Domba dibakar habis sebagai bau harum bagi TUHAN
Imamat 1:13
Panduan Persembahan Bakaran
“Namun, dia harus mencuci isi perut dan kaki kurban itu dengan air. Kemudian, imam-imam itu harus membawa seluruhnya dan membakarnya di atas mazbah. Itulah persembahan bakaran, persembahan dengan api, bau harum yang menyenangkan bagi TUHAN.’”Imamat 1:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Isi perut dan betisnya haruslah dibasuhnya dengan air, dan seluruhnya itu haruslah dipersembahkan oleh imam dan dibakar di atas mezbah: itulah korban bakaran, suatu korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.”Imamat 1:13 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu orang itu harus mencuci isi perut dan paha binatang itu. Kemudian imam harus mempersembahkan seluruhnya kepada TUHAN, dan membakarnya di atas mezbah. Bau kurban bakaran itu menyenangkan hati TUHAN.”Imamat 1:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(1:12)”Imamat 1:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But he shall wash the inwards and the legs with water: and the priest shall bring it all, and burn it upon the altar: it is a burnt sacrifice, an offering made by fire, of a sweet savour unto the LORD.”Imamat 1:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 1:13?
Ayat ini menjelaskan bahwa setelah korban bakaran dari domba atau kambing dipotong-potong, imam harus membakar semuanya di atas mezbah. Ini adalah bagian dari ritual yang menghasilkan bau harum yang menyenangkan bagi TUHAN, melambangkan penerimaan Allah.
Latar belakang
Kesimpulan: persembahan domba diterima seperti sapi
Seperti persembahan sapi, proses berakhir dengan pembakaran seluruh bagian setelah isi perut dan kaki dicuci. Frasa penutup 'bau harum yang menyenangkan bagi TUHAN' muncul lagi — menegaskan bahwa baik persembahan mahal (sapi) maupun yang lebih terjangkau (domba) sama-sama diterima Allah jika dilakukan dengan benar.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di mazbah Kemah Pertemuan · asap naik ke langit biru padang gurun
Kapan
~1445 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel yang berbicara langsung kepada Musa
Kepada
Keturunan Israel
Seluruh umat Israel di padang gurun Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וְרָחַץ
verahats · mencuci
Membersihkan dengan air; langkah pembersihan sebelum persembahan dibakar, memastikan kemurnian ritual.
הַכֹּל
hakol · seluruhnya
Semuanya tanpa kecuali; persembahan bakaran adalah satu-satunya jenis kurban yang dibakar seluruhnya bagi Allah.
נִיחֹחַ
niho'ah · menyenangkan
Menenangkan, menyenangkan; menggambarkan respons Allah yang berkenan terhadap persembahan yang dilakukan dengan benar.
Pengulangan frasa 'bau harum yang menyenangkan bagi TUHAN' di akhir setiap seksi (ay. 9, 13, 17) adalah refrein teologis: tujuan seluruh sistem ini satu — membawa keberkenanan Allah dan memulihkan relasi antara-Nya dengan umat.
Tahukah kamu
Prosedur pencucian mencerminkan pemahaman kesehatan kuno
Mencuci isi perut (usus) sebelum dibakar mencegah bau tidak sedap dari kotoran yang terbakar. Ini menunjukkan bahwa sistem korban Israel bukan hanya teologis tapi juga praktis — menjaga kebersihan dan kerapian area ibadah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 1:13
Imamat 1:9
refrein yang sama
“Itulah persembahan bakaran, suatu persembahan dengan api, bau harum yang menyenangkan bagi TUHAN.”
Imamat 1:17
refrein yang sama
“Itulah persembahan bakaran, persembahan dengan api, bau harum yang menyenangkan bagi TUHAN.”
Efesus 5:2
penggenapan dalam Kristus
“...sebagai bau harum kepada Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 1:13
✕ Sering dikira
"Persembahan domba kurang berkenan dari persembahan sapi"
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini mengakhiri seksi persembahan domba dengan frasa yang persis sama dengan seksi sapi (ay. 9) — keduanya sama-sama diterima Allah.
✕ Sering dikira
"Para imam memakan sebagian dari persembahan bakaran ini"
✓ Yang sebenarnya
Persembahan bakaran (olah) dibakar seluruhnya — tidak ada bagian yang dimakan imam. Ini berbeda dari jenis persembahan lain seperti persembahan sajian.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 1:13
Seperti korban yang dibakar seluruhnya, kita bisa belajar untuk menyerahkan total hidup kita kepada Tuhan, bukan hanya sebagian. Ini mengingatkan kita untuk melayani dengan sepenuh hati, tanpa menyisakan ego atau keinginan pribadi yang menghalangi pekerjaan Tuhan.
Tuhan, ajari aku untuk menyerahkan seluruh hidupku sebagai persembahan yang harum di hadapan-Mu, Amin.