Roti cemar di mezbah
Maleakhi 1:7
Kasih yang tak terbalas
“‘Kamu membawa roti yang cemar di atas mazbah-Ku.’ Lalu, kamu bertanya, ‘Bagaimana kami sudah mencemari Engkau?’ Dengan ucapanmu ini, ‘Meja TUHAN itu boleh dihina!’”Maleakhi 1:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?" Dengan cara menyangka: "Meja TUHAN boleh dihinakan!"”Maleakhi 1:7 · TB
Terjemahan Baru
“Dengan mengurbankan makanan yang tak pantas dikurbankan di atas mezbah-Ku. Lalu kamu bertanya, 'Dengan cara bagaimana kami meremehkan Engkau?' Dengan mencemarkan mezbah-Ku.”Maleakhi 1:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Lalu Aku menjawab, ‘Kalian menghina Aku dengan menyepelekan kurban-kurban di mezbah-Ku.’ Tetapi kalian para imam tetap membantah, ‘Tidak mungkin! Kami tidak pernah menyepelekan kurban bagi-Mu!’“Maka jawab-Ku, TUHAN Panglima Semesta: Setiap kali kalian mempersembahkan kurban yang cacat, itu artinya kalian seolah berkata, ‘Mezbah TUHAN cuma hal sepele.’ Kalian pasti tahu bahwa mengurbankan binatang yang buta, pincang, atau sakit kepada-Ku adalah salah. Coba berikan hadiah seperti itu kepada gubernurmu. Pasti dia marah dan tidak akan menerimanya!”Maleakhi 1:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Ye offer polluted bread upon mine altar; and ye say, Wherein have we polluted thee? In that ye say, The table of the LORD is contemptible.”Maleakhi 1:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Maleakhi 1:7?
Maleakhi menegur para imam yang membawa roti cemar ke mezbah Tuhan. Mereka bertanya bagaimana mereka menajiskannya, dan Tuhan menjawab bahwa dengan menghina meja Tuhan, mereka sudah mencemarkan-Nya. Ayat ini menunjukkan bahwa sikap dan perkataan yang meremehkan ibadah adalah bentuk penghinaan kepada Allah.
Latar belakang
Pencemaran mezbah
Tuhan menegur para imam karena mereka membawa roti yang cemar—persembahan yang tidak layak—ke atas mezbah. Mereka bahkan berani mempertanyakan bagaimana mereka mencemari Tuhan, menunjukkan ketidakpekaan dan sikap meremehkan.
Di mana
Yerusalem
Di bait suci, dekat mezbah
Kapan
~430 SM
Era pasca-pembuangan
Yang berbicara
Tuhan
Tuhan semesta alam, berfirman melalui Maleakhi
Kepada
Para imam
Imam-imam yang bertugas di Bait Allah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גָּאַל
ga'al · cemar
menajiskan, mencemarkan, membuat cemar
מִזְבֵּחַ
mizbeach · mazbah
mezbah, tempat persembahan kurban
בָּזָה
bazah · hina
menghina, meremehkan, memandang rendah
Kata 'ga'al' menunjukkan tindakan menajiskan yang serius; 'mizbeach' adalah tempat kudus; 'bazah' adalah sikap hati yang meremehkan. Kombinasinya: mereka menajiskan tempat kudus karena sikap hati yang meremehkan Tuhan.
Tahukah kamu
Roti cemar
Dalam tradisi Yahudi, roti sajian haruslah roti yang tidak beragi dan murni, melambangkan hidup yang kudus bagi Tuhan. Persembahan yang cacat secara fisik dianggap menghina kekudusan Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Maleakhi 1:7
Imamat 21:17-21
Larangan cacat
“Jangan seorang pun dari keturunan imam... yang bercacat... datang untuk mempersembahkan korban api-apian itu.”
Maleakhi 3:8
Menipu Allah
“Bolehkah manusia menipu Allah? Namun, kamu menipu Aku...”
Yesaya 1:13
Kurban sia-sia
“Janganlah membawa korban sembahan yang sia-sia; aroma korban itu adalah kekejian bagi-Ku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Maleakhi 1:7
✕ Sering dikira
Tuhan hanya peduli pada ritual persembahan yang sempurna secara fisik.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan menekankan ketulusan hati dan ketaatan, bukan sekadar formalitas. Persembahan cacat mencerminkan sikap tidak hormat.
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti semua pekerjaan yang tidak sempurna tidak diterima Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Konteksnya adalah ibadah dan persembahan kepada Tuhan, bukan semua aspek kehidupan. Ini menekankan pentingnya memuliakan Tuhan dengan yang terbaik.
Renungan
Renungan Singkat Maleakhi 1:7
Perhatikan bagaimana kita memperlakukan ibadah dan pelayanan kita. Apakah kita sering menganggapnya rutinitas dan mengeluh? Mari periksa hati kita, jangan sampai kita menghina Tuhan dengan sikap yang meremehkan.
Tuhan, ampunilah aku jika selama ini aku meremehkan ibadah dan pelayanan. Ajari aku untuk menghormati Engkau dalam setiap hal yang kulakukan. Amin.