Makan Hari Ketiga Berarti Menanggung Kesalahan Sendiri
Imamat 7:18
Aturan Persembahan di Kemah
“Karena itu, jika ada dari daging persembahan pendamaian itu yang dimakan pada hari yang ketiga, orang yang mempersembahkannya tidak akan diterima dan hal itu tidak akan diperhitungkan baginya, malah persembahan itu menjadi sesuatu yang najis. Orang yang memakannya akan menanggung sendiri kesalahannya.”Imamat 7:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Karena jikalau pada hari yang ketiga masih dimakan dari daging korban keselamatan itu, maka TUHAN tidak berkenan akan orang yang mempersembahkannya dan korban itu dianggap batal baginya, bahkan menjadi sesuatu yang jijik, dan orang yang memakannya harus menanggung kesalahannya sendiri.”Imamat 7:18 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi kalau pada hari yang ketiga daging itu dimakan juga, maka kurban itu tidak akan diterima dan tidak membawa berkat bagi orang itu, malah menjadi haram. Orang yang memakannya bersalah dan harus menanggung akibatnya.”Imamat 7:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Apabila pada hari yang ketiga sisa daging itu dimakan, kurbanmu itu tidak Aku terima dan tidak membawa berkat apa pun bagimu. Daging itu sudah tercemar, dan orang yang memakan dagingnya akan menerima hukuman dari-Ku.”Imamat 7:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And if any of the flesh of the sacrifice of his peace offerings be eaten at all on the third day, it shall not be accepted, neither shall it be imputed unto him that offereth it: it shall be an abomination, and the soul that eateth of it shall bear his iniquity.”Imamat 7:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 7:18?
Imamat 7:18 memperingatkan bahwa jika daging dimakan pada hari ketiga, persembahan itu tidak diterima dan menjadi najis, serta orang yang memakannya menanggung kesalahan. Ini menekankan pentingnya ketaatan pada aturan Tuhan dan konsekuensi dari pelanggaran.
Latar belakang
Konsekuensi serius memakan daging hari ketiga
Jika seseorang memakan daging persembahan pendamaian pada hari ketiga, konsekuensinya sangat serius: persembahan itu dianggap tidak diterima, menjadi pigul (sesuatu yang keji/busuk), dan orang yang memakannya menanggung sendiri kesalahannya. Tidak ada imam yang bisa menyelamatkan dia.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di perkemahan Israel · peringatan serius tentang pelanggaran
Kapan
~1400 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat perjanjian TUHAN di padang gurun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
פִּגּוּל
piggul · najis
Sesuatu yang telah tercemari secara ritual atau menjadi busuk/keji — istilah teknis untuk persembahan yang tidak lagi valid di hadapan Allah.
עֲוֹנוֹ יִשָּׂא
avono yissa · menanggung sendiri
Menanggung kesalahannya sendiri — ekspresi yang menunjukkan konsekuensi personal yang tidak bisa dialihkan kepada orang lain.
לֹא יֵרָצֶה
lo yeratseh · tidak akan diterima
Tidak akan berkenan atau diterima — persembahan yang dilakukan dengan pelanggaran waktu tidak hanya sia-sia, tapi dianggap menghina Allah.
Aturan waktu bukan formalitas — melanggarnya mengubah persembahan dari tindakan ibadah menjadi tindakan yang merusak hubungan. Ketaatan pada detail adalah bagian dari penghormatan yang tulus.
Tahukah kamu
Pigul: istilah teknis untuk persembahan yang dicemari
Kata Ibrani 'pigul' (diterjemahkan 'najis' atau 'keji') adalah istilah ritual khusus untuk persembahan yang menjadi tidak valid karena pelanggaran prosedur. Ini adalah kondisi serius yang membuat persembahan itu tidak hanya gagal, tapi aktif merusak hubungan dengan Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 7:18
Imamat 19:7-8
makan hari ketiga dihukum
“Jika masih ada yang dimakan pada hari ketiga, itu adalah sesuatu yang busuk. Itu tidak akan diterima. Barangsiapa memakannya akan menanggung kesalahannya karena dia telah menajiskan hal yang kudus...”
Bilangan 9:13
ditanggung sendiri pelanggaran
“Tetapi orang yang tahir, yang tidak berada dalam perjalanan, dan tidak merayakan Paskah, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya...”
Roma 14:23
tindakan tanpa keyakinan adalah dosa
“Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 7:18
✕ Sering dikira
Persembahan tetap diterima meskipun ada yang dimakan di hari ketiga
✓ Yang sebenarnya
Memakan daging di hari ketiga membatalkan persembahan — persembahan itu tidak diterima dan orang itu menanggung sendiri konsekuensinya.
✕ Sering dikira
Imam bisa menebus pelanggaran ini dengan persembahan lain
✓ Yang sebenarnya
Dalam kasus ini, tidak ada penebusan tambahan — orang yang bersalah menanggung sendiri, menunjukkan betapa seriusnya pelanggaran prosedur ritual.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 7:18
Tuhan serius tentang kekudusan. Jangan menganggap remeh perintah-Nya; ketidaktaatan bisa merusak berkat yang ingin Dia berikan. Mari periksa hidup kita, apakah ada 'daging' yang seharusnya sudah dibuang?
Ya Tuhan, ampunilah aku jika aku lalai menaati perintah-Mu. Tolong aku untuk hidup kudus di hadapan-Mu, Amin.