Roti Tidak Beragi Ditambahkan ke Persembahan
Imamat 8:26
Upacara Pentahbisan Imam
“Dari keranjang roti tidak beragi yang ada di hadapan TUHAN, Musa mengambil sepotong roti tidak beragi, sepotong roti yang dicampur dengan minyak, dan sepotong roti tipis, lalu dia meletakkannya di atas lemak-lemak itu dan di atas paha kanan.”Imamat 8:26 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan dari dalam bakul berisi roti yang tidak beragi, yang ada di hadapan TUHAN, diambilnyalah satu roti bundar yang tidak beragi, satu roti bundar yang diolah dengan minyak dan satu roti tipis, lalu diletakkannya di atas segala lemak dan di atas paha kanan itu,”Imamat 8:26 · TB
Terjemahan Baru
“Dari bakul yang berisi roti tak beragi yang sudah dipersembahkan kepada TUHAN, Musa mengambil satu roti tebal yang dibuat dengan minyak dan satu roti tipis. Roti itu diletakkannya di atas lemak dan paha kanan domba.”Imamat 8:26 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dari keranjang berisi roti tidak beragi yang sudah disiapkan untuk acara ini di hadapan TUHAN, Musa mengambilroti tebal yang dibuat dari tepung terbaik tanpa ragi, roti tebal yang dibuat dari tepung terbaik dicampur minyak zaitun, serta roti tipis kering, lalu meletakkannya di atas lemak dan paha kanan kurban itu.”Imamat 8:26 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And out of the basket of unleavened bread, that was before the LORD, he took one unleavened cake, and a cake of oiled bread, and one wafer, and put them on the fat, and upon the right shoulder:”Imamat 8:26 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 8:26?
Musa mengambil roti tidak beragi, roti yang dicampur minyak, dan roti tipis dari keranjang yang ada di hadapan Tuhan, lalu meletakkannya di atas lemak dan paha kanan domba. Ini melambangkan persembahan syukur dan penyertaan Tuhan dalam penahbisan.
Latar belakang
Roti melengkapi persembahan daging
Dari keranjang roti tidak beragi yang ada di hadapan Tuhan, Musa mengambil tiga jenis roti — roti biasa, roti berminyak, dan roti tipis — dan meletakkannya di atas tumpukan lemak dan paha kanan. Penambahan roti melengkapi persembahan: daging (hewan) ditambah roti (hasil bumi) = persembahan yang mewakili semua yang Tuhan berikan.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di depan Kemah Pertemuan · keranjang roti di hadapan Tuhan
Kapan
~1446 SM
Masa Pembentukan Israel
Yang berbicara
Narator (Musa)
Penulis Taurat, mencatat peristiwa ini
Kepada
Bangsa Israel (pembaca)
Umat yang menerima Taurat sebagai panduan hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מַצָּה
matzah · roti tidak beragi
Roti yang dibuat tanpa ragi — simbol kemurnian dan ketulusan; absennya ragi melambangkan absennya dosa dan kebusukan.
חַלַּת מַצָּה מְשֻׁחָה בַשָּׁמֶן
challat matzah meshuchah vashshamen · roti yang dicampur dengan minyak
Roti datar tidak beragi yang diurapi dengan minyak — melambangkan berkat dan kelimpahan Roh yang dituangkan di atas persembahan.
הַסַּל
hassal · keranjang
Keranjang anyaman yang berisi berbagai roti yang disiapkan untuk upacara pentahbisan — simbol ketersediaan dan kelimpahan.
Penggabungan daging hewan dengan roti dari hasil bumi menciptakan persembahan yang mewakili totalitas ciptaan — langit dan bumi, hewan dan tumbuhan — semua dipersembahkan kepada Tuhan yang adalah Sumber dari segalanya.
Tahukah kamu
Tiga jenis roti dalam satu persembahan
Ketiga jenis roti yang diambil dari keranjang (roti biasa, roti berminyak, roti tipis) berasal dari roti-roti yang disiapkan untuk upacara pentahbisan (Keluaran 29:2-3). Kehadiran ketiga jenis sekaligus menunjukkan kelengkapan persembahan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 8:26
Keluaran 29:23
tiga jenis roti
“Dari keranjang roti tidak beragi yang ada di hadapan TUHAN ambillah sepotong roti bundar, sepotong roti yang dicampur minyak, dan sepotong roti tipis.”
Imamat 2:1
persembahan roti
“Apabila seseorang mempersembahkan persembahan sajian kepada TUHAN, persembahannya harus dari tepung halus.”
Yohanes 6:35
roti kehidupan
“Kata Yesus kepada mereka, 'Akulah roti hidup. Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 8:26
✕ Sering dikira
Roti hanya ditambahkan untuk membuat persembahan lebih besar
✓ Yang sebenarnya
Penambahan roti memiliki makna teologis: persembahan yang lengkap mewakili hasil bumi (roti) dan hasil ternak (daging) — keseluruhan pemberian Tuhan kepada manusia dipersembahkan kembali kepada-Nya.
✕ Sering dikira
Roti dalam persembahan ini bisa mengandung ragi
✓ Yang sebenarnya
Roti tidak beragi secara khusus dipilih — ragi (simbol dosa dan kerusakan) dijauhkan dari semua yang dipersembahkan kepada Tuhan dalam konteks pengkudusan ini.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 8:26
Roti melambangkan berkat dan pemeliharaan Tuhan. Kita bisa mengingat bahwa setiap makanan dan kebutuhan kita berasal dari Tuhan, dan kita patut bersyukur serta berbagi dengan sesama.
Terima kasih Tuhan untuk setiap berkat dan pemeliharaan-Mu dalam hidup saya. Ajari saya untuk selalu bersyukur. Amin.