Menebus Binatang Najis

Imamat 27:13

Nazar dan Persembahan Khusus

Jika orang itu mau menebus binatang itu, dia harus menambahkan 1/5 dari nilai yang ditetapkan itu.

Imamat 27:13 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Imamat 27:13?

Ayat ini mengatur tentang penebusan binatang najis yang dinazarkan. Jika seseorang menazarkan binatang yang haram dan ingin menebusnya, ia harus membayar nilai yang ditetapkan imam ditambah seperlima dari nilai itu. Ini menunjukkan bahwa mengingkari nazar punya konsekuensi, tetapi ada jalan untuk memulihkan.

Latar belakang

Aturan menebus binatang yang tidak layak kurban

Musa menyampaikan aturan tentang binatang najis yang dinazarkan, yaitu yang tidak bisa dipersembahkan sebagai kurban. Binatang itu harus dinilai oleh imam, dan jika pemiliknya ingin menebusnya, ia harus membayar nilai tersebut ditambah seperlima.

Di mana

Gunung Sinai

Kaki gunung, di hadapan perkemahan

Kapan

±1445 SM

Perjalanan di Padang Gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pemberian hukum Taurat
Perjalanan menuju Kanaan
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Pemimpin Israel, berusia sekitar 120 tahun

U

Kepada

Umat Israel

Bangsa pilihan Tuhan, baru keluar dari Mesir

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

גָּאַל

ga'al · menebus

Membeli kembali, memulihkan hak

עֶרֶךְ

erekh · nilai

Taksiran, penilaian resmi

כֹּהֵן

kohen · imam

Pelayan Tuhan yang bertugas di bait suci

Ketiga kata ini menunjukkan bahwa penebusan melibatkan penilaian yang adil, otoritas imam, dan tindakan memulihkan, bukan sekadar transaksi.

Tahukah kamu

Tambah seperlima

Penambahan 20% ini adalah cara Tuhan mengajarkan bahwa nazar tidak boleh dianggap enteng; jika ingin menarik kembali, harus ada konsekuensi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 27:13

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Imamat 27:13

✕  Sering dikira

Binatang najis tidak bisa ditebus sama sekali.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini justru memberi aturan untuk menebusnya dengan tambahan seperlima.

✕  Sering dikira

Hanya imam yang bisa menentukan nilai, tanpa pertimbangan lain.

✓  Yang sebenarnya

Imam menilai berdasarkan kondisi, tetapi ada batasan aturan yang jelas.

Renungan

Renungan Singkat Imamat 27:13

Ketika kita berjanji kepada Tuhan, kita harus menepatinya. Jika kita gagal, kita perlu bertanggung jawab dan berusaha memulihkan dengan sungguh-sungguh, mungkin dengan memberi lebih dari yang dijanjikan.

Tuhan, ajari aku untuk setia pada janji-janjiku kepada-Mu, dan jika aku gagal, berilah aku kerendahan hati untuk memulihkannya dengan tulus. Amin.