Larangan Makan Hasil Panen Sebelum Persembahan
Imamat 23:14
Perayaan-Perayaan yang Ditetapkan Tuhan
PerikopHari Raya Panen Pertama · Imamat 23:9-14 →“Jangan makan roti, atau biji-bijian, atau gandum baru itu, sebelum kamu memberikan persembahan kepada Allahmu. Peraturan ini berlaku selamanya, dari generasi ke generasi, di mana pun kamu tinggal.”Imamat 23:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sampai pada hari itu juga janganlah kamu makan roti, atau bertih gandum Imamat 23.15–18 126 atau gandum baru, sampai kamu telah membawa persembahan Allahmu; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu.”Imamat 23:14 · TB
Terjemahan Baru
“Sebelum membawa persembahan itu kepada TUHAN, kamu tak boleh makan sedikit pun dari gandum baru itu, baik mentah, dipanggang atau dibakar menjadi roti. Peraturan itu harus ditaati oleh semua keturunanmu selama-lamanya.”Imamat 23:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sebelum umat memberikan persembahan-persembahan tersebut kepada-Ku, kalian tidak boleh memakan roti atau jelai dari hasil panen pertama, baik mentah maupun dipanggang. Demikianlah peraturan yang harus ditaati turun-temurun di mana pun kalian tinggal.””Imamat 23:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And ye shall eat neither bread, nor parched corn, nor green ears, until the selfsame day that ye have brought an offering unto your God: it shall be a statute for ever throughout your generations in all your dwellings.”Imamat 23:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 23:14?
Ayat ini melarang makan hasil panen baru sebelum mempersembahkannya kepada Allah. Ini mengajarkan bahwa Tuhan adalah sumber segala berkat dan layak menerima yang pertama dari hasil kita, sebagai pengakuan akan penyediaan-Nya.
Latar belakang
Menahan Diri dari Hasil Baru
Sebelum mempersembahkan berkas unjukan di hadapan Tuhan, umat Israel dilarang makan roti, biji-bijian panggang, atau gandum baru. Ini adalah peraturan kekal yang mengajarkan ketergantungan pada Tuhan dan ketaatan yang menyeluruh.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki gunung, di tengah perkemahan Israel
Kapan
~1440 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Tuhan
Allah Israel, pemberi hukum dan pemimpin umat-Nya
Kepada
Musa
Pemimpin Israel yang dipilih Tuhan, juru bicara bagi umat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
לֶחֶם
lechem · roti
makanan pokok berupa roti atau gandum
קָלִי
qali · biji-bijian
gandum panggang atau butiran matang
כַּרְמֶל
karmel · gandum baru
bulir gandum segar yang belum diolah
Ketiga kata ini menggambarkan berbagai bentuk pemanfaatan hasil panen: roti (produk jadi), gandum panggang (olahan sederhana), dan bulir mentah. Semuanya harus menunggu pengakuan kepada Tuhan.
Tahukah kamu
Biji-bijian Baru
Larangan ini mencakup biji-bijian segar yang belum dipersembahkan, menunjukkan bahwa seluruh hasil panen adalah milik Tuhan, dan manusia hanya boleh menikmati setelah mengakui otoritas-Nya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 23:14
Yosua 5:12
Hasil negeri
“Lalu berhentilah manna itu turun pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Tidak ada lagi manna bagi orang Israel, sebab pada tahun itu mereka makan hasil tanah Kanaan.”
Ulangan 26:2
Hasil pertama
“engkau harus mengambil sebagian dari hasil pertama dari segala hasil tanahmu yang kausungut dari tanahmu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu, dan engkau harus menaruhnya dalam bakul, lalu pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana.”
1 Korintus 9:11
Hasil rohani
“Jadi, jika kami menaburkan benih rohani bagi kamu, adalah suatu hal yang berlebihan jika kami menuai hasil duniawi dari kamu?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 23:14
✕ Sering dikira
Mengira larangan ini hanya untuk satu kali panen.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah peraturan yang berlaku selamanya bagi semua generasi.
✕ Sering dikira
Mengira larangan ini hanya soal makanan, padahal ini tentang pengakuan dan penghormatan kepada Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Tindakan menahan diri ini adalah tanda syukur dan ketergantungan.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 23:14
Sebelum menikmati berkat, biasakan untuk mengucap syukur dan mempersembahkan bagian pertama kepada Tuhan. Ini bisa berupa waktu, tenaga, atau materi, yang menunjukkan bahwa kita mengutamakan Dia dalam hidup kita.
Bapa, ajarku untuk selalu mengutamakan Engkau dalam setiap berkat yang kuterima. Amin.