Gideon Kembali ke Rumah

Hakim-hakim 8:29

Dari Kejayaan ke Kemurtadan

Kemudian, Yerubaal, anak Yoas, pergi dan menetap di rumahnya sendiri.

Hakim-hakim 8:29 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 8:29?

Setelah kemenangan itu, Gideon kembali ke rumahnya, menunjukkan kerendahan hati karena tidak meminta jabatan raja. Namun, hidupnya di rumah tidak sepenuhnya mencerminkan kesetiaan kepada Tuhan, karena ia memiliki banyak istri.

Latar belakang

Kehidupan Setelah Perang

Setelah 40 tahun damai, Gideon, yang juga disebut Yerubaal, kembali ke rumahnya dan tinggal di sana. Ini menunjukkan dia tidak menjadi raja, melainkan menikmati masa tua.

Di mana

Ofra

Kota asal Gideon, di wilayah Manasye

Kapan

~1150 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kemenangan atas Midian
Kematian Gideon
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Hakim-hakim

Narator yang menyusun kisah dari tradisi lisan, ~abad ke-10 SM

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat Tuhan yang perlu mengingat siklus kesetiaan dan kemurtadan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הָלַךְ

halakh · pergi

berjalan, pergi, atau hidup

יָשַׁב

yashav · menetap

duduk, tinggal, berdiam

בַּיִת

bayit · rumahnya

rumah, keluarga, keturunan

Kata 'menetap' (yashav) sering dipakai untuk berdiam secara permanen. Gideon kembali ke kehidupan normal, tetapi kata 'rumah' mengingatkan bahwa keluarganya akan menjadi sumber masalah berikutnya.

Tahukah kamu

Nama ganda

Gideon disebut Yerubaal, artinya 'biarlah Baal berperkara', nama yang diberikan ayahnya setelah Gideon merobohkan mezbah Baal.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 8:29

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 8:29

✕  Sering dikira

Gideon menetap di rumah berarti dia mengundurkan diri dari kepemimpinan.

✓  Yang sebenarnya

Dia tetap dihormati, tetapi tidak lagi memimpin secara aktif.

✕  Sering dikira

Kehidupan Gideon setelah perang adalah contoh yang baik.

✓  Yang sebenarnya

Segera setelah itu, dia membuat efod yang menjadi jerat bagi keluarganya.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 8:29

Melayani Tuhan di depan umum itu penting, tetapi kehidupan pribadi kita juga harus selaras dengan iman. Jadikan rumah tangga dan keluarga sebagai tempat untuk memuliakan Tuhan.

Bapa, mampukan kami untuk hidup saleh di rumah dan di hadapan-Mu, bukan hanya di depan orang banyak. Amin.