Peringatan untuk tidak menajiskan Tenda Suci
Imamat 15:31
Aturan Kemurnian dan Kekudusan
PerikopHukum tentang Hal-Hal yang Najis dari Tubuh · Imamat 15:1-33 →“Demikianlah kamu harus memisahkan anak-anak Israel dari kenajisan mereka sehingga mereka tidak mati dalam kenajisan karena menajiskan Tenda Suci-Ku yang ada di tengah-tengahmu!””Imamat 15:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Begitulah kamu harus menghindarkan orang Israel dari kenajisannya, supaya mereka jangan mati di dalam kenajisannya, bila mereka menajiskan Kemah Suci-Ku yang ada di tengah- tengah mereka itu."”Imamat 15:31 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN menyuruh Musa mengingatkan bangsa Israel supaya memperhatikan kapan mereka najis dan kapan tidak, supaya mereka tidak menajiskan Kemah TUHAN yang ada di tengah-tengah perkemahan mereka. Kalau mereka menajiskan Kemah itu, mereka akan mati.”Imamat 15:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Dengan cara demikianlah kalian umat Israel harus menjaga diri dari kenajisan, supaya kenajisanmu tidak menodai kemah-Ku yang ada di tengah-tengah kalian, dan supaya kalian tidak kena hukuman mati.””Imamat 15:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Thus shall ye separate the children of Israel from their uncleanness; that they die not in their uncleanness, when they defile my tabernacle that is among them.”Imamat 15:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 15:31?
Ayat ini menjelaskan tujuan dari semua aturan kenajisan ini: untuk menjaga bangsa Israel tetap kudus dan terpisah dari hal-hal yang najis agar mereka tidak mati karena menajiskan Tenda Suci, tempat kehadiran TUHAN di tengah-tengah mereka.
Latar belakang
Menjaga kekudusan tempat kudus
Musa menekankan bahwa orang Israel harus menjaga jarak dari kenajisan agar tidak mati ketika menajiskan Tenda Suci, tempat kehadiran Tuhan di tengah-tengah mereka.
Di mana
Gunung Sinai
Kaki Gunung Sinai, perkemahan Israel
Kapan
~1440 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, sekitar 120 tahun
Kepada
Harun
Imam besar, kakak Musa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָזַר
nazar · memisahkan
mengasingkan atau memisahkan diri, sering dikaitkan dengan kekudusan
טֻמְאָה
tum'ah · kenajisan
keadaan tidak tahir secara ritual, bukan dosa moral
מִשְׁכָּן
mishkan · Tenda
tempat kediaman Tuhan, berasal dari akar kata 'diam'
Kata 'memisahkan' (nazar) menekankan bahwa kekudusan memerlukan tindakan aktif. 'Kenajisan' (tum'ah) adalah keadaan yang harus dihindari, dan 'Tenda' (mishkan) menunjukkan kehadiran Tuhan yang tidak main-main.
Tahukah kamu
Kemah Suci
Kemah Suci adalah tempat tinggal Tuhan di tengah bangsa Israel, yang kemudian digantikan oleh Bait Allah di Yerusalem.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 15:31
Imamat 15:31
Peringatan serupa
“Demikianlah kamu harus memisahkan orang Israel dari kenajisan mereka, supaya mereka jangan mati dalam kenajisan mereka, kalau mereka menajiskan tempat kediaman-Ku yang ada di tengah-tengah mereka.”
Bilangan 5:3
Penajisan tempat kudus
“Baik laki-laki maupun perempuan harus kamu usir ke luar perkemahan, supaya mereka jangan menajiskan perkemahan tempat Aku diam di tengah-tengah mereka.”
1 Korintus 3:16
Bait Allah masa kini
“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 15:31
✕ Sering dikira
Menganggap bahwa semua orang najis harus disembunyikan atau dijauhi secara permanen.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah peraturan sementara untuk menjaga kekudusan; setelah penahiran, mereka dapat kembali beribadah.
✕ Sering dikira
Mengira bahwa kenajisan ini sama dengan dosa moral.
✓ Yang sebenarnya
Kenajisan ritual adalah kondisi yang dapat terjadi tanpa dosa; dosa memerlukan kurban yang berbeda.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 15:31
Seperti Israel dipanggil untuk menjaga kekudusan di sekitar hadirat Allah, kita juga perlu menjaga hati dan hidup kita agar layak di hadapan-Nya. Evaluasilah kebiasaan atau hal-hal yang mungkin menajiskan hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.
Tuhan, mampukan aku untuk hidup kudus dan menghormati hadirat-Mu dalam segala aspek kehidupanku. Amin.