Malaikat mengabulkan permohonan Lot — kota kecil itu tidak akan dihancurkan
Kejadian 19:21
Kehancuran Sodom
“Malaikat itu berkata kepada Lot, “Baiklah, aku juga akan mengabulkan permintaanmu ini dan tidak akan membinasakan kota yang kamu sebutkan itu.”Kejadian 19:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sahut malaikat itu kepadanya: "Baiklah, dalam hal inipun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan.”Kejadian 19:21 · TB
Terjemahan Baru
“Malaikat itu menjawab, "Baiklah, kota kecil itu tak akan kutumpas.”Kejadian 19:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Salah satu malaikat itu berkata, “Baiklah, saya mengabulkan permintaanmu. Saya tidak akan menghancurkan kampung kecil itu.”Kejadian 19:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he said unto him, See, I have accepted thee concerning this thing also, that I will not overthrow this city, for the which thou hast spoken.”Kejadian 19:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 19:21?
Malaikat itu mengabulkan permintaan Lot untuk tidak membinasakan kota Zoar, sebagai bentuk belas kasihan khusus, dan berjanji akan menunda kehancuran sampai Lot tiba di sana dengan selamat.
Latar belakang
Vayyomer elav hinneh nasa'ti fanekha lagam laddavar hazzeh levo lo 'eshhhot et ha'ir asher dibbarta — Dan dia berkata kepadanya baiklah aku telah mengangkat mukamu juga untuk hal ini untuk tidak membinasakan kota yang kamu sebutkan
Malaikat itu berkata kepada Lot, 'Baiklah, aku juga akan mengabulkan permintaanmu ini dan tidak akan membinasakan kota yang kamu sebutkan itu.' 'Hinneh nasa'ti fanekha lagam laddavar hazzeh' = lihatlah aku telah mengangkat mukamu juga untuk hal ini — ungkapan Ibrani untuk 'aku mengabulkan permintaanmu'. 'Nasa' panim' = mengangkat muka seseorang = menunjukkan persetujuan, mengabulkan permohonan. 'Lagam laddavar hazzeh' = juga untuk hal ini — kata 'gam' (juga) menunjukkan bahwa ini adalah pengabulan tambahan di atas pengabulan sebelumnya (keselamatan Lot sendiri). 'Lo 'eshhhot et ha'ir asher dibbarta' = tidak akan aku hancurkan kota yang kamu sebut. Modifikasi rencana dikabulkan.
Di mana
Di luar tembok Sodom
Fajar — negosiasi selesai, rencana keberangkatan diubah
Kapan
Sekitar 1860 SM
Negosiasi berhasil — modifikasi rencana ilahi dikabulkan
Yang berbicara
Salah satu malaikat
Yang mengabulkan permohonan Lot secara penuh: kota yang Lot sebut tidak akan dihancurkan
Kepada
Lot
Yang menerima jawaban yang diharapkan: pengecualian yang dimohon dikabulkan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָשָׂאתִי פָנֶיךָ
nasa'ti fanekha · aku mengabulkan permintaanmu
Aku telah mengangkat mukamu — nasa'ti (dari nasa' = mengangkat, membawa; qal perfek orang pertama tunggal = aku telah mengangkat); fanekha (mukamu/wajahmu; dari panim = wajah, muka; dengan sufiks orang kedua maskulin = wajahmu); bersama 'nasa' panim' = idiom untuk mengabulkan permohonan, menunjukkan persetujuan, memberi kasih karunia — berlawanan dengan 'tidak memandang bulu/orang' (lo yissa' panim) yang berarti tidak memihak.
גַּם לַדָּבָר הַזֶּה
gam laddavar hazzeh · juga untuk hal ini
Juga untuk hal ini — gam (juga, bahkan; partikel aditif yang menunjukkan tambahan); laddavar (untuk hal ini/perkara ini; dari davar = kata, hal, perkara + le = untuk); hazzeh (ini; demonstratif = ini yang spesifik); 'gam' = juga, pengabulan ini adalah tambahan di atas keselamatan Lot yang sudah dikabulkan; satu kata yang menunjukkan bahwa kasih karunia terus bertambah.
הָעִיר אֲשֶׁר דִּבַּרְתָּ
ha'ir 'asher dibbarta · kota yang kamu sebut
Kota yang kamu sebutkan — ha'ir (kota; dengan artikel = kota itu); 'asher (yang; relatif pronoun); dibbarta (kamu telah menyebutkan; dari dibber = berbicara; piel perfek orang kedua maskulin tunggal = kamu telah berbicara/menyebutkan); malaikat merujuk kembali pada usulan Lot dengan kata Lot sendiri — pengabulan yang merespons persis apa yang diminta.
