Tanah menikmati Sabatnya
Imamat 26:43
Berkat dan Kutukan: Jalan Hidup
PerikopPengharapan Selalu Ada · Imamat 26:40-46 →“Negeri itu akan mereka tinggalkan dan menikmati Sabatnya selama negeri itu sunyi tanpa mereka. Sementara itu, mereka akan menerima hukuman untuk kesalahan mereka karena menolak hukum-hukum-Ku dan karena jiwa mereka muak terhadap peraturan-peraturan-Ku.”Imamat 26:43 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jadi tanah itu akan ditinggalkan mereka dan akan pulih dari akibat tahun-tahun sabat yang dilalaikan selama tanah itu tandus, oleh karena ditinggalkan mereka, dan mereka akan membayar pulih kesalahan mereka, tak lain dan tak bukan karena mereka menolak peraturan-Ku dan hati mereka muak mendengarkan ketetapan-Ku. Imamat 26.44–27.3 154”Imamat 26:43 · TB
Terjemahan Baru
“Akan tetapi tanah itu harus lebih dahulu dikosongkan dari penduduknya, supaya dapat betul-betul beristirahat. Dan umat-Ku harus menjalani semua hukuman yang Kujatuhkan ke atas mereka karena tidak mau mentaati peraturan-peraturan dan perintah-perintah-Ku.”Imamat 26:43 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Namun, negeri itu harus dikosongkan dahulu untuk menikmati tahun-tahun Sabatnya, sementara kalian tinggal di negeri musuh untuk menanggung hukuman atas dosa-dosamu, yaitu menolak peraturan-Ku dan muak terhadap perintah-Ku.”Imamat 26:43 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The land also shall be left of them, and shall enjoy her sabbaths, while she lieth desolate without them: and they shall accept of the punishment of their iniquity: because, even because they despised my judgments, and because their soul abhorred my statutes.”Imamat 26:43 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 26:43?
Ayat ini menjelaskan bahwa ketika Israel dibuang, tanah perjanjian akan mendapat istirahat Sabat yang tidak mereka berikan. Mereka akan menerima hukuman karena menolak hukum Allah, tetapi tanah itu akan pulih dan menikmati masa istirahatnya.
Latar belakang
Tanah mendapat istirahat
Israel gagal menaati perintah Tuhan, sehingga mereka akan dibuang. Selama pembuangan, tanah yang ditinggalkan akhirnya mendapatkan hari Sabat yang selama ini tidak dihormati, menunjukkan bahwa Tuhan tetap memegang kedaulatan atas tanah dan waktu.
Di mana
Gunung Sinai
Di padang gurun, kaki gunung, saat pemberian hukum
Kapan
~1445 SM
Perjanjian Lama: Taurat
Yang berbicara
Tuhan
Allah Israel, penulis perjanjian, setia pada janji-Nya
Kepada
Musa dan Israel
Pemimpin dan umat di kaki Gunung Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָזַב
azav · meninggalkan
meninggalkan, melepaskan
רָצָה
ratsah · menikmati
menyenangkan, berkenan, menerima
שַׁבָּת
shabbat · Sabatnya
istirahat, berhenti dari pekerjaan
Tanah yang ditinggalkan 'menikmati' (ratsah) Sabatnya, menunjukkan bahwa Sabat adalah anugerah yang dirindukan, bukan beban. Kata 'azav' berarti tanah itu ditinggalkan, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan janji-Nya.
Tahukah kamu
Sabat bagi tanah
Dalam Imamat 25, Tuhan memerintahkan tanah beristirahat setiap tahun ketujuh. Ayat ini menunjukkan bahwa tanah yang ditinggalkan akan 'menebus' tahun-tahun Sabat yang terlewat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 26:43
Imamat 25:4
Perintah Sabat tanah
“tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah menjadi tahun Sabat, yaitu tahun perhentian penuh bagi tanah itu”
2 Tawarikh 36:21
Penggenapan pembuangan
“Demikianlah dipenuhi firman TUHAN melalui mulut Yeremia, sampai tanah itu menikmati hari-hari Sabatnya”
Ulangan 4:31
Tuhan tidak meninggalkan
“Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang penyayang, Ia tidak akan meninggalkanmu”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 26:43
✕ Sering dikira
Mengira Tuhan senang melihat umat-Nya menderita di pembuangan.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menunjukkan kedaulatan Tuhan dan kesetiaan-Nya pada perjanjian, bukan kebencian. Tanah 'menikmati' Sabat sebagai pemulihan ciptaan.
✕ Sering dikira
Mengira Sabat hanya untuk manusia, bukan untuk tanah.
✓ Yang sebenarnya
Sabat adalah pola ilahi yang mencakup seluruh ciptaan, termasuk tanah, binatang, dan manusia.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 26:43
Pernahkah kita mengabaikan waktu istirahat yang Tuhan berikan? Mari belajar menghargai hari Sabat dan waktu teduh sebagai berkat, bukan beban, agar hidup kita seimbang dan berkenan kepada-Nya.
Tuhan, ajar kami menghargai waktu istirahat yang Engkau berikan, dan berikan hati yang taat agar kami tidak perlu belajar dari hukuman. Amin.