Janji kasih di pengungsian
Ulangan 4:31
Peringatan untuk tetap setia
PerikopMusa Memperingatkan untuk Menaati Hukum Taurat Allah · Ulangan 4:1-31 →“TUHAN, Allahmu adalah Allah Pengasih! Dia tidak akan meninggalkan atau membinasakanmu, tidak pula mengingkari perjanjian yang telah dibuat-Nya dengan nenek moyangmu.””Ulangan 4:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu.”Ulangan 4:31 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN Allahmu adalah Allah yang sangat berbelaskasihan. Ia tak akan meninggalkan atau membinasakan kamu, atau melupakan perjanjian yang dibuat-Nya sendiri dengan leluhurmu.”Ulangan 4:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“TUHAN adalah Allah yang penyayang. Dia tidak akan meninggalkan atau membinasakan kamu, karena Dia tidak akan melupakan janji-Nya yang sudah Dia sahkan kepada nenek moyang kita.””Ulangan 4:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“(For the LORD thy God is a merciful God;) he will not forsake thee, neither destroy thee, nor forget the covenant of thy fathers which he sware unto them.”Ulangan 4:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 4:31?
Ayat ini menekankan kasih dan kesetiaan Allah. Meskipun umat Israel tidak taat, Allah tetap pengasih dan tidak akan meninggalkan atau membinasakan mereka sepenuhnya. Dia ingat perjanjian-Nya dengan nenek moyang mereka, jadi selalu ada harapan untuk kembali kepada-Nya.
Latar belakang
Pengharapan di tengah ancaman pembuangan
Musa sedang berbicara kepada orang Israel tentang konsekuensi ketidaktaatan, termasuk pembuangan. Namun di tengah peringatan keras itu, ia menegaskan karakter TUHAN yang penuh kasih dan setia pada perjanjian, memberikan harapan bahwa jika mereka berbalik, TUHAN akan menerima mereka.
Di mana
Dataran Moab
Di seberang Sungai Yordan, timur sungai itu
Kapan
~1406 SM
Perjalanan ke Tanah Perjanjian
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, pembawa hukum Taurat, ~120 tahun
Kepada
Orang Israel
Umat pilihan TUHAN, generasi yang akan masuk Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רַחוּם
rachum · pengasih
penuh belas kasihan, lembut, seperti kasih ibu
רָפָה
rafah · meninggalkan
melepas, mengendurkan, membiarkan pergi
בְּרִית
berit · perjanjian
perjanjian yang diikat dengan sumpah, janji yang mengikat
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa Allah tidak seperti dewa-dewi lain yang mudah berubah; kasih-Nya sekuat ikatan perjanjian, dan Dia tidak akan pernah 'mengendurkan' genggaman-Nya pada umat-Nya.
Tahukah kamu
Kata 'pengasih' di sini adalah kata yang sama dengan 'rahim'
Kata Ibrani yang diterjemahkan 'pengasih' (rachum) berasal dari akar kata yang sama dengan 'rahim' (rechem), menggambarkan kasih yang lembut seperti seorang ibu kepada anaknya. Ini menunjukkan kasih Allah yang sangat personal dan mendalam.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 4:31
Keluaran 34:6
Menggemakan karakter kasih
“TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia dan kebenaran”
Nehemia 9:31
Kasih di tengah hukuman
“Tetapi karena kasih sayang-Mu yang besar Engkau tidak membinasakan mereka sama sekali, sebab Engkau adalah Allah yang pengasih dan penyayang”
Roma 11:29
Perjanjian yang teguh
“Sebab karunia dan panggilan Allah tidak dapat ditarik kembali”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 4:31
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti TUHAN tidak akan pernah menghukum umat-Nya, apa pun yang mereka lakukan.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini berbicara tentang kasih-Nya yang tidak meninggalkan umat-Nya selama-lamanya, tetapi hukuman tetap mungkin terjadi sebagai disiplin. Kasih dan keadilan berjalan bersama.
✕ Sering dikira
Perjanjian yang disebutkan di sini hanya berlaku untuk bangsa Israel secara fisik.
✓ Yang sebenarnya
Perjanjian ini adalah gambaran dari perjanjian yang juga berlaku bagi umat percaya di segala zaman, karena Allah selalu setia pada janji-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 4:31
Kita bisa mengalami kegagalan, tetapi Allah tidak pernah melupakan janji-Nya. Ketika kita merasa jauh dari Tuhan, ingatlah bahwa kasih-Nya tetap setia dan Dia selalu siap menerima kita kembali.
Tuhan, terima kasih karena Engkau Allah yang pengasih dan setia; ajari aku untuk selalu kembali kepada-Mu setiap kali aku tersesat. Amin.