Ya Tuhan ALLAH apa yang akan Engkau berikan — Abraham merespons janji dengan pertanyaan yang jujur
Kejadian 15:2
Perjanjian Allah dengan Abram
“Lalu, Abram berkata, “Ya, Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku sebab aku tidak punya anak dan ahli waris rumahku adalah Eliezer, orang Damsyik itu?””Kejadian 15:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."”Kejadian 15:2 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi Abram berkata, "TUHAN Yang Mahatinggi, TUHAN tidak memberikan anak kepada saya. Orang yang akan mewarisi harta saya hanyalah Eliezer, hamba saya dari Damsyik. Jadi apa gunanya TUHAN memberi upah kepada saya?"”Kejadian 15:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawab Abram, “Ya TUHAN Penguasaku, untuk apa Engkau memberikan upah yang besar kepadaku, sementara aku tidak memiliki keturunan untuk mewarisinya. Aku terpaksa memilih Eliezer, budakku yang berasal dari Damsik itu, sebagai ahli warisku.””Kejadian 15:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Abram said, LORD God, what wilt thou give me, seeing I go childless, and the steward of my house is this Eliezer of Damascus?”Kejadian 15:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 15:2?
Abram merespons dengan jujur kepada Tuhan bahwa ia tidak punya anak dan ahli warisnya adalah Eliezer, orang Damsyik. Ini menunjukkan bahwa Abram terbuka tentang keraguannya dan kebutuhannya akan keturunan.
Latar belakang
Ma titen li — apa yang akan Engkau berikan: pertanyaan yang memulai percakapan yang paling penting
Lalu, Abram berkata, 'Ya, Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku sebab aku tidak punya anak dan ahli waris rumahku adalah Eliezer, orang Damsyik itu?' Abraham tidak menerima janji secara pasif — dia merespons dengan pertanyaan yang jujur dan spesifik. 'Pahala sangat besar' terdengar indah tapi ada masalah fundamental: Abraham tidak punya anak. Tidak ada pewaris. Jika tidak ada pewaris, semua kemakmuran, semua janji tanah, semua harta — semuanya akan jatuh ke tangan Eliezer, orang Damsyik yang lahir di rumahnya tapi bukan keturunan biologis. Pertanyaan Abraham bukan keluhan atau ketidakpercayaan — ini adalah dialog iman yang jujur. Abraham mengungkapkan realitas yang pedih di hadapan Allah.
Di mana
Dalam penglihatan — Mamre atau di mana pun Abraham menerima firman ini
Abraham merespons janji dengan pertanyaan jujur tentang ketiadaan pewaris
Kapan
Sekitar 1875 SM
Dialog Abraham-Allah · pertanyaan jujur yang membuka percakapan perjanjian
Yang berbicara
Abram
Abraham yang menerima janji 'pahala sangat besar' tapi tidak bisa menahan diri untuk bertanya: pahala apa artinya jika tidak ada pewaris yang akan mewarisinya?
Kepada
TUHAN (Allah)
Allah yang menerima pertanyaan yang paling jujur dan paling manusiawi dari Abraham — bukan ketidakpercayaan tapi kejujuran dalam iman
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֲדֹנָי יְהוִה
Adonay YHWH · Tuhan ALLAH
Tuhan ALLAH — Adonay (Tuhanku, dari adon = tuan/penguasa + sufiks jamak hormat -ay; gelar yang menunjukkan otoritas dan kepemilikan; ketika digabungkan dengan YHWH, Adonay ditulis dengan vokal khusus untuk membedakannya dari pemakaian YHWH solo); YHWH (nama diri Allah; kombinasi Adonay YHWH pertama kali muncul di sini dalam Alkitab sebagai kombinasi yang spesifik).
עֲרִירִי אָנֹכִי
'ariri anokhi · aku tidak punya anak
Aku tidak punya anak, aku tidak berketurunan — 'ariri (tidak berketurunan, tanpa anak; dari 'ar = telanjang/kosong; kata khusus yang berarti tidak punya keturunan yang meneruskan nama; hanya muncul beberapa kali dalam Alkitab); anokhi (akulah, bentuk empfatik); bukan sekadar fakta demografis tapi kondisi yang sangat menyedihkan dalam budaya kuno.
בֶּן מֶשֶׁק בֵּיתִי
ben meshek beyti · ahli waris
Ahli waris rumahku — ben (anak laki-laki, atau dalam arti luas 'pewaris'); meshek (pengelola, yang mengelola; dari mashal = memerintah/mengelola; atau dari meshekh = kepemilikan); beyti (rumahku); frasa yang tidak sepenuhnya jelas secara tata bahasa tapi maknanya: orang yang akan mewarisi dan mengelola seluruh rumah tangga Abraham.
