Menyentuh tempat tidur perempuan yang haid
Imamat 15:21
Kenajisan dari Tubuh
“Siapa pun yang menyentuh tempat tidur perempuan itu harus mencuci pakaiannya dan mandi dengan air. Dia menjadi najis sampai matahari terbenam.”Imamat 15:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setiap orang yang kena kepada tempat tidur perempuan itu haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.”Imamat 15:21 · TB
Terjemahan Baru
“Barangsiapa menyentuh tempat yang bekas ditiduri atau diduduki wanita yang sedang haid, harus mencuci pakaiannya dan mandi, dan ia najis sampai matahari terbenam.”Imamat 15:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Siapa pun yang menyentuh tempat tidurnya atau barang apa pun yang dia duduki harus mencuci pakaiannya, dan orang itu juga menjadi najis sampai matahari terbenam.”Imamat 15:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And whosoever toucheth her bed shall wash his clothes, and bathe himself in water, and be unclean until the even.”Imamat 15:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 15:21?
Siapa pun yang menyentuh tempat tidur perempuan yang sedang haid menjadi najis dan harus mencuci pakaian serta mandi, najis sampai matahari terbenam. Ini menegaskan bahwa kenajisan dapat menular melalui kontak dengan benda yang sudah terkontaminasi.
Latar belakang
Transfer kenajisan sekunder
Siapa pun yang menyentuh tempat tidur perempuan yang haid ikut menjadi najis. Prosedur pemulihannya sama dengan yang berlaku untuk kenajisan sekunder dari kondisi 'zav' pada laki-laki: cuci pakaian, mandi, tunggu sampai senja. Sistem ini konsisten dan dapat diprediksi — orang tahu persis apa yang harus dilakukan.
Di mana
Perkemahan Israel, padang gurun Sinai
Di dalam tenda kediaman · rutinitas harian
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah Israel yang berbicara melalui hukum Musa
Kepada
Bangsa Israel
Umat perjanjian Allah di padang gurun Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כִּבֶּס
kibbes · mencuci
Mencuci dengan cara dipijat-pijat — lebih intensif dari sekadar membasahi, untuk memastikan kebersihan.
רָחַץ
rachats · mandi
Mandi seluruh tubuh — dua tindakan ini selalu berpasangan dalam prosedur pemurnian.
וְטָמֵא
vetame · menjadi najis
Status najis yang terjadi — selalu bersifat sementara, selalu bisa dipulihkan.
Prosedur dua langkah (cuci pakaian + mandi) adalah formula standar Imamat 15 untuk kenajisan sekunder — konsisten dan dapat diingat dengan mudah.
Tahukah kamu
Kenajisan yang bisa direncanakan
Karena kenajisan sekunder ini sudah dapat diprediksi (siapapun yang menyentuh benda tertentu akan menjadi najis), keluarga bisa mengatur kegiatan mereka. Misalnya, tidak perlu ke Kemah Suci di hari yang sama jika sudah tahu akan menyentuh benda-benda tersebut.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 15:21
Imamat 15:5
prosedur identik kenajisan laki-laki
“Siapa pun yang menyentuh tempat tidurnya harus mencuci pakaiannya dan mandi dengan air.”
Imamat 15:27
pola identik pendarahan abnormal
“Siapa pun yang menyentuh barang-barang itu menjadi najis, dia harus mencuci pakaiannya dan mandi dengan air.”
Mazmur 51:7
mencuci dan menjadi tahir
“Bersihkanlah aku dari dosaku dengan hisop dan aku akan menjadi tahir; cucilah aku dan aku akan menjadi lebih putih dari salju.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 15:21
✕ Sering dikira
Menyentuh tempat tidur perempuan haid adalah tabu serius
✓ Yang sebenarnya
Ini kenajisan sekunder yang mudah diselesaikan — sama seperti menyentuh berbagai benda najis lainnya di pasal ini.
✕ Sering dikira
Kenajisan ini berlangsung tujuh hari seperti pemilik tempat tidurnya
✓ Yang sebenarnya
Tidak — kenajisan sekunder ini hanya sampai matahari terbenam, bukan tujuh hari penuh.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 15:21
Aturan ini mengajarkan kita untuk berhati-hati terhadap apa yang kita sentuh dan bagaimana kita merespons kekotoran. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga perlu waspada terhadap hal-hal yang dapat 'mengotori' hati dan pikiran kita.
Ya Bapa, jauhkanlah kami dari segala yang najis dan ajari kami untuk hidup bersih di hadapan-Mu, baik secara fisik maupun rohani. Amin.