Kembali ke Tanah Milik

Imamat 25:13

Tahun Yobel dan Pembebasan

Dalam tahun Yobel itu, kamu harus kembali ke tanah milikmu.

Imamat 25:13 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Imamat 25:13?

Ayat ini menegaskan bahwa pada Tahun Yobel, setiap orang Israel harus kembali ke tanah miliknya yang telah dijual, sehingga kepemilikan tanah kembali kepada keluarga aslinya. Ini adalah pemulihan ekonomi dan sosial, mengembalikan warisan yang diberikan Allah.

Latar belakang

Panggilan Pulang

Tuhan menegaskan bahwa pada tahun Yobel, setiap orang Israel harus kembali ke tanah miliknya dan keluarganya. Ini adalah pemulihan atas tanah yang mungkin terpaksa dijual karena kemiskinan.

Di mana

Gunung Sinai

Di kaki gunung, di hadapan umat

Kapan

~1440 SM

Perjalanan keluar Mesir

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pemberian Sepuluh Perintah
Pemasukan ke Kanaan
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, pemberi hukum

M

Kepada

Musa dan umat Israel

Pemimpin dan bangsa di padang gurun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שׁוּב

shuv · kembali

kembali, berbalik, memulihkan

שָׁנָה

shanah · tahun

tahun, periode waktu

יוֹבֵל

yovel · Yobel

tanduk domba jantan, tahun Yobel

Kata 'shuv' menunjukkan bahwa tahun Yobel bukan hanya peristiwa ekonomi, tetapi pemulihan hubungan dan identitas. Ini menekankan bahwa setiap orang Israel memiliki 'tempat' yang dijamin Allah.

Tahukah kamu

Yobel dan Tonalitas

Kata 'Yobel' berasal dari bahasa Ibrani 'yovel', yang berarti 'tanduk domba jantan' atau 'sangkakala'. Ini merujuk pada bunyi trompet yang menandai tahun pembebasan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 25:13

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Imamat 25:13

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya soal tanah, bukan hubungan.

✓  Yang sebenarnya

Ini soal identitas dan pemulihan sosial, bukan sekadar properti.

✕  Sering dikira

Yobel terjadi setiap tahun.

✓  Yang sebenarnya

Yobel terjadi setiap 50 tahun, setelah 7 kali 7 tahun.

Renungan

Renungan Singkat Imamat 25:13

Tahun Yobel mengajarkan kita untuk melepaskan keterikatan pada harta dan memberi kesempatan untuk memulai kembali. Dalam hidup, kita bisa menerapkan prinsip ini dengan memberi ruang untuk rekonsiliasi dan restorasi hubungan yang rusak.

Tuhan, ajar kami untuk rela melepaskan dan memberikan kesempatan kedua, seperti Engkau memulihkan kami setiap hari. Amin.