Persembahan Nazar: Daging Boleh Disimpan Dua Hari
Imamat 7:16
Aturan Persembahan di Kemah
“Akan tetapi, jika persembahannya merupakan suatu nazar atau persembahan sukarela, itu harus dimakan pada hari dia mempersembahkan kurbannya, dan yang masih tersisa harus dimakan pada keesokan harinya.”Imamat 7:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jikalau korban sembelihan yang dipersembahkan itu merupakan korban nazar atau korban sukarela, haruslah itu dimakan pada hari mempersembahkannya dan yang selebihnya boleh juga dimakan pada keesokan harinya.”Imamat 7:16 · TB
Terjemahan Baru
“Apabila seseorang membawa kurban perdamaian untuk menepati kaulnya, atau untuk kurban sukarela, tidak perlu seluruhnya dimakan pada hari itu juga. Bagian selebihnya boleh dimakan besoknya.”Imamat 7:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Namun, bila kurban itu adalah kurban sukarela atau kurban untuk memenuhi janjimu kepada-Ku, maka dagingnya boleh dimakan sampai hari kedua.”Imamat 7:16 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But if the sacrifice of his offering be a vow, or a voluntary offering, it shall be eaten the same day that he offereth his sacrifice: and on the morrow also the remainder of it shall be eaten:”Imamat 7:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 7:16?
Imamat 7:16 memberikan kelonggaran bagi persembahan nazar atau sukarela: boleh dimakan pada hari itu dan keesokan harinya, tetapi tidak boleh lebih. Ini menunjukkan fleksibilitas dalam ibadah, namun tetap ada batas waktu untuk menjaga kekudusan.
Latar belakang
Fleksibilitas untuk persembahan nazar dan sukarela
Berbeda dari persembahan syukur yang harus dimakan hari itu juga, persembahan nazar (janji) atau persembahan sukarela diberi waktu lebih panjang: hari pertama dan keesokan harinya. Ini masuk akal karena persembahan nazar sering dilakukan oleh orang yang jauh dari komunitas besar.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di Kemah Pertemuan · aturan persembahan sukarela
Kapan
~1400 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat perjanjian TUHAN di padang gurun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נֶדֶר
neder · nazar
Janji atau ikrar kepada Allah — persembahan yang dipicu oleh janji yang dibuat sebelumnya dalam situasi tertentu.
נְדָבָה
nedavah · persembahan sukarela
Persembahan spontan dari kerelaan hati — bukan karena janji atau kewajiban, tapi murni dari dorongan batin yang bebas.
מִמָּחֳרָת
mimacharat · keesokan harinya
Hari berikutnya — batas waktu kedua yang diberikan untuk persembahan nazar dan sukarela sebelum daging harus dibuang.
Allah membedakan jenis persembahan dan memberikan aturan yang sesuai dengan konteksnya — bukan satu aturan kaku untuk semua, tapi kebijaksanaan yang mempertimbangkan situasi nyata.
Tahukah kamu
Perbedaan nazar dan persembahan sukarela
Persembahan nazar (neder) adalah hasil janji yang dibuat sebelumnya — misalnya 'jika TUHAN menyembuhkan saya, saya akan mempersembahkan...'. Persembahan sukarela (nedavah) adalah ungkapan spontan tanpa janji sebelumnya. Keduanya diberi kelonggaran waktu yang sama.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 7:16
Bilangan 30:2
persembahan nazar
“Apabila seseorang bernazar kepada TUHAN atau mengucapkan sumpah untuk mengikat dirinya dengan suatu ikatan, janganlah ia melanggar janjinya...”
Ulangan 23:21
nazar harus ditepati
“Apabila engkau bernazar kepada TUHAN Allahmu, janganlah engkau menunda menepatinya, sebab TUHAN Allahmu pasti menuntutnya darimu...”
Pengkhotbah 5:4
menepati janji kepada Allah
“Apabila engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda menepatinya, karena Ia tidak senang dengan orang-orang yang bodoh.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 7:16
✕ Sering dikira
Persembahan sukarela lebih rendah dari persembahan nazar
✓ Yang sebenarnya
Keduanya sama-sama sah dan dihormati — perbedaannya hanya pada konteks, bukan pada nilai atau kesahihannya di hadapan Allah.
✕ Sering dikira
Boleh menyimpan daging persembahan sukarela sampai seminggu
✓ Yang sebenarnya
Batas maksimalnya adalah dua hari — hari persembahan dan keesokan harinya. Hari ketiga sudah tidak boleh.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 7:16
Ada saatnya kita perlu mengikuti aturan, tetapi juga ada kelonggaran. Belajarlah untuk fleksibel dalam hal-hal yang tidak prinsip, tetapi tetap patuh pada batasan yang telah Tuhan tetapkan.
Tuhan, beri aku hikmat untuk hidup dalam keseimbangan antara kepatuhan dan fleksibilitas, agar hidupku menyenangkan-Mu, Amin.