jawab. Dia tidak menyembunyikan informasi penting demi menjaga citra, tapi segera berbagi dan memulai proses pemulihan. Ini adalah kontras implisit dengan Abraham yang menyembunyikan kebenaran kepada Abimelekh.
✕ Sering dikira
"'Sangat takut' menunjukkan bahwa hamba-hamba Abimelekh adalah pengecut."
✓ Yang sebenarnya
Ketakutan ('yara') di hadapan realitas ilahi dalam Alkitab bukan tanda kepengecut tapi tanda kebijaksanaan. 'Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan' (Ams. 1:7). Hamba-hamba Abimelekh yang sangat takut setelah mendengar peringatan Allah menunjukkan bahwa mereka mengambil realitas ilahi dengan serius — respons yang tepat dan bahkan dipuji dalam tradisi Ibrani.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 20:8
Ketika kita mendapat teguran atau peringatan, penting untuk menanggapinya dengan serius dan berbagi dengan orang-orang terkait. Ketakutan yang sehat bisa membawa kita pada pertobatan dan tindakan yang benar.
Ya Allah, berikan aku hati yang peka terhadap teguran-Mu dan keberanian untuk membagikannya kepada orang lain dengan rendah hati. Amin.