Daging yang Menyentuh Najis Harus Dibakar
Imamat 7:19
Aturan Persembahan di Kemah
“Daging yang menyentuh segala sesuatu yang najis tidak boleh dimakan, melainkan harus dibakar dengan api. Adapun mengenai daging yang lainnya, setiap orang yang tahir boleh makan daging itu.”Imamat 7:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bila daging itu kena kepada sesuatu yang najis, janganlah dimakan, tetapi haruslah dibakar habis dengan api. Tiap- tiap orang yang tahir boleh memakan dari daging korban itu.”Imamat 7:19 · TB
Terjemahan Baru
“Daging yang kena sesuatu yang najis harus dibakar habis dan tak boleh dimakan. Daging kurban perdamaian hanya boleh dimakan oleh orang yang tidak najis.”Imamat 7:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Hanya orang yang sedang tidak najis yang boleh memakan daging kurban itu. Namun, apabila daging kurban itu terkena sesuatu yang najis, daging tersebut harus dibakar habis dan tidak boleh dimakan.”Imamat 7:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the flesh that toucheth any unclean thing shall not be eaten; it shall be burnt with fire: and as for the flesh, all that be clean shall eat thereof.”Imamat 7:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 7:19?
Ayat ini menegaskan bahwa daging persembahan yang najis—misalnya yang menyentuh benda najis—tidak boleh dimakan dan harus dibakar. Ini mengajarkan bahwa yang kudus harus dijaga kemurniannya. Hanya orang yang tahir secara seremonial yang boleh memakan daging persembahan.
Latar belakang
Daging yang terkena najis tidak boleh dimakan
Daging persembahan yang menyentuh benda najis berubah status menjadi tidak layak dimakan — harus dibakar. Namun ada juga sisi positifnya: siapa saja yang dalam keadaan tahir boleh makan dari daging persembahan lainnya. Kekudusan bisa menular, tapi kenajisan juga bisa menular.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di perkemahan Israel · aturan kemurnian makanan kudus
Kapan
~1400 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat perjanjian TUHAN di padang gurun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הַטָּמֵא
ha-tamei · yang najis
Keadaan tidak tahir secara ritual — bisa karena penyakit, kontak dengan orang mati, atau pelanggaran aturan kemurnian lainnya.
טָהוֹר
tahor · tahir
Bersih atau murni secara ritual — keadaan yang memungkinkan seseorang untuk berpartisipasi penuh dalam ibadah dan makan dari persembahan kudus.
בָּאֵשׁ יִשָּׂרֵף
ba-esh yissaref · dibakar dengan api
Harus dibakar — satu-satunya cara menangani daging yang telah tercemar: bukan dibuang begitu saja, tapi dikembalikan melalui api.
Prinsip kemurnian Israel mengajarkan bahwa kekudusan harus aktif dijaga — kenajisan menyebar dengan mudah dan membutuhkan tindakan yang jelas untuk diatasi.
Tahukah kamu
Kenajisan menular, kekudusan bisa dilindungi
Dalam teologi kemurnian Imamat, kenajisan menular melalui sentuhan — benda najis mencemari benda kudus yang menyentuhnya. Karena itu, menjaga pemisahan antara yang kudus dan yang najis adalah tanggung jawab aktif, bukan pasif.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 7:19
Imamat 11:28
kenajisan melalui sentuhan
“Orang yang mengangkat bangkainya harus mencuci pakaiannya dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam...”
Bilangan 19:22
kenajisan menular
“Apa pun yang disentuh oleh orang najis itu menjadi najis, dan orang yang menyentuhnya menjadi najis sampai matahari terbenam.”
Ibrani 10:22
hati yang tahir
“Marilah kita menghampiri Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 7:19
✕ Sering dikira
Kenajisan hanya masalah kebersihan fisik
✓ Yang sebenarnya
Kenajisan ritual adalah kondisi teologis yang mempengaruhi hubungan seseorang dengan yang kudus — bukan sekadar soal higienis.
✕ Sering dikira
Orang najis bisa makan daging persembahan asal mencuci tangan dulu
✓ Yang sebenarnya
Pemurnian ritual membutuhkan proses yang ditetapkan, bukan sekadar mencuci tangan — seseorang yang najis tidak boleh makan dari persembahan sampai proses pemurnian selesai.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 7:19
Perhatikan apa yang masuk ke dalam hidup dan hati kita. Seperti daging persembahan yang najis dibuang, kita pun perlu menjauhkan hal-hal yang mengotori iman kita. Jangan biarkan dosa 'menyentuh' komitmen kita pada Tuhan.
Tuhan, mampukan aku menjaga kekudusan hidupku dan menjauhkan segala yang najis, agar persembahanku berkenan kepada-Mu. Amin.