Meminta roti di Sukot

Hakim-hakim 8:5

Gideon dan Kemenangan yang Aneh

Kemudian, dia berkata kepada orang-orang Sukot, “Berikanlah beberapa ketul roti untuk orang-orang yang mengikuti aku, sebab mereka lelah. Aku sedang mengejar Zebah dan Salmuna, raja-raja Midian.”

Hakim-hakim 8:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 8:5?

Gideon meminta roti kepada penduduk Sukot untuk tentaranya yang lelah, menunjukkan kebutuhan akan dukungan dari sesama Israel dalam perjuangan melawan musuh. Ini adalah permintaan yang wajar dan layak ditolong.

Latar belakang

Permohonan bantuan

Gideon meminta roti kepada penduduk Sukot untuk memberi makan pasukannya yang lelah, karena mereka sedang mengejar raja-raja Midian. Permintaan ini adalah hal yang wajar di antara sekutu.

Di mana

Sukot

Kota Sukot di timur Yordan

Kapan

~1150 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penyeberangan Yordan
Penolakan oleh Sukot
Kamu di sini
G

Yang berbicara

Gideon

Hakim Israel, pemimpin tentara, ~1150 SM

O

Kepada

Orang-orang Sukot

Penduduk kota Sukot, di timur Yordan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לֶחֶם

lechem · roti

makanan pokok, roti

עָיֵף

'ayef · lelah

letih, kelelahan

רָדַף

radaf · mengejar

mengusir atau memburu

Kelelahan dan pengejaran digambarkan dengan kata yang sama seperti kisah sebelumnya; ini menekankan kebutuhan mendesak akan dukungan.

Tahukah kamu

Lokasi Sukot

Sukot berarti 'pondok-pondok' dan merupakan tempat Yakub pernah membuat pondok untuk ternaknya (Kej. 33:17).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 8:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 8:5

✕  Sering dikira

Permintaan roti adalah permintaan yang tidak masuk akal.

✓  Yang sebenarnya

Dalam budaya timur, memberi makan tamu atau pejuang adalah kewajiban moral.

✕  Sering dikira

Gideon marah karena tidak punya makanan.

✓  Yang sebenarnya

Kemarahan Gideon lebih kepada penolakan terhadap misi yang diberikan TUHAN.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 8:5

Saat kita membutuhkan pertolongan, jangan ragu untuk meminta dengan jujur. Demikian juga, mari kita peka terhadap kebutuhan orang lain dalam pelayanan.

Tuhan, ajarku untuk rendah hati meminta bantuan dan juga siap menolong sesama yang membutuhkan. Amin.