Vayyomer Avram Adonay YHWH mah titten li ve'anokhi holelekh 'ariri uben meshek beyti hu Dammesek Eli'ezer (Dan Abraham berkata: Tuhan ALLAH apa yang akan Engkau berikan kepadaku sedangkan aku berjalan tidak berketurunan dan pengelola rumahku adalah Damaskus Eliezer). 'Apa yang akan Engkau berikan jika aku tidak punya pewaris?' Pertanyaan yang jujur dan berani. Allah tidak menghukum pertanyaan ini — Dia menjawab dengan janji yang lebih spesifik dan lebih besar dari sebelumnya (15:4-5). Kejujuran iman mendapat respons ilahi yang lebih konkret.
Tahukah kamu
Eliezer orang Damsyik — hamba yang muncul kembali di pasal 24 sebagai pelaksana tugas terpenting
Eliezer (artinya 'Allah adalah pertolongan') disebut di sini sebagai kemungkinan pewaris Abraham jika tidak ada anak biologis. Hukum adopsi di Mesopotamia Kuno (dikonfirmasi oleh tablet-tablet Nuzi dari abad 15 SM) memang memungkinkan orang yang tidak punya anak untuk mengadopsi seorang hamba sebagai pewaris — dengan syarat jika kemudian lahir anak biologis, anak biologis itulah yang menjadi pewaris utama. Abraham mungkin sedang merujuk pada pengaturan seperti ini. Eliezer muncul kembali (meskipun tidak disebutkan namanya) di Kejadian 24 sebagai 'hamba tertua Abraham yang menguasai seluruh miliknya' — orang yang dikirim Abraham untuk mencari istri bagi Ishak. Pelaksana tugas terpenting dalam sejarah leluhur Israel.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 15:2
Habakuk 1:2-3
Abraham di 15:2 dan Habakuk di 1:2 keduanya membawa pertanyaan yang jujur dan bahkan terasa menggugat kepada Allah — dan keduanya mendapat respons yang dalam; dialog jujur adalah ciri iman yang matang, bukan ketidakpercayaan
“Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar... Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kelaliman, dan Engkau sendiri memandang penindasan?”
Mazmur 13:1-2
pertanyaan 'berapa lama' dan 'apa yang akan Engkau berikan' (Abraham 15:2) adalah pola doa yang jujur yang diteruskan dalam Mazmur — membawa beban nyata kepada Allah tanpa berpura-pura semuanya baik-baik saja
“Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku senantiasa? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu dariku?”
Lukas 1:34
Maria merespons janji ilahi dengan pertanyaan jujur tentang realitas yang ada — mirip dengan Abraham di 15:2; pertanyaan tentang 'bagaimana mungkin?' di hadapan janji yang tampak mustahil adalah respons iman yang valid, bukan ketidakpercayaan
“Kata Maria kepada malaikat itu: 'Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 15:2
✕ Sering dikira
"Pertanyaan Abraham 'apa yang akan Engkau berikan kepadaku' menunjukkan Abraham tidak percaya pada janji Allah."
✓ Yang sebenarnya
Abraham tidak menyangkal janji Allah — dia mempertanyakan bagaimana janji itu bisa terpenuhi tanpa pewaris. Ini adalah iman yang jujur dan dialogis, bukan ketidakpercayaan. Allah merespons bukan dengan koreksi tapi dengan konfirmasi yang lebih spesifik (15:4-5). Ketidakpercayaan akan menolak dialog; Abraham malah membuka dialog lebih dalam.
✕ Sering dikira
"Eliezer 'orang Damsyik' menunjukkan bahwa dia adalah orang Aram dari Damsyik yang Abraham beli sebagai budak."
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menyebut Eliezer sebagai budak yang dibeli. Dia disebut 'ben meshek beyti' — pengelola rumah tangga Abraham. Status pastinya tidak sepenuhnya jelas. Di 14:14 disebutkan 318 prajurit yang 'lahir di rumahnya' — Eliezer mungkin salah satu dari mereka atau orang yang berbeda. 'Damsyik' mungkin menunjukkan asal-usulnya dari wilayah Damsyik.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 15:2
Jangan ragu untuk mengungkapkan kekhawatiran dan keraguanmu kepada Tuhan dalam doa. Kejujuran Abram menunjukkan bahwa Tuhan menerima kita apa adanya dan ingin mendengar isi hati kita.
Ya Tuhan, aku datang dengan segala kekhawatiranku; dengarkanlah doaku dan penuhilah kebutuhanku sesuai kehendak-Mu. Amin.