Vayyomer elav hinneh nasa'ti fanekha gam laddavar hazzeh levo lo 'eshhhot et ha'ir 'asher dibbarta (Dan dia berkata lihatlah aku mengangkat mukamu juga untuk hal ini untuk tidak menghancurkan kota yang kamu sebutkan). Nasa'ti fanekha — aku mengangkat mukamu, idiom kerajaan untuk pengabulan. Gam — juga, kasih karunia yang terus bertambah. Ha'ir 'asher dibbarta — kota yang kamu sebut, pengabulan yang merespons persis permintaan yang diajukan.
Tahukah kamu
Nasa' panim: mengangkat muka seseorang — idiom penerimaan yang dipakai hakim dan raja
'Nasa' panim' (mengangkat muka seseorang) adalah idiom Ibrani yang kaya untuk tindakan mengabulkan permohonan, memberi persetujuan, atau menunjukkan kasih karunia kepada seseorang. Asal idiomnya: ketika seseorang datang memohon kepada raja atau hakim dengan menundukkan kepala, sang raja yang mengabulkan permohonannya secara simbolis 'mengangkat kepala/muka' pemohon — tanda bahwa permohonan diterima. Sebaliknya, 'tidak mengangkat muka' berarti menolak. Kata yang sama digunakan dalam konteks Allah: 'TUHAN tidak mengangkat muka' (Ul. 10:17 — Allah tidak berpihak) dan 'semoga TUHAN mengangkat mukanya kepadamu' (Bil. 6:26 — berkat Harun). Malaikat menggunakan idiom kerajaan ini kepada Lot: aku mengangkat mukamu = aku mengabulkan permohonanmu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 19:21
Bilangan 6:25-26
berkat Harun di Bil. 6:25-26 ('TUHAN mengangkat mukanya kepadamu') menggunakan idiom yang sama dengan 'nasa' panim' di 19:21 — mengangkat wajah kepada seseorang adalah tanda persetujuan dan kasih karunia; ketika malaikat berkata 'nasa'ti fanekha' kepada Lot, itu adalah versi naratif dari berkat yang diucapkan imam
“TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.”
Lukas 18:1-8
Yesus mengajarkan ketekunan dalam doa dengan perumpamaan hakim dan janda (Luk. 18:1-8); Lot yang bertekun dalam permohonan kepada malaikat (19:18-21) dan akhirnya mendapat 'nasa' panim' (pengabulan) adalah contoh dari prinsip yang Yesus ajarkan: permohonan yang diajukan dengan tekun mendapat respons
“Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk mengajar mereka, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu... Hakim yang jahat pun akhirnya mengabulkan permintaan janda itu.”
Kejadian 18:32
seperti TUHAN yang mengabulkan setiap permohonan Abraham di pasal 18 (sampai angka 10), malaikat mengabulkan permohonan Lot di 19:21 — dua pola pengabulan dalam satu pasal yang besar; keduanya menunjukkan Allah yang responsif terhadap permohonan manusia yang diajukan dengan hormat
“Akhirnya Abraham berkata, 'Kiranya Tuhan jangan murka terhadapku, maka aku akan berbicara sekali lagi. Seandainya hanya ada sepuluh orang benar yang didapati di sana?' Jawab-Nya, 'Aku tidak akan membinasakannya demi sepuluh orang itu.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 19:21
✕ Sering dikira
"Malaikat mengabulkan permohonan Lot berarti rencana Allah bisa diubah oleh manusia kapan saja."
✓ Yang sebenarnya
Pengabulan malaikat atas permohonan Lot adalah dalam batas yang sudah ada: penghancuran Sodom tetap terjadi, yang berubah hanya tujuan pelarian Lot. Seperti syafaat Abraham yang bisa menurunkan threshold tapi tidak membatalkan keadilan ilahi ketika syaratnya tidak terpenuhi. Allah responsif terhadap permohonan manusia dalam parameter keadilan-Nya, bukan dimanipulasi oleh kehendak manusia.
✕ Sering dikira
"'Nasa' panim' menunjukkan malaikat berpihak kepada Lot secara tidak adil."
✓ Yang sebenarnya
Idiom 'nasa' panim' dalam konteks permohonan adalah respons terhadap permintaan yang wajar dan hormat, bukan keberpihakan yang tidak adil. Teks justru menggunakan kata yang sama ('lo yissa' panim') untuk menyatakan bahwa Allah tidak memihak (tidak 'mengangkat muka') secara tidak adil di Ul. 10:17. Di sini pengabulan terjadi karena permohonan Lot memiliki alasan yang sah.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 19:21
Tuhan itu penuh belas kasihan dan mendengar permintaan kita, bahkan saat kita meminta hal yang mungkin tampak kecil atau tidak penting. Dia rela menyesuaikan rencana-Nya untuk menjaga kita.
Tuhan, terima kasih karena Engkau mendengar permohonanku dan menunjukkan belas kasihan-Mu dalam setiap detail hidupku, Amin.