Hewan berjalan dengan telapak haram dan bangkainya menajiskan
Imamat 11:27
Hewan Halal dan Haram
“Juga, semua binatang yang berjalan dengan keempat telapak kakinya itu haram bagimu. Setiap orang yang menyentuh bangkai binatang itu menjadi najis sampai matahari terbenam.”Imamat 11:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Demikian juga segala yang berjalan dengan telapak kakinya di antara segala binatang yang berjalan dengan Imamat 11.28–32 54 keempat kakinya, semuanya itu haram bagimu; setiap orang yang kena kepada bangkainya, menjadi najis sampai matahari terbenam.”Imamat 11:27 · TB
Terjemahan Baru
“(11:24)”Imamat 11:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(11:24)”Imamat 11:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And whatsoever goeth upon his paws, among all manner of beasts that go on all four, those are unclean unto you: whoso toucheth their carcase shall be unclean until the even.”Imamat 11:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 11:27?
Ayat ini menyatakan bahwa binatang yang berjalan dengan empat kaki, seperti kucing atau anjing, dianggap haram dan najis. Menyentuh bangkainya membuat seseorang najis sampai matahari terbenam. Ini adalah bagian dari hukum ritual untuk menjaga kesucian umat Israel.
Latar belakang
Hewan telapak kaki: kucing, anjing, singa, beruang
Hewan yang berjalan dengan telapak kaki (bukan kuku) adalah kategori terpisah — ini mencakup predator besar seperti singa, harimau, beruang, macan tutul, dan juga hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. Semua ini haram untuk dimakan dan bangkainya menajiskan. Menyentuh bangkai mereka membuat najis sampai sore.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di perkemahan Israel · sore hari
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN melalui Musa
Allah Israel yang menetapkan hukum makan
Kepada
Bangsa Israel
Seluruh umat Israel di padang gurun Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כַּף
kaph · telapak
Kata 'telapak' atau 'tangan' — digunakan untuk mendeskripsikan kaki tanpa kuku yang lembut seperti hewan pemangsa berkaki empat.
נִבְלָתָם
nivlatam · bangkai binatang itu
Bangkai mereka — kembali ke kata yang sama, menunjukkan bahwa ancaman kenajisan bukan dari hewan hidup tapi dari yang sudah mati.
יִטְמָא עַד הָעָרֶב
yitma ad ha'erev · menjadi najis sampai matahari terbenam
Formula standar kenajisan sementara — konsisten dengan pola yang sama sepanjang pasal ini.
Hewan telapak kaki mewakili golongan predator — mereka berjalan senyap untuk berburu mangsa. Dalam sistem simbolik Imamat, pemangsa yang hidup dari membunuh dan memakan darah tidak cocok sebagai makanan manusia yang dikhususkan bagi Allah.
Tahukah kamu
Anjing dan kucing dalam budaya Israel kuno
Menariknya, anjing dalam Alkitab hampir selalu disebut secara negatif — anjing liar pemakan bangkai, bukan hewan peliharaan kesayangan. Kucing hampir tidak disebut sama sekali dalam Alkitab Ibrani. Ini kontras dengan Mesir di mana kucing adalah hewan suci yang disembah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 11:27
Daniel 6:16
singa sebagai ancaman berbahaya
“Lalu raja memberikan perintah dan mereka membawa Daniel dan melemparkan dia ke dalam gua singa.”
1 Samuel 17:34-35
singa dan beruang sebagai predator
“Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba... kalau datang singa...”
Amsal 28:1
singa simbol keberanian
“Orang jahat lari padahal tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar percaya diri seperti singa muda.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 11:27
✕ Sering dikira
Semua hewan berkaki empat haram
✓ Yang sebenarnya
Hanya yang berjalan dengan telapak (bukan kuku) yang masuk kategori ini — sapi dan domba dengan kuku tetap halal
✕ Sering dikira
Anjing dan kucing peliharaan tidak boleh disentuh
✓ Yang sebenarnya
Larangan hanya pada bangkai mereka, bukan hewan hidup — memelihara anjing atau kucing tidak dilarang secara eksplisit
Renungan
Renungan Singkat Imamat 11:27
Walaupun binatang peliharaan tidak najis bagi kita sekarang, kita bisa merenungkan bagaimana hidup kita perlu dijaga dari hal-hal yang mencemari rohani. Mungkin kita perlu 'menyentuh' hal-hal yang tidak berguna lebih sering daripada yang kita sadari.
Tuhan, bantu kami menjauh dari segala sesuatu yang dapat mengotori hati dan pikiran kami, dan hidup dalam kekudusan. Amin.