Mata yang Terlalu Suci

Habakuk 1:13

Habakuk Bertanya, Tuhan Menjawab

Mata-Mu terlalu suci untuk memandang kejahatan, dan Engkau tidak dapat memandang pada kelaliman. Mengapa Engkau melihat pengkhianat dan tetap berdiam diri, ketika orang jahat melahap orang yang lebih benar dari mereka?”

Habakuk 1:13 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Habakuk 1:13?

Habakuk 1:13 menegaskan bahwa Allah itu kudus dan tidak dapat memandang kejahatan, namun Ia tampak diam saat orang jahat menindas orang benar. Nabi mempertanyakan bagaimana Allah yang suci bisa membiarkan ketidakadilan, sebuah pertanyaan yang sering muncul ketika kita melihat penderitaan.

Latar belakang

Pertanyaan Sulit tentang Keadilan

Habakuk mengakui kekudusan Allah, tetapi bingung mengapa Allah membiarkan orang Kasdim yang lebih jahat menindas Yehuda. Ia melihat ketidakadilan: orang jahat melahap yang lebih benar.

Di mana

Yerusalem

Di kota, saat merenung

Kapan

~605 SM

Periode kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penobatan Yoyakim
Pengepungan Yerusalem
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Nabi Habakuk

nabi yang jujur, ~30 tahun

T

Kepada

TUHAN

Allah Israel yang kudus

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

טָהוֹר

tahor · suci

murni, bersih secara ritual dan moral

בָּלַע

bala' · melahap

menelan, menghancurkan, memakan habis

צַדִּיק

tsadiq · lebih benar

orang yang benar atau adil

Kekudusan Allah (tahor) bukan berarti Ia tidak peduli; justru karena kudus, Ia tidak bisa mentolerir kejahatan. Kata 'melahap' (bala') menunjukkan kehancuran total, dan 'tsadiq' menyiratkan bahwa ada tingkatan kebenaran relatif—umat Yehuda lebih benar daripada Kasdim, meski tidak sempurna.

Tahukah kamu

Mata yang Terlalu Suci

Frasa 'mata-Mu terlalu suci' adalah antropomorfisme, menggambarkan Allah seolah punya mata fisik, padahal ini cara manusiawi untuk menegaskan kesucian mutlak Allah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Habakuk 1:13

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Habakuk 1:13

✕  Sering dikira

Allah tidak bisa melihat kejahatan sama sekali, jadi Dia menutup mata.

✓  Yang sebenarnya

Allah itu maha melihat, tetapi kesucian-Nya membuat Dia tidak bisa mentolerir atau mengabaikan kejahatan; Dia pasti bertindak.

✕  Sering dikira

Umat Yehuda benar-benar benar tanpa cela.

✓  Yang sebenarnya

Habakuk menggunakan istilah 'lebih benar' sebagai perbandingan, bukan pembenaran mutlak; Yehuda masih berdosa, tetapi tidak sejahat Kasdim.

Renungan

Renungan Singkat Habakuk 1:13

Saat kita melihat ketidakadilan, kita mungkin bertanya di mana Allah. Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah itu kudus dan punya rencana, meski kadang tidak kita mengerti. Kita bisa jujur mengungkapkan kebingungan kita kepada Allah dalam doa, karena Dia sanggup menanggung pertanyaan kita.

Ya Allah yang kudus, tolong aku untuk tetap percaya pada keadilan-Mu meski aku tidak selalu melihatnya; ajar aku untuk datang kepada-Mu dengan kejujuran di tengah kebingunganku. Amin.